fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 22 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Fisikawan Sosial Indonesia di CNN
    Oleh : Tjipto Juwono
    Rabu, 27 Agustus 2003 (22:45 WIB) dari IP 10.10.10.1

    http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=59265

    Senin, 25 Agt 2003
    Roby Muhammad, Peneliti Indonesia yang Mengglobal Lewat New York (1)
    Diwawancarai CNN, Diliput 88 Media Internasional

    Liputan media internasional tentang Indonesia biasanya bicara soal
    radikalisme, teror, bom Bali, bom Marriott, Abu Bakar Ba?asyir, dan
    hal-hal ektrem lainnya. Tapi, Minggu, 10 Agustus lalu, CNN
    menampilkan sosok yang lain. Roby Muhammad.

    Ramadhan Pohan, Washington DC
    PETANG itu, pukul 17.40, jaringan televisi terbesar di dunia, CNN,
    menayangkan acara Next at CNN. Tamu jaringan televisi yang berpusat di
    Atlanta, Georgia, AS, itu adalah Roby Muhammad, peneliti Indonesia
    kelahiran Bandung, 17 Mei 1975. Wawancara yang dilakukan secara live
    sekitar sepuluh menit itu berkisar soal riset Roby mengenai jaringan
    sosial (social networks).

    Menurut Roby, hanya butuh 5-7 langkah agar pesan sampai kepada target.

    "Kita hidup dalam dunia yang kecil. Kejadian yang dianggap jauh
    sebetulnya terjadi dekat dengan kita karena koneksi social
    networks,"ungkapnya.

    Menurut bungsu pasangan Prof Dr Wahyu Karhiwikarta dan dr Hanariah
    Wahyu itu, eksperimen sosial lewat internet bisa mengubah persepsi
    orang. Sebetulnya, semua manusia di muka bumi ini terhubungkan sangat
    dekat.

    "Maka, sudah selayaknya kita mengembangkan rasa toleransi dan
    bersaudara untuk semua umat manusia," ujarnya.

    Karena acara tersebut ditayangkan sebelum perayaan kemerdekaan RI,
    penampilan Roby di CNN itu bisa dianggap sebagai hadiah. Roby hadir di
    penguasa media dunia tersebut ketika nama Indonesia dan muslim
    Nusantara jadi sorotan di mana-mana. Dalam pemberitaan internasional
    tentang Indonesia, yang disorot biasanya soal bom Bali, bom Marriott,
    Abu Bakar Ba'asyir, Imam Samudra, Amrozi, Hambali, dan sejenisnya.
    Karena itu, pemunculan Roby bisa dikatakan sebagai pelepas dahaga;
    segelas air di tengah gurun luas.

    Pemunculannya di CNN tersebut bukanlah yang pertama atau satu-satunya
    liputan media internasional atas riset yang digarap tiga orang itu.
    Yakni, Prof Duncan Watts, Dr Peter Dodds, dan Roby Muhammad. Riset
    berawal dari tesis master Roby di Department of Sociology, Columbia
    University, 220F International Affairs Building 420 W118th St. New
    York, NY 10027. Mail Code 3355. Saat ini, Roby memasuki tahun kedua
    program doctor di jurusan dan universitas yang sama.

    Sebelum di CNN, sekitar 88 media internasional sudah membicarakan
    risetnya. Duncan, Peter, dan Roby bergantian menjadi narasumber.
    Pekan lalu, The New York Times edisi 12 Agustus, Financial Times,
    USA Today, The Mirror, Sidney Morning Herald, dan Spiegel masing-
    masing edisi 8 Agustus juga memuatnya.
    Sebelum itu, berbagai media dari bermacam negeri dan bahasa ramai-
    ramai menyoroti riset Roby dkk. Antara lain, National Public Radio,
    CBC Canada, The Times of India, Frankfurter Allgemeine Zeitung, La
    Republica Italia, Folha de Sao Paulo, Nanfang Daily, The Washington
    Post, dan FOX News. Terakhir media Technology Review edisi 18 Agustus.

    "Sebetulnya, kami mengalami dua kali gelombang liputan media. Pertama
    ketika eksperimen baru mulai pada 2002 dan sekarang ketika hasil
    eksperimen tersedia," kata Roby kepada Jawa Pos.

    "Untuk mengetahui A sampai Z-nya, silakan dilihat di
    http://smallworld.columbia.edu," lanjut dia.

    Meski sudah mengglobal, kiprah Roby dkk di Indonesia masih diketahui
    kalangan terbatas. Bahkan, kata dia, baru Jawa Pos yang
    wewawancarainya ihwal riset dunia kecil itu.

    Apa yang didapat dari riset Roby dkk itu?

    "Eksperimen kami membuktikan bahwa orang di dunia terhubungkan
    melalui rantai kenalan yang pendek," jelasnya.

    "Jadi, kita hidup di dunia kecil di mana setiap orang saling
    terhubungkan satu sama lain," lanjutnya.

    Lebih lanjut, Roby menjelaskan, dalam pop culture Amerika, dikenal
    apa yang dinamakan six degrees of separation. Yaitu klaim bahwa
    setiap orang di dunia dapat dihubungkan dengan siapa pun di dunia
    hanya melalui kurang lebih enam kenalan (six degrees of separation).

    "Misalnya, berapa degrees Sampeyan dengan presiden Rusia? Misalkan
    Anda kenal dengan seorang senator Amerika yang kenal dengan Presiden
    Bush yang kenal dengan Presiden Putin, maka Bang Pohan hanya
    dipisahkan dengan dua degrees of separation," katanya.

    "Atau pengalaman ketika kita baru berkenalan dengan seorang yang
    tidak kenal sebelumnya dan menemukan, ternyata bahwa kita memiliki
    seorang teman yang sama. Biasanya, kita lantas mengatakan it?s a
    small world!" tutur Roby, panjang lebar.

    Selain menggandengkan rantai kenalan, eksperimen jaringan sosial itu
    bisa dimanfaatkan untuk tujuan positif. Misalnya, untuk keperluan
    bantuan. Namun, bukan berarti ada semangat absolutisme atau mutlak-
    mutlakan. "Hanya karena Presiden Bush enam degrees dari saya, bukan
    langsung berarti saya akan diundang makan malam di Gedung Putih,"
    kelakar Dr Duncan J. Watts, rekan peneliti sekaligus dosen Roby,
    dalam wawancara di The New York Times edisi 12 Agustus.

    Temuan Roby dkk itu sebetulnya melanjutkan eksperimen Stanley
    Milgram pada 1967. Jika Stanley melakukan eksperimen lewat pengiriman
    paket barang, Roby dkk melalui e-mail dan internet. Sebelum
    eksperimennya jalan, Roby mengaku selama setahun harus membangun
    sendiri sistem komputernya, termasuk website dan database-nya.

    "Pekerjaan berat karena saya tidak punya background computer
    science," akunya. "Tapi, kami berhasil membuatnya," tambah Roby.

    Liputan CNN tersebut tak pelak menaikkan pamor suami Tika Sukarna
    itu. Wanita yang dinikahi Roby di Sukabumi pada 2000 tersebut saat
    ini juga sedang sekolah program doktor bidang biologi molekuler di
    City University of New York.

    Di kalangan Indonesia di New York, Roby dikenal sebagai sosok pintar,
    cemerlang, bahkan jenius. Kendati usianya relatif muda, reputasi
    risetnya sudah mengglobal. Menurut Roby, Indonesia sebenarnya memang
    gudang ilmuwan dan punya potensi dahsyat di bidang ilmu pengetahuan.

    "Saya memang ingin menunjukkan bahwa orang Indonesia mampu
    menghasilkan karya ilmiah yang diakui dalam level internasional,"
    ujarnya.

    "Saya tahu banyak orang Indonesia yang mampu di bidang sains-
    teknologi asalkan diberi kesempatan. Banyak kok kawan saya asal
    Indonesia yang juga melakukan penelitian di Jepang, Eropa, dan
    Amerika yang menghasilkan karya ilmiah penting," sambungnya.

    Dalam kesederhanaan penampilannya, pria yang sejak 2000 lalu
    berdomisili di New York itu mengaku punya kerinduan kepada kemajuan
    dan sains di dunia Islam.

    "Saya berusaha terus untuk menunjukkan bahwa muslim dapat memberikan
    kontribusi signifikan dalam bidang sains dan teknologi modern,"
    katanya.

    "Menghasilkan karya ilmiah adalah cara saya berdakwah."

    http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=59265






    Re: Fisikawan Sosial Indonesia di CNN
    Oleh : Roby
    Kamis, 28 Agustus 2003 (07:27 WIB) dari IP 10.10.10.1

    Hasil penelitian ini telah di terbitkan di jurnal Science edisi 8 Agustus. Bagi yang tertarik
    bisa lihat original papernya, link utk full text papernya bisa didapat di website ini:
    http://smallworld.columbia.edu/results.html
    (ini link ke science gratis, tanpa harus berlangganan).
    Jika ada yg ingin copy PDF nya bisa japri ke saya.

    Artikel bagian 2 dari jawa pos tersedia di:
    http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=59466

    tapi yg penting jangan lupa untuk ikutan eksperimen kami di :)
    http://smallworld.columbia.edu/index.html

    salam,
    Roby




  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI