fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Minggu, 17 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    BUKU BARU : Turbulensi Laut Banda (Studi Pendahuluan ARLINDO Microstructure)
    Oleh : A. Sulaiman
    Sabtu, 15 November 2008 (09:06 WIB) dari IP 125.160.110.114

    Naskah lengkap bisa diunduh di halaman PUBLIKASI / BUKU-BUKU TERKAIT

    =====================================

    Turbulensi Laut Banda (Studi Pendahuluan ARLINDO Microstructure)

    A. Sulaiman, TISDA BPPT

    Abstrak

    Buku ini berbicara tentang turbulen, sesuatu yang sukar didefinisikan tetapi sangat penting dalam kehidupan. Turbulensi terjadi diseluruh penjuru alam semesta: di dalam bintang, di atmosfer, di laut, di pabrik, di gedung DPR, dikantor, bahkan sampai di dapur. Dalam aktivistas kita sehari-hari, kita akan bertemu dengan turbulen. Sebagai contoh, bila kita menyeduh secangkir susu coklat maka tentu saja kita akan mengaduknya supaya susu dan coklat bercampur sehingga bila diminum kita akan merasakan nikmat, sambil geleng-geleng kepala dan berkata “pas susunya !!”. Pada dasarnya kita telah menciptakan turbulensi dengan pengaduk sebagai gaya pengeraknya. Di laut turbulensi juga terjadi. Jika di laut tidak ada turbulen atau sering juga disebut proses mixing (pencampuran) maka massa air yang di dasar akan tetap di dasar dan massa air yang diatas akan tetap diatas, sehingga kita tidak akan pernah menjumpai laut seperti sekarang ini. Laut dari jaman nenek moyang akan sama dengan jaman kita karena adanya proses mixing yang membawa massa air ke atas dan sebaliknya. Turbulen akan membawa nutrien dari dasar ke permukaan sehingga permukaan menjadi subur dan banyak ikannya, sehingga nelayan senang karena banyak tangkapannya dan kita mendapat suplai ikan laut yang menyebabkan badan menjadi sehat dan otak tambah cerdas. Turbulensi merupakan penopang kehidupan di laut. Dalam buku ini kita akan berbicara tentang turbulensi yang ada dilaut, khususnya dilaut yang dinamakan laut Banda. Ada hal yang menarik dari laut Banda ini. Cobalah anda lihat peta dunia, kita akan melihat bahwa laut Banda merupakan satu-satunya laut yang tertutup atau semi tertutup yang terletak di ekuator. Laut Banda dapat dibayangkan seperti mangkok raksasa dengan diameter 400 km dalam arah utara-selatan dan diameter 800 km dalam arah timur-barat, serta kedalaman rata-rata 5000m. Banyak pengukuran turbulen yang telah dilakukan di ekuator tetapi lautnya merupakan laut terbuka, dan banyak pula pengukuran telah dilaukan di laut tertutup atau semi tertutup tetapi tidak terletak di ekuator. Laut Banda mengabungkan keduanya. Saya barangkali termasuk orang yang beruntung dapat mengikuti ekspedisi turbulensi di laut Banda yang pertama kali. Ekspedisi ini dinamakan Arlindo Microstructure dan ekspedisi pertama ini termasuk sukses dengan didapatkannya banyak data dan fenomena yang menarik. Seseorang mengelitik saya sampai saya "njondal-njondil” saking gelinya, untuk menuliskan hasil ekspedisi ini dalam sebuah buku. Interaksi saya dengan Prof. Michael C. Gregg [Pak Gregg merupakan salah seorang tokoh sentral (pendekar) dalam pengukuran turbulensi dilaut] yang menyebabkan saya berani melakukan ini. Sudah selayaknya saya berterima kasih atas ilmu dan informasinya. Iklim akademis yang diberikannya sangat kondusif, dan wataknya yang sabar dan bijaksana menyebabkan saya cepat menyerap ilmu yang diberikannya. Seperti buku pada umumnya, buku ini akan dimulai dengan suatu pendahuluan yang memberikan gambaran singkat tentang turbulensi di laut serta latar belakang mengapa kita mengadakan ekspedisi turbulensi di laut Banda. Kondisi laut yang berlapis secara alamiah sangat menguntungkan karena ketakstabilan yang muncul dari keadaan ini merupakan sumber utama terjadinya turbulen. Adanya beda kecepatan antar lapisan di laut dinamakan shear. Jika gangguan muncul dan kondisi menjadi tak stabil maka turbulen akan tercipta. Gangguan yang menjalar dalam fluida berlapis (yang disebut gelombang internal) suatu saat akan mencapai kondisi kritis sehingga dia akan pecah, pecahnya gelombang ini akan menimbulkan turbulensi. Hasil pengukuran selama ini menunjukkan shear dan pecahnya gelombang internal merupakan dua sumber utama turbulensi dilaut. Penjelasan dari keduanya akan dibahas secara mendalam dalam bab kedua. Bab ketiga akan membicarakan tentang bagaimana caranya kita mengukur turbulensi di laut. Bab ke empat berisikan hasil pengukuran serta penjelasan fenomena yang kita jumpai selama ekspedisi. Beberapa peneliti telah mencoba mengestimasi kekuatan mixing dengan menghitung difusivitas diapiknalnya dengan data hidrografi. Hasil perhitungan mereka mencapai kesimpulan bahwa mixing dilaut Banda sangat kuat dengan harga dalam orde 10-4 m2/s. Hasil pengukuran dengan modular microstructure profiler (MMP) menunjukkan harga yang lemah yaitu dalam orde 10-6 m2/s. Hasil mengejutkan inilah yang menyebabkan penelitian turbulensi di laut Banda masih terbuka lebar lebar. Alasan utama saya menuliskan buku ini dalam bahasa Indonesia adalah supaya buku ini mudah dibaca. Saya mulai jatuh cinta pada turbulen semenjak saya mahasiswa, waktu itu saya tertarik pada proses pembalikan medan magnet bumi akibat gerak turbulen di dalam inti luar bumi. Saat itu saya mengalami masa-masa sulit untuk bisa memahami turbulen, karena saya mempelajarinya secara otodidak. Saya tengah belajar bagaimana menyampaikan konsep yang susah ini ke dalam bahasa yang sederhana sehingga saya berharap buku ini mudah dibaca oleh semua orang. Tetapi dengan sangat menyesal saya ingin mengatakan bahwa buku ini akan mudah dimengerti oleh mereka yang mempunyai landasan yang baik dalam A. Sulaiman : Turbulensi Laut Banda (2000) metode matematika (analisis vektor, analisis Fourier, persamaan diferensial biasa/parsial) dan dasar-dasar dinamika fluida. Kita akan membicarakan secara ringkas metode-metode matematika diatas di apendiks. Saya tidak mengasumsikan pembaca mempunyai pengetahuan tentang turbulensi, tetapi bagi pembaca yang mempunyai dasar yang kuat mekanika statistik dan teori kinetik gas, akan sangat membantu sekali, karena dasar filosofis dari teori statistik turbulensi (yang di gunakan dalam penelitian ini) adalah mengadopsi dari mekanika statistik. Saya telah berusaha sekuat tenaga untuk menyajikan buku ini sedemikian rupa sehingga semua orang pada garis besarnya dapat memahaminya dengan mudah. Hanya pembaca yang menilai usaha saya berhasil atau tidak. Meskipun penelitian dilaut Banda belum selesai tetapi toh saya berani menuliskannya dalam sebuah buku. Tujuan saya semata-mata supaya banyak ilmuwan kita yang mau bersusahsusah untuk ikut menyelidiki turbulensi atau proses mixing yang terjadi dilaut kita ini. Sangat ironis kalau orang asing justru lebih tahu tentang laut kita dari pada ilmuwan kita sendiri. Saya melihat tanda-tanda kearah itu sudah tampak, dilain pihak saya juga optimis bahwa ternyata banyak ilmuwan laut kita yang sudah berada di garis depan sains. Itu suatu prestasi yang membanggakan. Insya Allah, dengan usaha yang pantang menyerah pada akhirnya kita dapat berada di garis depan sains kelautan.


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI