fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 22 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Indonesia Juara Umum International Junior Sceince Olympiad
    Oleh : Rachmat Adi
    Senin, 13 Desember 2004 (15:25 WIB) dari IP 202.153.235.4

    Stop Press
    Kabar dari Pak Yohaness Surya
    Indonesia Juara Umum International Junior Sceince Olympiad I di
    Jakarta. 8 Emas + 4 Perak + Penghargaan Best Experiment: Stepanie
    Sena
    Absolute Winner: Diptarama

    Salam
    Rachmat


    Re: Indonesia Juara Umum International Junior Sceince Olympiad
    Oleh : Anonim
    Senin, 13 Desember 2004 (23:21 WIB) dari IP 61.94.128.184

    selamat buat indonesia, tapi kyknya juara umum ini masih agak kurang menggigit. soalnya,baru pertama kali diadain n di indonesia. udah gtu, banyak negara yg mengundurkan diri lagi. yah, tapi secara keseluruhan, selamet ya!!


    Re: Indonesia Juara Umum International Junior Sceince Olympiad
    Oleh : Nn
    Selasa, 14 Desember 2004 (08:46 WIB) dari IP 202.153.240.161

    slamet dech buat rachmat adi and indonesia! Smoga makin lain kali dapet lagi... Bye!!


    Re: Indonesia Juara Umum International Junior Sceince Olympiad
    Oleh : Anike
    Selasa, 14 Desember 2004 (10:15 WIB) dari IP 202.155.148.146

    Congratulation banget....
    awal yang sangat bagus. tahun-tahun berikutnya pasti tambah baik. hasil usaha yang cukup menyenangkan. selamat u/ para pengurus, para tutor dan para peserta. adik-adik yang dapet medali kapan nih traktir makan nya? he..he..he.. MERRY CHRISTMAS AND HAPPY NEW YEAR...


    Re: Indonesia Juara Umum International Junior Sceince Olympiad
    Oleh : Hendra Kwee
    Rabu, 15 Desember 2004 (07:15 WIB) dari IP 202.153.239.77

    salam sejahtera

    tim indonesia sukses di international junior science olympiad. ini kutipan
    berita dari suara pembaruan selasa 14 desember 2004

    Hendra Kwee
    Physics Department
    College of William and Mary
    Williamsburg VA

    Delapan Emas Empat Perak untuk Siswa Indonesia
    SAAT-SAAT penutupan International Junior Science Olympiad (IJSO) memang
    milik Indonesia. Dua belas siswa SMP Indonesia, yang rata-rata berusia tak
    lebih dari 14 tahun, berhasil mengukir prestasi besar. Mereka berhasil
    meraih medali dalam turnamen yang baru pertama kali dilangsungkan itu.

    Tak satu pun siswa yang pulang tanpa membawa medali. Delapan orang di
    antaranya bahkan berhasil meraih medali emas, dan empat lainnya meraih
    perak. Lima siswa peraih medali emas malahan berada di posisi puncak. Luar
    biasa!

    Dua siswa, Stephanie Sena dan Diptarama, masing-masing berhasil menjadi
    pengumpul nilai terbanyak untuk praktikum dan peringkat pertama untuk dua
    kategori itu. Stephanie mengaku sangat terkejut atas hasil yang diraih
    Indonesia. Tadinya ia hanya berharap Indonesia, paling tidak, berhasil
    meraih perunggu.

    "Soal yang diujikan susah-susah sekali, jadi saya agak pesimistis bisa
    menang," katanya.

    Apalagi, seusai ujian ia menghubungi Ketua Tim Indonesia, Yohannes Surya dan
    mendapat informasi ia melakukan banyak kesalahan untuk soal-soal teori.
    "Makanya saya pasrah saja," katanya. Peraih medali perak bidang biologi di
    Olimpiade Sains Nasional 2003 yang berlangsung di Balikpapan itu, mengaku
    kesulitan menghadapi soal-soal IJSO, terutama fisika.

    Prestasi yang diraih Stephanie dan kawan-kawannya, tidak dicapai dalam
    semalam. Mereka bekerja keras untuk meraih prestasi internasional itu.
    Sebelum bisa mewakili Indonesia, mereka harus melalui seleksi yang dilakukan
    Ikatan Fisika Indonesia yang bekerja sama dengan Depdiknas. Dari jumlah
    15.000 orang yang terdaftar, disaring hingga tinggal 30 orang. Setelah itu
    mereka mendapat pelatihan selama satu bulan dan mengikut seleksi terakhir,
    sehingga terpilih 12 orang yang mewakili Indonesia.

    Lolos dari saringan itu, bukan berarti mereka boleh bersenang-senang karena
    berhasil mengungguli kawan-kawannya, perjuangan panjang justru baru dimulai.
    Mereka harus meninggalkan keluarga, juga teman-teman sekolah untuk mulai
    menjalani training center, pemusatan latihan, selama 10 bulan. Di tempat itu
    mereka dilatih berbagai pengetahuan yang sesuai dengan silabus yang akan
    diujikan. Mereka tinggal di asrama, dan jauh dari orangtua.

    "Senang, sekarang bisa seperti dulu, ketemu teman-teman sekolah dan dekat
    dengan orangtua. Rasanya sudah kangen dengan suasana sekolah dan rumah,"
    kata Stephanie.


    Strategi

    Kerja keras Stephanie dan kawan-kawan memang sudah sepantasnya berbuah
    prestasi gemilang. Dibandingkan negara-negara lain, kesiapan tim Indonesia
    memang luar biasa. Tak satu pun tim negara lain yang melakukan pelatihan
    selama dan seintensif yang dialami peserta Indonesia. Dan, sudah pasti dana
    yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Ketua Pelaksana IJSO Masno Ginting,
    menyatakan IJSO pertama memang merupakan uji coba bagi semua negara dan
    ternyata dengan strategi seperti itu Indonesia berhasil meraih prestasi.

    "Mungkin saja nanti kita kurangi menjadi enam bulan dan kemudian menjadi dua
    bulan. Kita harus paham, yang namanya kompetisi, semua orang pasti ingin
    menang dan untuk menang kita harus mempunyai strategi. Salah satu tujuan
    kita adalah untuk menang. Buat apa menghabiskan dana sebesar itu kalau untuk
    kalah," katanya.



    Selama ini pola pembinaan peserta olimpiade di Indonesia terkesan memenuhi
    anak-anak dengan mata pelajaran yang akan mereka ikuti dalam lomba.
    Misalnya, siswa fisika, selama bertahun-tahun akan belajar fisika. Begitu
    juga matematika, kimia, dan biologi, meskipun waktunya tidak sepanjang itu.

    Membandingkan peserta olimpiade pengetahuan dengan atlet di bidang olahraga
    tentu tidak sama. Para atlet yang dilatih di pemusatan latihan adalah mereka
    yang sudah mempunyai kemampuan di cabang olahraga tersebut, dan memasuki
    pelatihan untuk meningkatkan kemampuan. Sedangkan para siswa yang memasuki
    pemusatan latihan dilatih dengan tingkat pelajaran yang berbeda dengan siswa
    Indonesia pada tingkatan itu. Dan perlu diingat, spirit dari turnamen itu
    bukanlah mengumpulkan medali sebanyak-banyaknya, tetapi mempertemukan para
    ilmuwan muda.

    Bila saja mau jujur dan sedikit bekerja keras, sangat memungkinkan
    menunjukkan bahwa sains telah membumi di Indonesia, yakni dengan membenahi
    dunia pendidikan secara total, mulai dari membenahi fasilitas sekolah dan
    meningkatkan kualitas guru.

    Bukan dengan membuat sekumpulan anak-anak dan menjejali mereka hanya dengan
    pelajaran sains agar bisa menang.

    Apalagi, dana yang dikeluarkan tidak sedikit. Untuk penyelenggaraan turnamen
    besar itu pemerintah menyediakan dana Rp 10 miliar. Indonesia membiayai
    seluruh perjalanan serta akomodasi para peserta dari 30 negara. Jumlah yang
    sangat besar apabila dimanfaatkan untuk meningkatkan fasilitas sekolah,
    mengingat minimnya fasilitas sekolah di Indonesia.


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI