fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Minggu, 17 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Alternatif Pengobatan Kanker Ala BATAN
    Oleh : Milis HFI
    Rabu, 3 Juli 2002 (20:37 WIB) dari IP 140.105.16.2

    Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) baru-baru ini mengembangkan alternatif
    untuk pengobatan kanker. Seperti : kanker kelenjar tiroid, hati maupun prostat.
    Materi yang dikembangkan berasal dari energi partikel beta dan bahan-bahan
    radioisotop.

    Hal ini dikatakan Kepala Pusat Pengembangan -Batan, Swasono T. Rahmat, beberapa
    hari lalu. Diungkapkannya dari beberapa produk yang sedang mereka kembangkan.
    Seperti : isotop 1311-Nai, 1311-Lipidol, 32p-GMS, 186Re-GMS, 131l-mlBG dan
    1131l-koleterol.

    Bila dibandingkan dengan pembedahan, radiofarmaka lebih efektif dan ekonomis.
    Sebagai contoh : pengobatan kanker kelenjar tiroid bila dilakukan lewat bedah,
    peluang munculnya kanker pasca bedah cukup tinggi. Namun dengan isotop 131l-Nai
    sebanyak 100 milimerkuri, semua kanker pada kelejar tiroid akan mati.

    Selain itu, dari segi biaya untuk aplikasi isotop ini hanya membutuhkan biaya
    sekitar satu juta rupiah. Sementara, untuk bedah lebih dari itu. Hal lainnya
    yang perlu juga diketahui adalah radiofarmaka tidak perlu dilakukan secara
    berulang-ulang. Cukup satu kali saja.

    Selain untuk kanker kelenjar tiroid, Batan juga sedang mengembangkan pengobatan
    kanker prostat dan hati. Untuk penyembuhan kanker prostat diperlukan tiga buah
    isotop, yaitu : 103Pd, 177Lu dan 125l. Ketiganya memiliki radiasi lemah.
    Sementara, untuk pengobatan kanker hati digunakan polimer radioaktif. Untuk
    melakukannya, diperlukan penyuntikan polimer tersebut ke dalam hati yang
    terkena kanker.

    Demikian Batan. Meski begitu, perlu juga kehati-hatian apakah isotop tersebut
    dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya yang tidak terkena radiasi. (isa)


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI