fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Minggu, 17 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Olimpiade Fisika Nasional 2002
    Oleh : Kompas
    Kamis, 1 Agustus 2002 (23:55 WIB) dari IP 61.5.80.29

    Peserta Palembang Terbaik Olimpiade Fisika Nasional

    Denpasar, Kompas - Olimpiade Fisika Nasional yang berakhir hari Minggu (28/7) malam di Denpasar,
    Bali, telah memilih 30 dari 89 pelajar SMU dan SLTP (satu orang) yang telah lolos dari seleksi tingkat
    provinsi untuk mendapat pelatihan selama sebulan dalam saringan menuju Olimpiade Fisika Internasional
    2003.

    Peserta terbaik adalah Yudistira Virgus dari SMU Xaverius 1, Palembang. Yongki Utama yang masih
    berusia 13 tahun dan baru dua hari duduk di kelas satu SMU Dian Harapan, Tangerang, berada di
    peringkat 10. Kevin Pratama Yapsir berusia 12 tahun dan masih duduk di bangku SLTP Pelita Harapan,
    Sentul, hanya berhasil menduduki peringkat 57, tidak seperti yang diharapkan Ketua Tim Olimpiade
    Fisika Indonesia Yohanes Surya.

    ?Jadi, Kevin tidak ikut dalam saringan berikutnya,? kata Setiono dari Departemen Pendidikan
    Nasional.Dalam pembicaraan antara Yohanes Surya dengan dosen-dosen Fisika Institut Teknologi
    Bandung (ITB) baru-baru ini, Kevin disebut-sebut mempunyai kemampuan memahami Teori Relativitas
    Umum Einstein yang bahkan tidak diberikan sebagai kuliah wajib di jurusan fisika perguruan-perguruan
    tinggi Indonesia.

    Namun, rupanya dalam Olimpiade Fisika tingkat Nasional, Kevin belum memperlihatkan kemampuannya
    memecahkan soal-soal teori dan eksperimen yang disajikan Departemen Pendidikan Nasional itu.
    Yudistira, misalnya, rata-rata mendapat nilai 83 untuk teori, sedangkan Kevin hanya memperoleh 37.

    Ke-30 orang yang terpilih ini masih menghadapi ujian lagi sebulan kemudian hingga sepuluh di antaranya
    terpilih memasuki masa bimbingan khusus selama setahun untuk mengikuti Olimpiade Fisika Asia dan
    Olimpiade Fisika Internasional tahun 2003 yang diadakan di Thailand (OFA) dan Taiwan (OFI). Mereka
    berasal dari Riau (1), Sumatera Selatan (1), Banten (3), Jawa Barat (4), DKI Jakarta (3), Jawa Tengah
    (6), DI Yogyakarta (2), Jawa Timur (5), Bali (2), Nusa Tenggara Timur (1), Kalimantan Barat (1), dan
    Gorontalo (1). (ISW/SAL)


    Re: Olimpiade Fisika Nasional 2002
    Oleh : David nathan
    Selasa, 14 Desember 2004 (13:26 WIB) dari IP 202.158.78.146



    suatu kebetulan bahwa kevin ini mempunyai kemampuan dalam teori realtivitas, itu hanyalah fiktif alias bohong. pada kenyataannya di sekolahnya di pelita harapan sentul dia itu suka kacau dan kemampuannya menurun semenjak dia loncat kelas kek kelas saya. sebagai contoh yang tadinya nilai toeflnya 602 sekaraqng menurun. dan hal ini menjadi bukti bahwa kevin menjadi cacat. demikian peernyataan saya.


    Re: Olimpiade Fisika Nasional 2002
    Oleh : Ha Ha Ha, david, kamu lucu deh...
    Jumat, 17 Desember 2004 (23:30 WIB) dari IP 61.5.0.22

    hahaha... ya ampun... ini dendam pribadi atau iseng ya? TOEFL turun, emang bukti nyata bahwa dia error? Memangnya orang fisika harus serius terus dan sekali2 nggak boleh kacau? Siapa tau dibalik kekacauan itu dia memang cukup menguasai relativitas...


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI