fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Senin, 22 April 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi dana :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi dana
» Tulis pesan baru di forum informasi dana

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    RUK
    Oleh : Kantor RISTEK
    Selasa, 12 September 2000 (03:58 WIB) dari IP 212.144.32.73

    RISET UNGGULAN KEMITRAAN
    (RUK)


    AGUSTUS 2000

    Sesuai dengan azas yang melandasi Kebijaksanaan Strategis Pembangunan
    Ipteknas 2000-2004 yang menitikberatkan pada tersedia dan terserapnya
    inovasi yang secara nyata akan menunjang peningkatan dan ketahanan produksi
    nasional yang dilandasi ruang sosial yang kokoh, maka untuk mempercepat
    difusi kemajuan teknologi serta mengembangkan kemampuan inovasi melalui
    kegiatan penelitian, pengembangan dan rekayasa, Kantor Menteri Negara Riset
    dan Teknologi bersama BPPT mempersiapkan kembali program Riset Unggulan
    Kemitraan (RUK) TA. 2001 yang telah dimulai sejak TA. 1995/96.

    Program RUK merupakan insentif untuk peningkatan kegiatan riset di industri
    dalam bentuk riset kemitraan dan cost sharing antara lembaga penelitian,
    pengembangan dan rekayasa dengan industri termasuk IKM, dalam rangka
    mengembangkan produk-produk yang kompetitif dan dilaksanakan maksimum
    selama 3 tahun.

    A. Tujuan

    Program RUK diselenggarakan sesuai dengan 4 dari 6 tujuan strategis
    Kebijakan Strategis Pembangunan Iptek Nasional 2000-2004, yaitu:
    1. Pendinamisan Momentum Pembangunan: mengerahkan sumber daya iptek untuk
    mengatasi dampak krisis serta memanfaatkan peluang yang terbuka untuk
    merevitalisasi momentum pembangunan.
    2. Pemberlanjutan Pembangunan Ekonomi: memperkuat dan meningkatkan
    efektivitas dukungan iptek serta meningkatkan insentif untuk memperkuat
    struktur sistem produksi nasional.
    3. Peningkatan Kemandirian dan Keunggulan: meningkatkan daya serap (difusi)
    iptek, menumbuhkan kemampuan inovasi dan investasi riset di industri
    sebagai landasan pembentukan kemandirian dan keunggulan.
    4. Penyelarasan dengan Perkembangan Global: menyediakan dukungan iptek
    untuk mengembangkan kemampuan pengelolaan segala sesuatu yang merupakan
    kecenderungan atau keprihatinan global, serta meningkatkan kompatibilitas
    pembangunan nasional dengan perkembangan global.

    B. Lingkup Kegiatan

    Lingkup kegiatan program RUK TA. 2001 lebih ditekankan pada penelitian yang
    menitikberatkan pada tersedia dan terserapnya inovasi yang secara nyata
    akan menunjang peningkatan dan ketahanan produksi nasional yang dilandasi
    ruang sosial yang kokoh. Dengan demikian kegiatannya harus dilandasi oleh
    tarikan kebutuhan nyata orang banyak dan diharapkan hasilnya langsung dapat
    diaplikasikan di industri (kegiatan penelitian yang bersifat terapan).

    Adapun bidang-bidang yang tercakup dalam RUK merupakan bidang iptek sesuai
    dengan Jaktra Ipteknas yakni:
    1. Bidang Sosial Budaya, meliputi dampak teknologi pada tingkah perilaku
    hubungan pusat dan daerah, dukungan massa pada pembangunan berbasis iptek,
    mengantisipasi dan mengatasi konflik sosial politik di daerah rawan;
    2. Bidang Pengembangan Sistem-sistem Nasional Sektoral dan Daerah, meliputi
    penataan sistem-sistem kepariwisataan, sistem pasar dan perdagangan
    tradisional, sistem iptek nasional, sistem inovasi nasional dan lain-lain;
    3. Bidang Pertanian dan Pangan, meliputi pertanaman/holtikultura,
    perkebunan, kehutanan, perikanan, dan kehewanan, dengan melibatkan
    bioteknologi;
    4. Bidang Kesehatan, meliputi pengembangan instrumen, bahan dan alat
    kedokteran strategis, penyempurnaan teknologi kontrasepsi, penanggulangan
    penyakit menular, gangguan gizi dan jiwa, pengembangan biofarmaka, semuanya
    dengan melibatkan dukungan bioteknologi;
    5. Bidang Lingkungan, meliputi pemonitoran, analisis, remediasi, restorasi,
    teknologi bersih dan pengendalian pencemaran, pemanfaatan - penggunaan
    kembali (reuse), penggunaan ulang ke dalam bentuk lain (recycle) dan
    pemanfaatan kembali (recovery) - limbah;
    6. Bidang Kelautan, Kebumian dan Kedirgantaraan, meliputi industri maritim,
    air, pertambangan, dan sumberdaya alam, iklim, interaksi biosfer-atmosfer,
    bencana alam, sisyem informasi inderaja;
    7. Bidang Transportasi dan Logistik, meliputi pengembangan sistem dan
    sarana di darat, laut dan udara;
    8. Bidang Energi, meliputi efisiensi ekonomi, penyimpanan, transmisi, dan
    distribusi;
    9. Bidang Manufaktur, meliputi terutama untuk industri kecil dan menengah
    serta koperasi: presisi, simulasi, pemodelan, pengendalian, manajemen
    produksi termasuk pemasarannya;
    10. Bidang Informasi dan Mikroelektronik, meliputi pengembangan sistem dan
    peranti keras serta lunak, pemanfaatan;
    11. Bidang Bahan Baru, meliputi keramik, komposit, polimer, bahan kinerja
    tinggi;

    C. Kontak

    Asisten Deputi Mekanisme Difusi Iptek
    Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi
    Gedung II BPP Teknologi Lantai 6, Jl. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta 10340
    Telp. 021 316 9166~69, Fax. 021 310 1952

    Infomasi lengkap pada

    BUKU PANDUAN DAN FORMULIR USULAN
    DOWNLOAD http://www.ristek.go.id/download/ruk.zip (411 kb)

    Panduan RUK ini dipersiapkan untuk menjadi panduan bagi semua pelaku iptek di bidang penelitian, pengembangan dan
    rekayasa. Panduan ini berisi tentang informasi umum, ketentuan dan tata cara pengajuan usulan dan proses penyaringan
    kegiatan RUK.


    RE:RUK
    Oleh : Kantor RISTEK
    Selasa, 12 September 2000 (04:32 WIB) dari IP 212.144.32.73

    Riset Unggulan Kemitraan (RUK)

    Dalam upaya pemerintah untuk: (1) mengembangkan kegiatan penelitian lembaga litbang pemerintah dan industri swasta/BUMN yang
    menunjang sektor produksi, (2) meningkatkan daya saing produk barang dan jasa, serta (3) meningkatkan kerja sama antara lembaga
    pemerintah dan industri swasta/BUMN, maka mulai tahun anggaran (T.A.) 1995/1996 dilaksanakan Program Riset Unggulan
    Kemitraan (RUK)

    Program RUK adalah suatu program dimana pemerintah ikut serta membiayai kegiatan penelitian industri terutama kegiatan teknik
    produksi dan kegiatan teknologi yang pelaksanaannya bekerjasama dengan lembaga penelitian/perguruan tinggi negeri dan
    dilaksanakan maksimum selama 3 (tiga) tahun. Program ini di selenggarakan setiap tahun anggaran, oleh karena itu guna menyusun
    perencanaan proyek RUK proses seleksi program RUK akan di laksanakan sekitar bulan Agustus setiap tahun.

    Usulan kegiatan RUK akan diseleksi oleh Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) bekerja sama dengan Dewan Riset
    Nasional (DRN) untuk menentukan kelayakan riset dan pengusulan pembiayaannya.

    Pada T.A. 1996/1997 KMNRT mendelegasikan kewenangan pengelolaan Riset Unggulan Terpadu (RUT) kepala LIPI, sedangkan
    pengelolaan RUK kepada Badan Pengakajian dan Penerapan Teknologi (BPP Teknologi).

    Pendelegasian kewenangan tersebut di atas tetap memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

    1. pelaksanaan pembiayaan, pengelolaan, analisis dan evaluasi penyelenggaraan RUK dilaksanakan di BPP Teknologi;
    2. mechanism dan formalism serta sistem pelaporan dan sistem informasi harus berjalan dengan baik;
    3. pengelolaan dilaksanakan atas supervisi langsung KMNRT dan proses yang mempengaruhi alokasi sumber daya disahkan oleh KMNRT;
    4. penyempurnaan kebijaksanaan dan evaluasi keberhasilan RUK dilaksanakan langsung oleh KMNRT

    1. LATAR BELAKANG

    Sejalan dengan tahapan pembangunan yang dilaksanakan dalam Pembangunan Jangka Panjang kesatu (PJP I), sektor industri
    semakin memiliki peran yang penting dalam perkembangan perekonomian nasional. Dalam periode 1969-1993 proporsi sumbangan
    industri terhadap PDB telah meningkat dari sekitar 9% menjadi lebih dari 22%.

    Angka tersebut melampaui sumbangan sektor pertanian yang menurun dari 49% menjadi sekitar 18%. Sumbangan sektor migas yang
    pada awal PJP I merupakan sumberdaya ekonomi yang sangat penting, juga mengalami penurunan sehingga kontribusinya pada tahun
    1993 hanya sekitar 11%. Keadaan tersebut juga menunjukkan terjadinya pergeseran kegiatan produksi dari sektor tradisional ke arah
    industri manufaktur. Oleh karena itu perkembangan ekonomi nasional akan semakin dihadapkan pada persaingan global dalam sistem
    produksi-konsumsi barang dan jasa. Hal itu sejalan pula dengan kebijaksanaan pemerintah akhir-akhir ini untuk secara bertahap
    menerapkan sistem pasar bebas dalam lingkungan ASEAN maupun Asia Pasifik.

    Dengan demikian faktor-faktor sebagai berikut memiliki peranan yang semakin penting bagi kelangsungan pembangunan nasional:
    1. perkembangan kemampuan sektor-produksi mendaya-gunakan kemajuan teknologi secara inovatif untuk meningkatkan daya
    saing produk barang dan jasa yang mereka hasilkan, baik di pasar domestik maupun pasar internasional;
    2. perkembangan jaringan kerjasama antar industri/BUMN, lembaga litbang, dan/atau perguruan tinggi yang kegiatan dan
    interaksinya membentuk kemampuan mengadopsi kemajuan teknologi, mengembangkan aplikasinya secara inovatif, dan
    mendifusikannya ke dalam berbagai kegiatan produksi, serta menguasai ilmu pengetahuan yang melandasi perkembangan teknologi;
    3. keberadaan sumber daya manusia, prasarana dan sarana, sistem kelembagaan, serta peraturan perundang-undangan yang
    membentuk iklim yang kondusif bagi perkembangan faktor-faktor tersebut diatas.

    Namun dalam kenyataan pada saat ini industri belum memiliki sumberdaya dan kapasitas litbang dan perekayasaan yang memadai
    untuk memanfaatkan kemajuan teknologi. Disamping itu program-program litbang yang dibiayai oleh pemerintah pada umumnya
    kurang menyentuh aspek bisnis sehingga potensi komersial dari hasil litbang kurang tergali. Dengan demikian interaksi antara sektor
    produksi dengan lembaga-lembaga litbang dan perguruan tinggi menjadi sangat terbatas. Keadaan ini mengakibatkan kegiatan
    produksi pada umumnya menjadi sangat tergantung pada kerjasama lisensi atau bentuk-bentuk kerja-sama produksi dan pemasaran
    lainnya. Dengan demikian banyak di antara mereka yang semata-mata melandaskan daya saingnya pada rendahnya berbagai faktor
    biaya produksi. Sementara itu meningkatnya perekonomian masyarakat, munculnya negera-negara berkembang lain yang juga
    menawarkan keunggulan komparatif yang baik, serta semakin kaburnya batas-batas pasar domestik dan internasional,
    mengakibatkan keunggulan komparatif yang selam ini menjadi faktor pendorong perkembangan industri menjadi sukar dipertahankan.

    Menanggapi keadaan di atas, dalam REPELITA VI telah ditetapkan sejumlah sasaran kebijaksanaan iptek sebagai berikut:
    1. meningkatnya kemampuan sumberdaya iptek (misalnya: SDM, sarana pendidikan, sarana litbang dan perekayasaan).
    2. terbentuknya iklim yang mendukung peningkatan produktivitas dan mutu produksi setara dengan standar internasional,
    pengembangan proses pertambahan nilai, serta pertumbuhan daya kreasi dan inovasi.
    3. meningkatnya kemampuan teknologi di industri kecil, usaha kecil dan koperasi.
    4. terbentuknya kelembagaan yang menunjang kemitraan riset.
    5. terbentuknya sistem informasi yang diperlukan untuk memperlancar arus masuk dan penyebaran kemajuan iptek.

    Perkembangan kapasitas litbang di sektor produksi merupakan aspek yang penting dan harus ditingkatkan seiring dengan
    pelaksanaan kebijaksanaan itu. Oleh karena itu pemerintah juga mentargetkan peningkatan pembiayaan litbang dari sekitar 0,3% PDB
    pada awal PELITA VI menjadi sekitar 2% PDB pada akhir PJP II, dimana apabila pada awal PELITA VI partisipasi sektor produksi
    hanya sekitar 20%, maka pada akhir PJP II diharapkan dapat mencapai 70-80%. Kebijaksanaan tersebut di atas menunjukkan
    keinginan pemerintah untuk mempercepat proses transformasi industri, agar perkembangannya semakin dilandaskan pada
    kemampuan sumber daya manusia memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai kemajuan iptek.

    Sebagai salah satu langkah nyata pelaksanaan kebijaksanaan tersebut di atas, sejak tahun anggaran 1995/96 Kantor Menteri Negara
    Riset dan Teknologi (KMNRT), Dewan Riset Nasional (DRN), dan BAPPENAS telah mengembangkan Program Riset Unggulan
    Kemitraan (RUK) yang menerapkan suatu pola insentif untuk memacu kegiatan litbang di sektor produksi serta mendorong
    pembentukan kemitraan antara sektor produksi dengan lembaga dan perguruan tinggi.

    2. Tujuan

    Program Riset Unggulan Kemitraan (RUK) bertujuan menyediakan insentif bagi sektor produksi dan sektor litbang untuk:
    1. mendorong industri meningkatkan investasi dan kemampuan riset agar secara bertahap daya saingnya dapat lebih dilandaskan
    pada kemampuan memanfaatkan kemajuan teknologi baik untuk meningkatkan produktivitas proses produksinya maupun untuk
    meningkatkan spesifikasi teknis, dan daya saing harga barang dan jasa yang dihasilkannya.
    2. mendorong kemitraan antara industri/BUMN dengan lembaga litbang dan perguruan tinggi, agar investasi dan program iptek
    pemerintah yang dilaksanakan oleh lembaga litbang dan perguruan tinggi dapat memanfaatkan secara nyata bagi perkembangan
    sektor produksi.

    Usulan proposal yang sesuai dengan format dalam buku panduan dapat dikirimkan ke alamat:

    Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI