fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Senin, 18 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Indonesia Raih 4 Medali Emas APhO
    Oleh : Muhrodin
    Selasa, 3 Mei 2005 (17:23 WIB) dari IP 222.124.24.99

    Kompas, Senin, 02 Mei 2005

    Olimpiade Fisika Asia Ke-6 Berakhir
    - Indonesia Raih Empat Medali Emas

    Pekanbaru, Kompas - Olimpiade Fisika Asia Ke-6 yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, ditutup oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo di Gedung DPRD Provinsi Riau, Minggu (1/5). Meskipun tak lepas dari bayang-bayang dominasi China, tim Indonesia kali ini di luar dugaan mampu meraih empat medali emas, dua kali lipat dari target semula.

    Dalam ajang kompetisi sains pelajar SMA dari tanggal 26 April tersebut, China kembali mengulang keberjayaannya dengan merebut tujuh emas dan satu perak. Adapun Indonesia meraih empat emas, satu perak, dan tiga perunggu.

    Posisi selanjutnya ditempati Taiwan dengan tiga emas, dua perak, dan dua perunggu. Selain tiga negara tersebut, empat negara lainnya-Singapura, Thailand, Vietnam, dan Kazakhstan-hanya bisa membawa pulang medali perak dan perunggu (lihat tabel).

    Acara penutupan olimpiade dirangkaikan dengan penyerahan medali kepada para pemenang oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Gubernur Riau Rusli Zaenal, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Indra Djati Sidi, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.

    Tujuh medali emas yang diraih pelajar-pelajar China mereka peroleh lewat Fang Li, Jie Ming, Yu Jiang-lei, Xin Yu, Li An, Dai Ming Jie, dan Tan Yi-fan.

    Adapun keempat medali emas yang diraih tim Indonesia tersebut diraih oleh Ali Sucipto (siswa SMA Xaverius 1 Palembang), Andika Putra (SMA Soetomo 1 Medan), Purnawirman (SMA Negeri 1 Pekanbaru), dan Michael Adrian (SMA Regina Pacis Bogor).

    Sementara itu, peserta Indonesia yang memperoleh medali perak adalah Yongki Utama (SMA Dian Harapan Tangerang). Yongki menyabet medali perak bersama beberapa peserta negara lain, yaitu China, Singapura, Thailand, dan Taiwan.

    Untuk raihan medali perunggu, Indonesia disumbang oleh Ario Prabowo (SMA Taruna Nusantara Magelang), Thomas Alfa Edison (SMA Negeri 3 Bandung), dan Bambang Dwi Putra (SMA Negeri 1 Pekanbaru). Peraih medali perunggu lainnya berasal dari Vietnam, Kazakhstan, Thailand, Singapura, dan Taiwan.

    Selain meraih tujuh medali emas, China juga menyabet penghargaan Absolut Winner. Penghargaan sangat bergengsi ini diraih oleh China lewat Fang Li. Adapun peserta terbaik dalam ujian teori diraih oleh Lin Yi Hsun dari Taiwan. Lewat Lin Han Hsuan, Taiwan juga menyabet penghargaan untuk peserta ujian eksperimen terbaik.

    Beralih ke Kazakhstan

    Penutupan diwarnai pula dengan pengumuman tentang ditunjuknya Kazakhstan sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Asia (OFA) Ke-7 tahun 2006. Pemimpin delegasi Kazakhstan, Tuleubek Mukhashev, tampil antusias menyampaikan kesiapan negaranya menyelenggarakan ajang kompetisi ilmu fisika bagi pelajar SMA itu.

    Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo berharap agar pemenang olimpiade fisika dari setiap negara dapat berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    "Para peserta, baik yang meraih gelar juara maupun tidak, telah terbukti memiliki kemampuan lebih dan berpeluang menjadi problem solver di masa depan. Keberadaan mereka di masa depan menjadi tumpuan masyarakat di tingkat dunia serta khususnya di kawasan Asia," kata Bambang.

    Kemampuan mereka telah teruji dengan diberikannya soal yang diujikan dalam OFA tersebut diakui bertaraf internasional. Soal-soal tersebut disusun oleh tim dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, yaitu dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

    Menurut Presiden Olimpiade Fisika Asia, Yohannes Surya, soal OFA mempunyai kualitas standar materi olimpiade internasional. Ketua Panitia OFA Ke-6, Rahmat Widodo Adi, menambahkan bahwa tingkat kesulitan soal-soal itu setara dengan soal ujian pascasarjana. (NEL/NAR)



  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI