fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Senin, 18 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Indonesia raih dua emas di Olimpiade Fisika Internasional di Spanyol
    Oleh : Hendra Kwee
    Minggu, 10 Juli 2005 (08:33 WIB) dari IP 202.153.239.189

    Ini berita dari Spanyol tentang tim indonesia di olimpiade fisika internasional.

    Selamat buat sukses TOFI 2005: Andika Putra (SMU Sutomo 1 Medan), Ali Sucipto (SMU Xaverius 1 Palembang), Purnawirman (SMUN 1 Pekanbaru), Michael Adrian (SMU Regina Pacis Bogor) dan Ario Prabowo (SMU Taruna Nusantara Magelang). Selamat juga buat pimpinan tim Indonesia: Prof. Yohanes Surya PhD., Rahmat Widodo Adi Ph.D., Yudistira Virgus dan Edi Gunanto.


    Olimpiade Fisika : Indonesia Meraih Dua Emas
    Oleh : Kompas
    Senin, 11 Juli 2005 (18:33 WIB) dari IP 202.153.239.127

    Jakarta, Kompas - Indonesia dipastikan merebut dua medali emas dan tiga medali perunggu dalam Olimpiade Fisika Internasional di Salamanca, Spanyol, 3-12 Juli. Dalam ajang yang diikuti 340 pelajar SLTA dari 76 negara itu, medali emas untuk Indonesia dipersembahkan oleh Andhika Putra (siswa SMA Sutomo 1 Medan) dan Ali Sucipto (SMA Xaverius 1 Palembang).

    Adapun medali perunggu disumbangkan oleh Purnawirman (SMA Negeri 1 Pekanbaru), Michael Adrian (SMA Regina Pacis Bogor), dan Ario Prabowo (SMA Taruna Nusantara Magelang).

    Pembina Tim Olimpiade Fisika Indonesia Prof Yohanes Surya PhD dari Salamanca, Minggu (10/7), menjelaskan, "Sebetulnya kita bahkan berpeluang meraih medali perak melalui Purnawirman. Sayang nilainya kurang sedikit. Dalam moderasi ditetapkan nilai batas bawah medali perak 41, sementara nilai total Purnawirman 40,1."

    Menurut Yohanes, total nilai yang dimoderasikan kemarin adalah gabungan antara nilai ujian teori dan eksperimen. Namun, tanpa dimoderasikan pun Indonesia sudah pasti meraih dua emas. Total nilai Andhika (48,3) dan Ali (46,6) sudah melewati batas bawah nilai emas (45).

    Moderasi adalah ajang debat bagi para pembina/pendamping tim untuk mengompromikan nilai batas bawah dan batas atas peraih medali.

    China dan Taiwan berbagi lima emas. Rusia meraih empat emas. Indonesia setara dengan Australia, India, Iran, dan Thailand, meraih dua emas. (NAR)


    Re: Indonesia raih dua emas di Olimpiade Fisika Internasional di Spanyol
    Oleh : Yohanes Surya
    Kamis, 14 Juli 2005 (04:55 WIB) dari IP 202.153.239.108

    Tadi sore Tim Olimpiade Fisika Indonesia mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta. Tim dijemput oleh Bapak Zamroni dan staff dikmenum Depdiknas Suasana penjemputan cukup ramai.

    Dalam pertandingan di Olimpiade Fisika Internasional (OFI) ke 36 Salamanca Spanyol Indonesia meraih 2 medali emas dan 3 perunggu. Hasil ini lebih baik dari hasil beberapa negara seperti Amerika, Australia, Korea, Israel, Jerman Inggris dan negara Eropa Barat lainnya. Tetapi masih kalah dari China, Taiwan, Hongaria dan Rusia. Belarus yang tahun lalu dapat absolute winner kini hanya meraih medali perak.

    Soal dalam olimpiade kali ini relatif lebih mudah, tetapi membutuhkan ketelitian. Itu sebabnya nilai para peserta tinggi-tinggi sekali, sehingga batas bawah medali emas adalah 45 poin dari maksimum 50 poin. Biasanya 40 poin sudah emas, bahkan di Bali tahun 2002 batas bawah emas 36 poin. Andika putra mendapat nilai 48,3 poin (96,6 ia kehilangan poin karena tidak teliti. Seharusnya ia memperoleh nilai 49,7 poin. Mungkin belum saatnya kita merebut absolute winner yang diraih peserta Taiwan dan Hongaria masing-masing dengan 49,5 poin. Ali Sucipto mendapat medali emas dengan 46,6 poin.

    Batas bawah perak 41 poin dan perunggu 32 poin serta honorable mention 21 poin. Purnawirman merebut 40,1 poin, Aryo prabowo 32,4 dan Michael Ardian 32 2 poin sehingga ketiganya mendapat medali perunggu.

    Soal pertama mengenai satelit yang sedang mengorbit lalu karena salah menembakkan gas, orbitnya berubah. Soal kedua tentang satuan ohm dan ampere yang dihubungkan dengan mekanika. Sedangkan soal ketiga tentang kuantisasi gerakan neutron dalam medan gravitasi.

    Beberapa hal menarik dari olimpiade:

    1. Dari jumlah medali emas, perolehan medali emas di dominasi oleh negara-negara Asia disusul negara eropa timur + rusia. Negara eropa barat termasuk Amerika makin lama makin turun prestasinya. Menurut para pimpinan tim dari eropa barat, hal ini disebabkan karena minat siswa mereka pada fisika makin lama makin kecil. Mereka sangat takut kehilangan siswa. Yang menang medali (emas, perak, atau perunggu) jarang yang mau masuk fisika. Saking tidak adanya murid pintar yang berminat ikut olimpiade, mereka asal comot saja (di Macedonia, siswa yang mampu membayar sendiri boleh ikut). Sebaliknya di Asia terutama, China, Taiwan dan India minat masuk fisika cukup besar. Yang ikut seleksi olimpiade fisika bisa ratusan ribu orang jumlahnya.

    2. Singapore menganggap sangat penting olimpiade fisika ini. Persiapan sebagai tuan rumah IPHO tahun 2006 terlihat sangat matang. Semua institusi bekerja sama, rapih sekali koordinasinya. Soal telah dibuat sejak 1 tahun yang lalu. Kelihatannya mereka mau besar-besaran menyelenggarakan olimpiade fisika ini. Menurut rencana mereka yang menang medali semuanya akan diberi beasiswa full di NTU atau NUS. Empat siswa Indonesia yang meraih medali tahun ini mendapat beasiswa penuh tanpa ikatan dinas di jurusan fisika NTU. Dalam persiapan tim, menurut salah seorang ofisial singapore, mereka tidak hanya meminta bantuan dosen-dosen tetapi juga mereka memanfaatkan mahasiswa-mahasiswa Indonesia peraih medal olimpiade yang sedang belajar di Singapore.

    3. Kazakhtan yang akan jadi tuan rumah AphO 2006 mempersiapkan diri dengan serius sekali. Mereka benar-benar menaruh perhatian untuk anak-anak berbakat Berbagai pertanyaan ditanyakan terutama tentang cara mempersiapkan anak untuk olimpiade. Mulai beberapa tahun terakhir ini, setiap tahun pemerintah Kazakhtan mengirim 3000 siswa berbakat (gifted children) ke luar negeri (Amerika, Eropa) untuk belajar sains dan teknologi. Seluruhnya dengan beasiswa pemerintah. Menurut Mrs Lyailla manager anak berbakat Kazakhtan, perhatian pemerintah mereka sangat besar. Ini untuk mempersiapkan pembangunan besar-besaran di Kazakhtan beberapa tahun mendatang.

    4. Akan dibentuk pelatihan bersama olimpiade fisika negara-negara Asean di Indonesia. Biaya akan ditanggung oleh Asean Foundation. Mudah-mudahan tahun 2006/2007 dapat terlaksana. Kita patut berbangga karena Indonesia diminta untuk melatih siswa-siswa Asean ini termasuk siswa Singapore, Thailand dan Vietnam.

    5. Pemerintah Vietnam sedang menggalakan usaha mengajak lebih banyak putri-putrinya ke arah sains. Salah satu putrinya mendapat satu-satunya medali emas bagi vietnam dalam olimpiade fisika di Spanyol ini. Di Indonesia kita sedang membuat pemilihan putri sains yang didukung oleh Dikmenti Jakarta. Mudah-mudahan ini akan mendorong para putri Indonesia mencintai sains. Dan juga mudah-mudahan ini akan mengubah persepsi bahwa ilmuwan itu tidak cantik, berkacamata tebal, rambutnya awut-awutan dll.

    Pak Rachmat Widodo yang ikut sebagai tim leader mungkin bisa menambahkan lagi....


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI