fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 22 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    PRESS RELEASE : TOFI ke IPhO ke-34 di Taiwan
    Oleh : Hendra J. Kwee
    Minggu, 17 Agustus 2003 (21:54 WIB) dari IP 10.10.10.1

    PRESS RELEASE


    Pada hari Sabtu 2 Agustus besok Tim Olimpiade Fisika Indonesia akan berangkat ke Taipei, Taiwan untuk mengikuti kejuaraan dunia dalam bidang fisika: International Physics Olympiad atau yang dikenal dengan nama OFI (Olimpiade Fisika Internasional) yang akan berlangsung dari tanggal 2 Agustus sampai 11 Agustus 2003.



    OFI kali ini semula akan diikuti oleh 67 negara dan akan diselenggarakan tanggal 12-21 July 2003, namun karena ada isu SARS maka olimpiade diundur 1 bulan sedangkan pesertanya sampai hari ini sudah 54 negara yang memastikan diri untuk berpartisipasi termasuk negara-negara yang kuat dalam bidang fisika seperti Amerika Serikat, Rusia, India, Taiwan dsb. Tiap negara mengirimkan maksimum 5 peserta.



    Tim Indonesia akan diwakili oleh Rangga Perdana Budoyo - SMU Taruna Nusantara Magelang, Bernard Ricardo - SMU Regina Pacis Bogor, Yudistira Virgus - SMU Xaverius 1 Palembang, Widagdo Setiawan - SMUN 1 Denpasar dan Triwiyono - SMUN 3 Yogyakarta. Yohanes Surya (UPH) dan Rahmat Widodo Adi (UI) akan memimpin tim ini.



    Olimpiade Fisika Internasional merupakan pertandingan fisika antar pelajar-pelajar terbaik dari seluruh dunia. Disini para pelajar ini mempertunjukkan kemampuan menganalisa 3 soal fisika teori dan 2 soal eksperimen masing-masing dalam waktu 5 jam.



    Level soal fisika yang biasa dipertandingkan dalam olimpiade fisika sangat dalam. Orang yang tidak terbiasa melatih soal-soal olimpiade fisika akan sulit untuk mengerjakan soal-soal ini. Itu sebabnya para peserta ditraining secara intensif selama berbulan-bulan melalui beberapa tahapan seleksi.



    Seleksi dimulai dari tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh Depdiknas sekitar bulan Maret-April 2002. Dari seleksi ini dipilih 90 untuk mengikuti seleksi nasional di Bali Juli 2002. Di Bali diperas menjadi 35 orang. Kemudian setelah ditraining secara intensif selama bulan oktober 2002 di Karawaci. Sepuluh siswa terbaik dipilih dan ditraining lagi secara intensif hingga April 2003.



    Training intensif ini meliputi materi-materi yang diberikan di perguruan tinggi seperti mekanika, elektromagnetika, relativistik, fisika modern, fisika statistik, fisika zat padat dan sedikit fisika kuantum. Para siswa ini membaca dan mengerjakan banyak sekali soal-soal yang "advanced" tiap hari mulai pukul 08.00 hingga jauh tengah malam dari senin hingga jumat. Tiap hari sabtu mereka menghadapi test-test yang lamanya berkisar antara 5 jam - 10 jam. Hari minggu mereka biasanya agak santai.



    Untuk fisika eksperimen para siswa ini dilatih dengan menggunakan berbagai alat eksperimen dari yang alat sangat sederhana seperti bidang miring hingga yang sangat kompleks dengan menggunakan banyak sensor dan peralatan listrik seperti osiloskop dan sebagainya. Mereka juga dilatih bagaimana membuat laporan eksperimen yang benar dan cara menghitung "error" yang pengaruhnya sangat besar dalam penilaian



    Seperti dalam pertandingan olimpiade lain, dalam Olimpiade Fisika Internasional ini para peserta yang memenuhi kriteria tertentu akan mendapat medali. Sebanyak minimal 6 eratas akan mendapat medali emas, 6 erikutnya perak, 6erikutnya lagi perunggu dan 6 erikutnya lagi honorable mention.



    Indonesia sudah 11 kali ikut dalam Olimpiade Fisika Internasional dan sudah meraih 4 medali emas, 5 perak, 13 perunggu dan 20 honorable mention. Pertama kali Indonesia ikut tahun 1993 dan meraih medali perunggu dan 1 honorable mention, terakhir kali di Bali tahun 2002 Indonesia meraih 3 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Tahun ini kita berharap tim Indonesia bisa meraih prestasi yang lebih baik dari prestasi di Bali. Syukur-syukur bisa jadi juara dunia. Kita doakan sama-sama.



    Berita lengkap tentang Olimpiade Fisika Internasional ke 34 dapat dilihat di: http://www.phy.ntnu.edu.tw/ipho2003/

    Contact: y_surya@hotmail.com


    Re: Indonesia meraih emas di IPhO ke-34 di Taiwan
    Oleh : Yohanes Surya
    Minggu, 17 Agustus 2003 (22:12 WIB) dari IP 10.10.10.1

    Indonesia meraih emas dalam International Physics Olympiad 34


    Tradisi emas Tim Olimpiade Fisika Indonesia tahun ini dapat dipertahankan.
    Dengan komposisi 5 siswa yang terpilih setelah melalui berbagai tahapan
    seleksi, TOFI berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih 1 emas
    (Widagdo Setiawan, SMUN 1 Denpasar Bali), 2 perak (Rangga Perdana Budoyo SMU
    Taruna Nusantara Magelang, Bernard Ricardo SMU Regina Pacis Bogor) dan 2
    perunggu (Triwiyono SMUN 3 Yogyakarta, Yudistria Virgus SMU Xaverius 1
    Palembang) dalam Olimpiade Fisika Internasional ke 34 yang diadakan di
    Taipei, Taiwan 2-11 August 2003.

    Secara perorangan Widagdo menempati urutan 3 dari 256 peserta dengan 40 poin
    dalam olimpiade fisika yang dianggap sebagai olimpiade fisika tersulit.
    Urutan pertama diraih oleh siswa Amerika Serikat (keturunan Rusia) Pavel
    Batrachenko 42,3 poin disusul oleh peserta India Yashodhan Kanoria dengan 41
    4 poin.

    Sedangkan ditinjau dari banyaknya perolehan medali, Indonesia menempati
    peringkat 6 dari 54 negara peserta sesudah AS (3 emas 2 perak), Korea
    Selatan (3 emas, 2 perak), Taiwan (3 emas, 1 perak, 1 perunggu), Iran (2
    emas, 3 perak) dan India (2 emas, 1 perunggu, 2 honorable mention). Kita
    masih diatas Rusia, Hungaria, Jerman, Australia, Rumania dsb.

    Prestasi Indonesia seharusnya bisa lebih baik lagi. Dalam proses moderasi tim juri begitu gigih mempertahankan penilaiannya, sehingga kita sulit mendapatkan poin sedikitpun, walaupun itu hanya 0,2 poin. Yudistira hanya kurang 0,2 poin untuk mendapatkan perak. Rangga kurang 1,7 poin lagi dari emas. Sebenarnya banyak sekali poin partial credit rangga ini, sebelum moderasi kami perkirakan bisa memperoleh sekitar 4-6 poin (dari eksperimen + teori). Sebagai contoh, ia tidak teliti dalam menulis hanya 1 tanda minus saja dihasil akhir, ia dikurangi 0,8 poin (biasanya di olimpiade pengurangan karena tidak teliti ini tidak terlalu banyak, hanya sekitar 0,2 - 0,3). Untuk moderasi kita hanya punya waktu 25 menit, dalam waktu yang sangat singkat ini sangat sulit untuk memprotes seluruh kesalahan penilaian juri. Prof Ming Juey Lin (ketua panitia) mengakui memang ia memerintahkan juri untuk keras (tentu ke semua negara), agar tidak terjadi inflasi medali. Ia berusaha agar peraih medali emas tidak boleh lebih dari 20 (sambil tertawa ia bilang, kalau lebih dari 20 maka ia harus beli lagi kamera digital dari uang pribadi). Disini yang diuntungkan adalah mereka yang dapat juri yang cukup considerans dengan pekerjaan siswa (sehingga sebelum moderasi mereka sudah dapat poin yang cukup tinggi).


    Re: PRESS RELEASE : TOFI ke IPhO ke-34 di Taiwan
    Oleh : Triwiyono (smu 3 yogya)
    Sabtu, 10 Juli 2004 (05:31 WIB) dari IP 202.174.136.186

    tapi itilah yang kami bisa, segala upya barngkali sudah kami curahkan semuanya. Apapun hasilnya, saya kira patut disyukuri. jangan seperti orang kebanyakan, yang jika bagus hasilnya lalu berbangga ria sementara bila terpuruk di lihat aja tidak.

    terima kasih
    HIDUP FISIKA !!!


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI