fisik@net (ISSN 2086-5325) http://www.fisikanet.lipi.go.id

Tiga Ilmuwan Berdarah Jepang Raih Nobel Fisika
X-5

YOICHIRO Nambu dari Amerika Serikat serta Makoto Kobayashi dan Toshihide Masukawa asal Jepang meraih Hadiah Nobel Bidang Fisika. Ketiga ilmuwan tersebut dipuji atas hasil kerja mereka dalam memaparkan anomali-anomali dalam konsep sifat dasar benda dan asal-muasal alam semesta.

Nambu, 87, meraih separuh hadiah atas penemuan mekanisme spontaneous broken symmetry dalam fisika subatomik pada 1960-an. Ia adalah profesor emeritus di Institut Enrico Fermi Universitas Chicago, AS. Kobayashi, 64, dan Masukawa, 68, berhak atas separuh hadiah lainnya atas penemuan asal usul broken symmetry.

Bidang fisika partikel yang diteliti ketiga ilmuwan tersebut merupakan fokus large hadron collider (LHC). LHC adalah penghancur partikel terbesar yang diluncurkan di Jenewa pada 11 September.

Nambu mengembangkan sebuah konsep yang disebut spontaneous symmetry-breaking dalam superkonduktivitas dan dalam partikel-partikel dasar. Teori-teori tersebut adalah fondasi dari model standar fisika yang menjelaskan tiga dari empat kekuatan alam fundamental, yakni kuat, lemah, dan elektromagnetik.

"Spontaneous broken symmetry menyembunyikan susunan alam di bawah sebuah permukaan yang campur aduk," kata panel Nobel.

"Ini telah terbukti sangat bermanfaat dan teori-teori Nambu meliputi model standar dari fisika partikel dasar. Model ini menggabungkan balok-balok bangunan terkecil dari semua benda dan tiga dari empat kekuatan alam dalam satu teori."

Pada 1970-an, Kobayashi dan Maskawa meneruskan penjelasan mengenai broken symmetry. Teori mereka membutuhkan model standar untuk diperluas tiga famili baru dari partikel subatomik yang disebut quark. Hipotesis mereka baru berhasil dibuktikan hampir tiga dekade kemudian melalui serangkaian eksperimen.

Kobayashi adalah seorang profesor emeritus di Organisasi Riset Akselerator Energi Tinggi di Tsukuba, Jepang. Maskawa juga bergelar yang sama di Institut Yukawa untuk fisika teoretikal di Universitas Kyoto, Jepang. Maskawa mengaku bahagia karena pelopornya, Nambu, dinobatkan sebagai peraih Hadiah Nobel. "Saya bahagia Tuan Nambu telah memenangi ini. Saya pikir ada peluang yang lebih besar tahun ini," ujar Maskawa seperti dikutip Jiji Press.

Tahun lalu, Hadiah Nobel Bidang Fisika diraih Albert Fert (Prancis) dan Peter Gruenberg (Jerman) atas hasil kerja mereka yang membuka jalan bagi terwujudnya hard disk yang diperkecil, salah satu terobosan dalam dunia teknologi informasi modern.

Pada Senin (6/10), ilmuwan Prancis dan Jerman meraih Hadiah Nobel Bidang Pengobatan atas penemuan virus AIDS dan penyebab kanker leher rahim.

Hari ini, Hadiah Nobel Bidang Kimia akan diumumkan, diikuti oleh Hadiah Nobel Bidang Sastra besok dan Hadiah Nobel untuk Perdamaian pada Jumat (10/10). Pengumuman pemenang Hadiah Nobel Bidang Ekonomi akan menjadi penutup rangkaian acara penghargaan pada 13 Oktober.

Hadiah Nobel yang diprakarsai Alfred Nobel pertama kali dianugerahkan pada 1901. Nobel, penemu dinamit, meninggal pada 1896. Ia menyumbangkan kekayaannya untuk menciptakan hadiah bagi mereka yang selama tahun sebelumnya meraih manfaat terhebat bagi kemanusiaan.

Para pemenang berhak atas sebuah medali emas, sebuah sertifikat, dan 10 juta krona Swedia atau sekitar Rp13,5 miliar. Hadiah uang tersebut dapat dibagi hingga kepada tiga pemenang per hadiah. Penyerahan hadiah resmi akan dilaksanakan di Stockholm, Swedia, pada 10 Desember mendatang.

Sumber : Media Indonesia (8 Oktober 2008)


revisi terakhir : 8 Oktober 2008