• PESAN DAN TANGGAPAN :

    Adakah interest in precision cosmology in Indonesia
    Oleh : Suharyo Sumowidagdo
    Senin, 6 Oktober 2003 (10:01 WIB) dari IP 202.159.34.181

    Saya ingin tahu, adakah orang (dosen, mahasiswa) di Indonesia yang punya
    interest ke precision cosmology. Saya punya pandangan bahwa precision
    cosmology akan berkembang dan pada 1-2 dekade mendatang akan menyerupai
    high energy physics dari segi kompleksitas, banyaknya orang, kolaborasi,
    dan ramainya bekerja di sini. Pandangan ini timbul dari hasil pengamatan
    saya di jurnal, seminar/kolokium, dan baca-baca sendiri.

    IMHO precision cosmology *tidak* serumit atau *seaneh* bayangan kita. (ini
    pengalaman saya setelah membandingkan apa yang saya lihat/dengar/baca di
    sini dengan apa yang saya pikirkan dulu di Indonesia). Lebih kurang
    subjeknya sekarang adalah *memahami* dan *menganalisis secara kuantitatif*
    struktur dan evolusi alam semesta.

    Teori dasarnya sudah ada dan fondasinya sudah kuat. Tidak benar kalau
    dikatakan kosmologi hanya khayalan atau tidak berdasarkan eksperimen.
    Cosmology is as much real and as much established by experimental data
    as any other physics sub-fields (condensed matter, high-energy, nuclear).
    Nothing weird or strange about cosmology.

    Data eksperimen sudah *amat banyak*. Saat ini, SDSS sudah mengumpulkan
    spectra setengah juta objek, WMAP punya data pada orde 10 pangkat 7
    observation point. Segudang eksperimen akan datang dengan data yang
    entah berapa kali banyaknya data sekarang.

    Problem utama sekarang adalah bagaimana menganalisis data,
    menginterpretasi data dan menghubungkan dengan teori, atau merancang
    eksperimen yang lebih presisi lagi.

    Untuk teori dan pengetahuan dasar yang diperlukan, setahu saya adalah:

    1) General relativity: FRW metric untuk flat space-time.
    2) Fisika partikel dan interaksi: tahu apa itu lepton, baryon, inti,
    photon, neutrino, dark matter. Thomson/Compton scattering
    photon-electron. Gelombang elektromagnetik dan polarisasi.
    Konsep dasar interaksi dark-matter.
    3) Mekanika statistik: Persamaan transport Boltzmann relativistik untuk
    evolusi distribusi materi karena saling berinteraksi.
    4) Perturbasi kosmik: evolusi small perturbation pada metric FRW.
    5) Fisika atom dan molekul: ionisasi dan proses radiasi atomik/molekul.
    6) Inflation: pengetahuan dasar tentang inflation. Quantum field
    theory tidak terlalu diperlukan disini.
    7) Konsep phenomenologis: distribusi materi (inhomogeneities),
    anisotropy CMB, weak lensing, polarisasi CMB, kuantifikasi konsep-konsep
    tersebut terutama melalui correlation function.
    8) Statistik, analisis data, dan komputasi: untuk menganalisis data
    yang sudah terabyte satuannya.

    Nyaris semua topik di atas adalah topik fisika, dan *tidak* terkait secara
    khusus astronomi. Cukup banyak orang-orang muda/baru di cosmology meraih
    Ph.D. nya di Physics. Ada pula yang banting stir dari particle physics ke
    cosmology. Dari segi matematika, tidaklah serumit string theory atau
    quantum field theory yang banyak menggunakan geometri/topologi.
    Kebanyakan menggunakan mathematical physics yang umum (Laplacian, PDE,
    Legendre, Bessel, tensor analysis).

    So. bagaimana pikiran rekan-rekan ?



    Re: Adakah interest in precision cosmology in Indonesia (ada kontak Bapak Jorga Ibrahim, D.Sc, d.Etat)
    Oleh : My@teori.fisika.net
    Selasa, 7 Oktober 2003 (08:34 WIB) dari IP 202.51.230.12

    Hiii... ada kok ilmuwan Kosmologi di Indonesia yaitu Jorga ibrahim, D.Sc'dEtat, Premana Wardayanti Premadi, Ph.D. dan bapak Hans J. Wospakrik, Ph.D. memang bidang kosmologi itu bagus di pelajari.
    Mohon informasi dari bapak suharyo saya tunggu di email my@teori.fisika.net.


    Re: Adakah interest in precision cosmology in Indonesia
    Oleh : Indran
    Selasa, 18 November 2003 (23:32 WIB) dari IP 203.130.225.218

    Saya lulusan Fisika UI th 1995 dan sekarang bekerja di industri semiconductor. Saya punya minat di bidang astronomi, dan sejak kuliah saya nyambi neliti tentang fenomena synchronous rotation pada bulan/satelit dari planet-planet yang ada dalam tata surya kita. Tahun 1998 saya mendapatkan semacam "teori" sederhana yang dapat menjelaskan fenomena tersebut. Saya yakin sekali, jika penelitian yang telah saya lakukan dikembangkan lebih lanjut akan dapat membuat terobosan baru di bidang astronomi.


  • fisik@net (ISSN 2086-5325) http://www.fisikanet.lipi.go.id

    revisi terakhir : 18 November 2003