fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Minggu, 17 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Fasilitas pajak bagi perusahaan yang memberikan sumbangan untuk kegiatan riset dan pengembangan (R&D)
    Oleh : Suby
    Jumat, 27 Mei 2005 (12:43 WIB) dari IP 140.105.16.64

    Berita menarik dari Bisnis Indonesia:

    JAKARTA (Bisnis): Pemerintah mempertimbangkan memberikan fasilitas pajak bagi perusahaan yang memberikan sumbangan untuk kegiatan riset dan pengembangan (R&D).
    Menteri Keuangan Jusuf Anwar menyatakan dorongan fiskal [untuk kegiatan riset dan pengembangan] tersebut diberikan dalam bentuk tax deductable, yaitu bagi pihak yang mengeluarkan dana diakui sebagai biaya sedangkan bagi penerimanya bukan dianggap sebagai penghasilan [sehingga tidak kena pajak penghasilan].

    Menurut dia, Departemen Keuangan masih mencari 'jalan keluar' untuk menggairahkan riset dan teknologi di Tanah Air dengan mendorong perusahaan/lembaga mencurahkan sebagian dananya ke dalam kegiatan itu.

    "Saya katakan dalam perubahan UU Perpajakan, saya sudah bilang pada Pak Hadi Poernomo [Dirjen Pajak] tolong ditampung kegiatan riset dan pengembangan supaya memperoleh dorongan fiskal kalau bisa tax deductable," katanya dalam raker dengan Panitia Anggaran DPR dan Bank Indonesia di Jakarta kemarin.

    Dia menjelaskan dukungan fiskal dalam pengembangan riset dan teknologi itu akan memungkinkan perusahaan baik BUMN maupun swasta, universitas, dan lembaga penelitian untuk membiayakan pengeluaran riset sebagai pengurang pajak.

    Selain itu, Jusuf mengungkapkan Departemen Keuangan dan Kementerian Riset dan Teknologi telah menghasilkan Peraturan Pemerintah tentang Alih Teknologi. "PP sudah disetujui RI 1 [Presiden Yudhoyono] dan sudah dimuat dalam lembaran negara. Alih teknologi diakui sebagai cost untuk pengurangan pajak demikian juga beasiswa dan kegiatan sosial lainnya," katanya sambil membacakan pesan layanan singkat dari Menristek Kusmaryanto Kardiman.

    Menkeu menjanjikan pemerintah akan meningkatkan porsinya untuk pengembangan pendidikan dan ristek di Indonesia jika diiringi dengan dukugan politik dari DPR.

    Realisasi penerimaan

    Pada kesempatan berbeda Dirjen Pajak Hadi Poernomo menjelaskan realiasi penerimaan pajak per 15 Mei 2005 mencapai Rp97 triliun atau sekitar 38 ari target APBN 2005. Jumlah tersebut setara dengan 143 ealisasi penerimaan periode yang sama tahun lalu.

    Realisasi penerimaan pajak itu itu berasal dari PPh migas Rp10,5 triliun, PPh nonmigas Rp52,2 triliun, PPN Rp31,3 triliun, PBB dan BPHTB sebesar Rp2,3 triliun, serta pajak lainnya sekitar Rp0,7 triliun.

    Sementara Dirjen Bea dan Cukai Eddy Abdurrachman menuturkan realisasi penerimaan bea masuk dan cukai per 15 Mei mencapai 16,156 triliun atau sekitar 39,45 ari target APBN.

    Penerimaan tersebut, lanjutnya, terdiri dari bea masuk Rp5,616 triliun atau sekitar 46,73 ari patokan APBN dan cukai Rp10,54 triliun atau sekitar 36,43 ari target fiskal. (luz)


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI