fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Senin, 18 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Indeks Bias Benda Langit
    Oleh : Oskar Ridhwan Khusaini
    Selasa, 12 April 2005 (06:19 WIB) dari IP 202.159.120.225

    Dear All,

    Seperti yang telah kita ketahui cahaya akan dibelokkan bila melewati medium dengan indek bias yang berbeda. Setelah muncul peristiwa pembelokan cahaya didekat benda langit(matahari), orang mulai beranggapan bahwa benda langit memiliki semacam indek bias seperti medium biasa, atau perantara optik lain.

    Hal ini (rumus indek bias benda langit) sudah pernah dirumuskan oleh Bapak Hans J. Wospakrik tahun 1972, saya baca rumus beliau dari buku karangannya yakni "Berkenalan dengan Teori Rel Umum dan Biografi Einstein" di buku ini tertulis sebuah persamaan indek bias benda langit (n), tapi beliau menganggap bahwa indek bias tersebut adalah indek bias kias bagi benda langit. Bagi saya indek bias tersebut merupakan indek bias yang sesungguhnya dan kedudukannya sejajar dengan indek bias mutlak yang kita kenal di medium hanya saja rumusnya beda.

    Rumus pak Hans:

    n = 2/ [ u[w+u]]

    dimana:
    u = [ 1-2m/r]^(0.5)
    w = [ 1 - m/r]
    m = GM/c^2

    Sebagai perbandingan:


    1). Indek bias mutlak medium biasa dirumuskan:

    n = c/v ; frekuensi cahaya konstan
    n = indek bias mutlak,
    c = laju cahaya dalam vakum ,
    v = laju cahaya dalam medium

    Saya berfikiran bahwa indek bias tersebut tidak hanya berhubungan dengan perbandingan kecepatan seperti diatas, tapi bisa pula berupa perbandingan yang lain, misalnya perbandingan frekuensi, perbandingan panjang gelombang.

    Untuk saaat ini yang saya temukan bahwa indeks bias mutlak benda langit itu merupakan perbandingan frekuensi, artinya perbandingan antara frekuensi cahaya di ruang hampa dengan frekuensi cahaya di benda langit tersebut, karena dalm bahsan relativitas telah kita ketahui laju cahaya tidak berubah(konstan) baik sebelum dan sesudah melewati benda langit.

    Perbedaannya indek bias benda langit ini berorde 2 dalam hal ini pangkat 2 dari perbandingan frekuensinya

    rumus yang saya dapatkan:

    2). indek biasa benda langit:

    n = [f '/f]^2 ; laju cahaya konstan

    dimana :
    f' = frekuansi cahaya di vakum
    f = frekuensi cahaya setelah melewati benda langit

    Dari sini kita biasa menganalisa bagaimana bentuk rumus yang menyatakan indek bias mutlak benda langit tersebut:

    Rumus yang saya temukan:

    n =[f'/f]^2 = [ 1 - m/R]^(-2) ; dimana m =GM/c^2

    dengan rumus sederhana ini kita dapatkan nilai indek bias untuk semua benda langit. Rumus ini saya peroleh dengan menjabarkannya berdasarkan pembelokan cahaya didekat benda langit misal matahari, dimana energi foton sebelum mendekat matahari E' = hf', setelah melewati matahari (berimpit permukaannya) Energinya berkurang menjadi E = hf, kehilangan energi ini karena adanya tarikan dari medan gravitasi matahari yang memiliki potensial V = - GM/R, dengan memperhitungkan ini semua dan memasukkan semua data yang ada yakni utk matahari [M = 1,99E30 kg; c = 3E8 m/s ; r = 6,96E8 m] membandingkannya dengan nilai yang diperoleh dari persmaan Pak Hans, maka saya dapatkan rumus indek bias mutlak di atas.

    Dengan rumus di atas kita peroleh indek bias mutlak Matahari sebesar 1,000004238, yang hasilnya sama persis dengan yang diperoleh dari rumusnya Pak Hans.

    Nah, sekarang saya malah berfikiran kalo gitu di luar sana ada indek bias yang baru lagi yang berhubungan dengan perbandingan panjang gelombangnya.

    3). n = [w'/w]^m ;
    frekuensi/laju cahaya konstan( saya blm tahu mana yang konstan)

    dengan:
    w' = panjang gelombang cahaya dalam vakum
    w = panjang gelombang cahaya setelah lewat benda/meium
    m= pangkat yang nilainya tertentu

    Nah, cukup manarik bukan?!

    Oh ya kalo ada dari rekan-rekan yang bisa beri saya penjelasan tentang bagaimana Pak Hans menerapkan rumus indek biasnya untuk menghitung pembelokan cahaya dekat matahari, tolong jelaskan, soalnya saya telah mencoba dengan rumus Snellius tetap nggak ketemunilai yang seharusnya 1,75", karena saya nggak tahu berapa sudut datang cahayanya, atau mungkin sudut itu merupakan selisih sudut datang dan sudut bias ya...???

    Meskipun rumus saya tersebut menghasilkan nilai yang sama dengan rumus pak Hans, tapi kedua rumus itu memiliki pandangan yang berbeda untuk lubang hitam (black Hole), rumus pak Hans menghasilkan nilai indek bias imaginar untuk benda yang memiliki kalajuan lepas v>>c, tapi rumus saya selalu positif untuk v>>c, karena ada tanda kuadratnya.

    Saya mohon Koreksinya dari rekan2 terutama yang akrab dengan GR Theory, terutama koreksi yang membangun.

    Thanks,


    Oskar Ridhwan K


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI