fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Rabu, 22 November 2017  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Fisikawan Abdus Salam meninggal
    Oleh : Kompas
    Sabtu, 6 Juli 2002 (17:34 WIB) dari IP 140.105.16.2

    Islamabad, Jumat

    Setelah sekian lama menderita Parkinson, satu-satunya warga Pakistan penerima Nobel, fisikawan teori Abdus Salam, hari Kamis 21
    Nopember meninggal dunia dalam usia 70 tahun di kediamannya di Oxford, Inggris.

    Abdul Wahab, saudaranya yang tinggal di Islamabad, hari Jumat kepada Reuters mengatakan jenazah akan dibawa ke Pakistan untuk
    dimakamkan Sabtu 23 November ini di Rabwa, Propinsi Punjab. Di kota itulah berada pusat sekte Ahmadi yang dianut fisikawan besar ini.

    Salam selama 11 tahun menjadi penasihat bidang ilmu untuk presiden Pakistan. Dia mengundurkan diri dari jabatan itu pada tahun 1974
    setelah pemerintah PM Zulfiqar Ali Bhutto mencap sekte Ahmadi sebagai non-Islam.

    Bersama Steven Weinberg dan Sheldon Glashow, Abdus Salam menerima Nobel Fisika pada tahun 1979 untuk karyanya mengembangkan
    prinsip yang menyatukan gaya nuklir dalam fisika partikel.

    Menjadi guru besar fisika teori pada Imperial College of Science and Technonoly London (1957-1993), karya besarnya di luar fisika
    substansial adalah mendirikan Pusat Fisika Teori Internasional (ICTP, International Centre for Theoretical Physics) di Trieste, Italia pada
    tahun 1964. Sejak itu, Salam menjadi direktur lembaga tersebut sampai tahun 1993.

    Lahir di kampung Jhang, India (kini dikuasai Pakistan) pada tanggal 29 Januari 1926. Pada tingkat persiapan di usia 14, Salam membuat
    sensasi nasioanl sebagai pemegang nilai tertinggi dalam sejarah Universitas Panjab, Lahore, Pakistan.

    Ia bisa melanjutkan pendidikan di Universitas Cambridge, Inggris pada tahun 1946 segera seusai Perang Dunia Kedua karena prestasinya
    sebagai satu dari lima sarjana terbaik mendorong seorang politisi India memberikan bea siswa. Di universitas terbaik Inggris ini, Salam
    menjadi seorang wrangler, gelar tradisional Cambridge untuk sarjana matematika kelas satu. Ia kemudian membelokkan studi dari matematika
    ke fisika. Berhubung bakatnya begitu minim di laboratorium, ia memilih fisika teori. Dengan fisika teori, ia menguak rahasia zarah elementer
    yang menyusun alam semesta dan mendapat Nobel Fisika tahun 1979.

    Prof.MA.Jaswon dari The City Univercity, London dalam pidato penganugerahan doktor honoris causa kepada Salam pada tanggal 1
    Desember 1986 menyebutkan Salam sebagai manusia dari tiga dunia: dunia fisika teori, dunia kerja sama internasional, dan dunia Islam. Salam
    meninggalkan seorang istri, dua putra dan empat putri. (Rtr/sal).


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI