fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Senin, 18 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Nobel Prize in Physics 2008
    Oleh : Haryo Sumowidagdo
    Selasa, 7 Oktober 2008 (21:32 WIB) dari IP 125.160.114.205

    Yoichiro Nambu, for the discovery of the mechanism of spontaneous broken symmetry in subatomic physics.

    Makoto Kobayashi dan Toshihide Maskawa, for the discovery of the origin of the broken symmetry which predicts the existence of at least three families of quarks in nature.

    Haryo Sumowidagdo


    Re: Nobel Prize in Physics 2008
    Oleh : L.T. Handoko
    Selasa, 7 Oktober 2008 (22:09 WIB) dari IP 125.160.114.205

    Wah, akhirnya para "pejuang" Jepang ini diberi juga hadiah Nobel.

    Y. NNANBU :

    Merupakan "pionir konsep perusakan simetri" dengan model sigma awal 60-an, jauh sebelum ada model standar. Konsep ini merupakan mekanisme dimana partikel boson yang di teori tidak bermassa (saat itu kasusnya adalah pion) bisa memunculkan suku massa setelah perusakan simetri.

    Model ini kemudian dikembangkan oleh G. Jona-Lasinio untuk kasus simetri chiral, yang kemudian dikenal sebagai model NJL (Nambu-Jona-Lasinio).

    Mekanisme ini digeneralisasi lagi oleh J. Goldstone, termasuk untuk fermion. Partikel ini awalnya disebut partikel Nanbu-Goldstone.

    Konsep ini penting, karena ini yang mendasari mekanisme Higgs yang kemudian jauh lebih dikenal di fisika partikel modern. Mekanisme Higgs sebenarnya merujuk pada kasus khusus di model standar berbasis simetri SU(2) x U(1).

    Karena itu kalau di buku teks fisika partikel setelah 80-an, nama Nanbu, model NJL dll sudah tidak muncul lagi dan jadi kurang dikenal fisikawan partikel muda. Umumnya di buku modern semuanya langsung membahas mekanisme Higgs dan partikelnya...

    Komentar personal :
    Sebenarnya pemberian Nobel ke Nanbu ini agak mengejutkan. Karena unmumnya komunitas fisika partikel memprediksi Nobel akan diberikan ke Nanbu bersamaan dengan Higgs, BILA partikel Higgs jadi ditemukan di LHC. Yang sebagian kami di komunitas partikel agak pesimis akan ditemukan...;-(.


    KOBAYASHI & MASKAWA :

    Keduanya merupakan penulis paper mengenai Kobayashi-Maskawa matriks di jurnal Jepang : Progress of Theoretical Physics di tahun 1971. Yaitu matriks 3 x 3 yang mengekspansi matrik Cabibbo yang 2 x 2, dengan menambahkan kuark bottom dan top (ditemukan tahun 98 di CDF). Karena matriks 3 x 3, ada tambahan fase di dalamnya yang mengakibatkan munculnya perusakan CP.

    Jadi konsep sederhana ini memberi 2 prediksi : adanya generasi ke-3 yang waktu itu belum ada, dan perusakan simetri terkait materi dan anti-materi. Generasi ketiga sudah dikonfirmasi dengan ditemukannya kuark top, sedangkan asimetri CP sudah dikonfirmasi di eksperimen B-factory di SLAC (SLAC-B) dan KEK.(Belle).

    Topik ini biasa disebut flavor physics, khususnya B-physics, yang merupakan topik saya sejak di Hiroshima s/d di HHamburg. Khususnya untuk Kobayashi, merupakan host-prof saya selama di KEK periode tahun 1996-1997. Sayang, keduanya praktis sudah tidak aktif meneliti sejak paper tahun 1971 tsb ! Kecuali Kobayashi yang namanya masih tercantum di banyak papaer eksperimen di KEK karena statusnya sebagai sesepuh disitu...
    Ini salah satu tipe peraih Nobel 1-shoot dan lucky busted...;-).

    Komentar :
    Sebenarnya setelah ditemukan kuark top tahun 98 dan konfirmasi asimetri CP di meson B tahun 2000-an, semua sudah menduga KM bakal mendapat Nobel. Namun komunitas fisika partikel menduga yang diberi adalah bertiga : Cabibbo + Kobayashi + Maskawa. Karena matriks diatas biasa kita sebut matriks CKM. Jadi kayaknya lobi komunitas Jepang cukup kuat tahun ini...;-). Tahun-2 berikutnya bakal ada "gerakan" dari komunitas Eropa, persis seperti saat Veltman "menemani" tHooft mendapat Nobel.


    Re: Nobel Prize in Physics 2008
    Oleh : L.T. Handoko
    Rabu, 8 Oktober 2008 (09:48 WIB) dari IP 152.118.148.218

    Jadi meski Nobel tahun ini diberikan untuk topik "perusakan simetri",
    tetapi sebenarnya dari 2 jenis perusakan yang sama sekali berlainan dan
    tidak berhubungan. Seperti politik, Nobel kadang sulit diduga...;-).
    Karena kalau mengikuti nalar komunitas fisika partikel, yang diberi
    mestinya kombinasi : "Cabibbo + Kobayashi + Maskawa" dan berikutnya (kalau
    partikel Higgs ketemu di LHC) adalah : "Nanbu + Goldstone + Higgs". Sebab
    tanpa bukti riil di LHC, konsep perusakan simetri untuk membentuk massa
    partikel baru konsep di atas kertas. Itu sebabnya grup kami mencoba
    menelaah mekanisme lain memakai dimensi ekstra dan Little Higgs untuk
    antisipasi bila partikel Higgs tidak berhasil dideteksi di LHC (yah,
    sebenarnya ini yang diharapkan supaya banyak kerjaan baru, he... he...).


    Re: Nobel Prize in Physics 2008
    Oleh : Romulus Godang
    Rabu, 8 Oktober 2008 (09:48 WIB) dari IP 152.118.148.218

    Rekan sekalian,

    Tidak masuknya Nicola Cabibbo (Italian Scientist) untuk Nobel
    Price Physics 2008 memang disayangkan karena beliau yang pertama sekali
    mengembangkan theory adanya rotation matrix. Tapi theory Cabibbo hanya
    memerlukan 2 generasi quark (up-down, charm-strange). Sedangkan generasi
    ketiga baru di release oleh Makoto Kobayashi and Toshihide Maskawa tahun
    1972. Sebelum 1972 Cabibbo tidak pernah menduga adanya quark generasi
    ketiga apalagi menduga adanya CP symmetry breaking pada quark generasi
    ketiga ini.

    Theory Makoto Kobayashi and Toshihide Maskawa yang membuka lembaran baru
    baru bagi high energy physics communities saat 1970an. Mereka berdua
    menduga (tentu dengan theory yang mendukung) bahwa CP symmetry breaking
    bisa dibuktikan melalui B mesons sebagai generasi ketiga. Ide mereka
    berdua yang membuat director Fermilab sekarang Pier Oddone dkk membuat
    proposal akan perlunya membangun B factory machine (asymmetric machine)
    seperti BaBar (California, USA) dan Belle (KEK,Japan).
    Saat itu (1980an) CLEO experiment di Cornell University dan LEP di CERN
    sudah aktif menghasilkan papers tentang B meson decays, tapi machines CESR
    di Cornell dan LEP, CERN tidak bisa melihat adanya CP symmetry breaking
    in B meson decays karena machinesnya didesign symmetric. Selain itu
    Tevatron di Fermilab sudah aktif menghasilkan bbar quark.

    Tahun 1995an Babar dan Belle mulai dibangun dan hasilnya tahun 2001
    pertama sekali dibuktikan bahwa CP symmetry breaking dapat dilihat
    melalui B mesons yang ditemukan oleh BaBar dan Belle collaboration
    secara terpisah yang dikenal dengan CP Violation in B meson decays.
    Penemuan CP Violation in B meson decays ini merupakan salah satu sumber
    mengapa di universe saat sekarang ditemukan kebanyakan matter daripada
    antimatter. Padahal saat universe terbentuk dengan theory Big Bang
    (14 billion ago) diduga matter and antimatter memiliki jumlah yang sama
    banyak (equal amounts) atau balance.

    Best,
    Romulus


    Re: Nobel Prize in Physics 2008
    Oleh : L.T. Handoko
    Rabu, 8 Oktober 2008 (09:49 WIB) dari IP 152.118.148.218

    Wah tambahan dari pak Romulus makin membuat komplit.

    Perlu diketahui pak Romulus ini mantan anggota kolaborator BaBar di Fermilab
    yang mengkaji eksperimen terkait B-meson. Maaf juga saya terlupa menyebut
    kolaborasi Babar yang merupakan kompetitor utama SLAC-B dan Belle saat
    jaya-jayanya B-factory...;-). Jadi meski sedikit, ada insan Indonesia yang
    berkiprah di eksperimen terkait Nobel tahun ini. Untuk penemuan top quark
    tahun 98 juga ada anggota kolaborator lulusan UI, namanya van de Brink (?!).

    ] Tidak masuknya Nicola Cabibbo (Italian Scientist) untuk Nobel
    ] Price Physics 2008 memang disayangkan karena beliau yang pertama sekali
    ] mengembangkan theory adanya rotation matrix. Tapi theory Cabibbo hanya
    ] memerlukan 2 generasi quark (up-down, charm-strange). Sedangkan generasi
    ] ketiga baru di release oleh Makoto Kobayashi and Toshihide Maskawa tahun
    ] 1972. Sebelum 1972 Cabibbo tidak pernah menduga adanya quark generasi
    ] ketiga apalagi menduga adanya CP symmetry breaking pada quark generasi
    ] ketiga ini.

    Kalau melihat paper KM, yang dilakukan sebenarnya bukan memprediksi CP dll,
    tetapi hanya menulis berbagai kemungkinan struktur matriks "kalau ada
    generasi ketiga". Yang membuat paper "kalau ada generasi keempat" juga ada
    (Mohapatra cs dll)... Semua waktu itu tidak menduga ada generasi ketiga,
    keempat, dst termasuk KM. Semua hanya mencoba, karena memang belum ada
    batasan dari eksperimen (data presisi untuk lebar peluruhan boson Z setelah
    tahun 90-an). Nah, matriks yang kita kenal sekarang sebagai CKM itu ada di
    bagian akhir, tidak sampai 1 halaman...;-). Yang penting dari konsep matriks
    itu sebenarnya bukan hanya di 2 x 2 atau 3 x 3, tetapi di konsep "flavor
    changing"-nya, yaitu adanya kemungkinan interaksi antar generasi yang
    berbeda. CP asymmetry ada tidak hanya karena ada fase akibat matriksnya 3 x
    3, tetapi juga karena interaksi antar generasi yang diusung Cabibbo tsb...
    Tanpa itu, meski matriksnya 4 x 4, tidak ada perlunya eksperimen B - anti-B
    mixing, alias materi anti-materi dll....


    Re: Nobel Prize in Physics 2008
    Oleh : Hendry Izaac Elim
    Rabu, 8 Oktober 2008 (10:31 WIB) dari IP 152.118.148.218

    Press Release

    7 October 2008

    The Royal Swedish Academy of Sciences has decided to award the Nobel Prize in Physics for 2008 with one half to

    Yoichiro Nambu
    Enrico Fermi Institute, University of Chicago, IL, USA

    "for the discovery of the mechanism of spontaneous broken symmetry in subatomic physics"

    and the other half jointly to

    Makoto Kobayashi, High Energy Accelerator Research Organization (KEK), Tsukuba, Japan

    and

    Toshihide Maskawa,Yukawa Institute for Theoretical Physics (YITP), Kyoto University, Japan

    "for the discovery of the origin of the broken symmetry which predicts the existence of at least three families of quarks in nature"

    Passion for symmetry

    The fact that our world does not behave perfectly symmetrically is due to deviations from symmetry at the microscopic level.

    As early as 1960, Yoichiro Nambu formulated his mathematical description of spontaneous broken symmetry in elementary particle physics. Spontaneous broken symmetry conceals nature's order under an apparently jumbled surface. It has proved to be extremely useful, and Nambu's theories permeate the Standard Model of elementary particle physics. The Model unifies the smallest building blocks of all matter and three of nature's four forces in one single theory.

    The spontaneous broken symmetries that Nambu studied, differ from the broken symmetries described by Makoto Kobayashi and Toshihide Maskawa. These spontaneous occurrences seem to have existed in nature since the very beginning of the universe and came as a complete surprise when they first appeared in particle experiments in 1964. It is only in recent years that scientists have come to fully confirm the explanations that Kobayashi and Maskawa made in 1972. It is for this work that they are now awarded the Nobel Prize in Physics. They explained broken symmetry within the framework of the Standard Model, but required that the Model be extended to three families of quarks. These predicted, hypothetical new quarks have recently appeared in physics experiments. As late as 2001, the two particle detectors BaBar at Stanford, USA and Belle at Tsukuba, Japan, both detected broken symmetries independently of each other. The results were exactly as Kobayashi and Maskawa had predicted almost three decades earlier.

    A hitherto unexplained broken symmetry of the same kind lies behind the very origin of the cosmos in the Big Bang some 14 billion years ago. If equal amounts of matter and antimatter were created, they ought to have annihilated each other. But this did not happen, there was a tiny deviation of one extra particle of matter for every 10 billion antimatter particles. It is this broken symmetry that seems to have caused our cosmos to survive. The question of how this exactly happened still remains unanswered. Perhaps the new particle accelerator LHC at CERN in Geneva will unravel some of the mysteries that continue to puzzle us.
    Yoichiro Nambu, US citizen. Born 1921 in Tokyo, Japan. D.Sc. 1952 at University of Tokyo, Japan. Harry Pratt Judson Distinguished Service Professor Emeritus at Enrico Fermi Institute, University of Chicago, IL, USA.
    http://physics.uchicago.edu/research/areas/particle_t.html#Nambu

    Makoto Kobayashi, Japanese citizen. Born 1944 in Nagoya, Japan. Ph.D. 1972 at Nagoya University, Japan. Professor Emeritus at High Energy Accelerator Research Organization (KEK), Tsukuba, Japan.
    www.kek.jp/intra-e/press/2007/EPSprize2_e.html

    Toshihide Maskawa, Japanese citizen. Born 1940. Ph.D. 1967 at Nagoya University, Japan. Professor Emeritus at Yukawa Institute for Theoretical Physics (YITP), Kyoto University, Japan.
    www.yukawa.kyoto-u.ac.jp/english

    Prize amount: SEK 10 million. Nambu receives one half and Kobayashi and Maskawa share the other half.


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI