fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 26 April 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi beasiswa :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi beasiswa
» Tulis pesan baru di forum informasi beasiswa

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Laporan tahnan dari fellow grant Humboldt di Jerman
    Oleh : Mohajit
    Kamis, 18 September 2003 (10:32 WIB) dari IP 202.159.34.185

    Research grant dari Alexander von Humboldt adalah suatu kehormatan



    Selama 4 bulan mengikuti program Bahasa Jerman di Goethe Institute, tidak hanya dalam hal Bahasa Jerman saja manfaat yang diperoleh, akan tetapi selama program tersebut juga diperkenalkan masalah-masalah lain yang menarik, misalnya tentang sistem pendidikan di Jerman, tentang pengendalian dan pengelolaan lingkungan, tentang teknologi dan industri di Jerman, dsb.



    Selama melaksanakan program penelitianpun tidak kalah menariknya dibandingkan dengan program belajar Bahasa Jerman. Peralatan dan material yang diperlukan dalam penelitian semuanya tersedia atau dapat diperoleh dengan mudah tanpa prosedur birokrasi yang rumit. Meskipun budget yang diberikan selama program penelitian ini tidak sedikit jumlahnya, Humboldt Foundation tidak mengharuskan hasil penelitian tersebut dilaporkan kepada Humboldt. Humboldt Foundation hanya menganjurkan kepada para penerima research grant untuk mengisi beberapa lembar formulir isian sebagai bahan evaluasi mereka untuk melihat sejauhmana manfaat dari research grant yang diberikan kepada para peneliti.



    Tidak tanggung-tanggung dampak yang terjadi dari pendekatan semacam diatas. Para penerima research grant memang tidak seorangpun yang pada sibuk membuat laporan hasil penelitian kepada Humboldt, namun mereka umumnya pada menulis paper untuk seminar, konferensi, atau publikasi. Dan bilamana Humboldt memandang hasil penelitian yang dicapai cukup exceptional serta mendapatkan rekomendasi dari host scientist-nya, maka research grant akan bisa diperpanjang lagi.



    Tentu saja kondisi semacam ini jarang kita lihat di Indonesia (di ITB, misalnya). Dalam proyek-proyek penelitian yang dilaksanakan di Indonesia, kesibukan yang luar biasa adalah dalam menyusun laporan penelitiannya. Tetapi sayang sekali, laporan-laporan yang kadangkala luar biasa tebalnya itu tidak bisa disajikan dalam konferensi atau seminar internasional, apalagi untuk bisa dipublikasikan dalam jornal internasional yang memiliki reputasi tinggi. Kalau di ITB, hasil riset umumnya dipublikasikan dalam jornal lokal ITB. Memang besar juga manfaatnya, publikasi lokal semacam ini bisa dipakai untuk menambah credit point dalam kenaikan pangkat. Peluang semacam ini dimanfaatkan untuk segera memperoleh pangkat Professor.



    Dalam hal bantuan dana keikutsertaan dalam suatu konferensi atau seminar di Eropa, Humboldt Foundation juga sangat supportif. Pada umumnya para peneliti menerima subsidi untuk keperluan semacam ini sekitar 60-75otal biaya. Meskipun Humboldt tidak menanggung 100iaya tersebut, namun pada umumnya para penerima grant pada memanfaatkan dana subsidi tersebut. Akan tetapi untuk seminar-seminar yang diselenggarakan oleh Humboldt Foundation, semua biaya ditanggung oleh Humboldt, para penerima grant diundang hadir tanpa harus mengeluarkan biaya yang berarti. Seminar-seminar yang diselenggarakan oleh Humboldt ini terlihat sangat eksklusif. Umumnya topik yang dipresentasikan adalah topik-topik yang sangat recently dan banyak diantaranya terkait dengan hasil penemuan-penemuan yang memperoleh Hadiah Nobel. Sebagai contoh, pemanfaatan sinar laser untuk mempengaruhi reaksi kimia, mikroskop untuk melihat struktur atom, gelombang elektro-magnetik untuk men-scan jaringan tubuh, dsb. Memang harus diakui, untuk sector ini terlihat masih didominasi oleh scientist non-engineering, misalnya, kimia, fisika, dan biologi.



    Dari pengalaman mengikuti program Humboldt ini, saya sangat menganjurkan kepada para scientist muda Indonesia untuk mencoba berkompetisi dalam research grant dari Alexander von Humboldt Foundation. Selain reputasinya, manfaatnya, kepuasannya, dsb., juga terasa ada semacam kehormatan yang diperoleh. Dunia internasional saat ini masih menempatkan Alexander von Humboldt Foundation sebagai yayasan pemeberi research grant dengan kualifikasi "the first class" dan ini akan tetap menjadi misi-nya Humboldt dimasa mendatang. Orang Jerman sendiri mengatakan, kalau belum pernah menerima research grant atau award dari Humboldt, maka mereka ini belum dianggap sebagai the true-scientist.



    Meskipun demikian tingginya reputasi Humboldt, jangan khawatir selama melaksanakan program penelitian akan dibebani suasana stress karena reputasi tersebut. Pada kenyataannya, lebih banyak bersenang-senangnya ketimbang beban berat melaksanakan penelitiannya, misalnya, kerja di lab sebagaimana yang dimauinya, tidak harus membuat laporan penelitian yang tebal-tebal (mungkin hanya 4-10 halaman untuk seminar atau publikasi), mengikuti seminar Humboldt di beberapa kota di Jerman, mengikuti annual meeting Humboldt, mengunjungi beberapa kota besar di Jerman untuk diperkenalkan museum, sejarah Jerman, industri di Jerman, mendengarkan konser musik klasik, dsb.



    Sedangkan dari aspek allowance yang diberikan selama mengikuti program Humboldt juga sangat mencukupi keperluan sehari-hari. Humboldt memberikan alokasi tunjangan akomodasi sekitar 1000 Euro, tunjangan keluarga sekitar 800 Euro, dan uang saku sekitar 1000 Euro. Suatu allowance yang sangat cukup untuk hidup di Jerman secara nyaman bersama keluarganya.



    Namun demikian, untuk bisa memperoleh research grant ini tidak terlalu mudah. Diperlukan suatu persiapan yang sungguh-sungguh dan tidak bisa mendadak. Syaratnya kelihatan sederhana, misalnya, memiliki ijazah doctor, umur kurang dari 40 tahun atau 45 tahun, memiliki publikasi internasional, mengajukan proposal research yang relevan, dan mendapatkan rekomendasi dari internationally recognized scientist. Mereka yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkannya memang bisa berhasil memperolehnya. Umumnya mereka ini berasal dari USA, China, Jepang, dan India. Scientist dari Indonesia sangat sedikit yang memperoleh kesempatan ini, tercatat sebanyak 26 orang sejak tahun 50an.



    Salam,
    Mohajit


    Re: Laporan tahnan dari fellow grant Humboldt di Jerman
    Oleh : Irzaman
    Sabtu, 20 September 2003 (02:52 WIB) dari IP 202.51.230.13

    Sangat menarik serta dapat memotivasi peneliti muda untuk meraih kesempatan riset di Humboldt Jjerman.


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    Untuk para PENCARI BEASISWA : sarana ini untuk memberikan informasi mengenai beasiswa dan BUKAN untuk pengumuman mencari beasiswa. Pesan mencari beasiswa hanya akan mengganggu pemakai lain yang ingin mencari beasiswa, serta membuat penuh kapasitas sehingga mempersulit pencarian info beasiswa yang sebenarnya. Bila Anda pencari beasiswa, manfaatkan sarana ini untuk memperoleh informasi aneka beasiswa yang ada, kemudian ikuti prosedur / langsung kontak sesuai informasi tertulis untuk setiap beasiswa ! Sebagai pencari beasiswa, Anda harus aktif langsung menghubungi pemberi beasiswa dan BUKAN meminta pemberi beasiswa menghubungi Anda (ini sebenarnya kunci utama mendapatkan beasiswa !)...

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI