fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Sabtu, 21 Oktober 2017  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

ITB Kedatangan Peraih Nobel Gerard Hooft
Anthony Djafar

Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mendatangkan peraih Nobel dan penghargaan internasional dalam kegiatan International Conference on Mathematics and Natural Sciences (ICMNS). Ini merupakan pertemuan ilmiah rutin dua tahunan yang ditujukan untuk mempertemukan para ahli di berbagai bidang agar dapat saling bekerjasama lintas-disiplin dan antar-disiplin.

“Pertemuan ini diselenggarakan di tingkat nasional sejak tahun 1998 oleh FMIPA-ITB, dan berubah menjadi pertemuan bertaraf internasional sejak tahun 2006,” kata Acep Purqon, panitia penyelenggara kepada GATRAnews, Senin (31/10).

Sebelumnya, tiga pemenang Nobel pernah menghadiri acara tersebut yaitu: Prof. Robert Huber (Nobel Laureate in Chemistry 1988) pada 2011, Prof. Cédric Villani (Field Medalist 2010) pada 2011, dan Prof. Brian Schmidt (Nobel Laureate in Physics 2011) pada 2014.

Pada ICMNS ke-6, 2016 ini, penyelenggara mendapat kehormatan luar biasa dengan kesediaan Prof. Gerard 't Hooft, Pemenang Hadiah Nobel Fisika Tahun 1999, untuk menjadi pembicara kunci pada konferensi ini. “Ini akan menjadi kesempatan ke-4 ITB mengundang pemenang Nobel dan Field Medal,” katanya.

Gerrardus “Gerard” ‘t Hooft, lahir 5 Juli 1946 di Den Helder, Belanda adalah seorang Profesor fisika teoretik di Utrecht University, Belanda. Prof. ‘t Hooft menjadi peraih hadiah Nobel fisika pada tahun 1999 dengan pembimbingnya, Martinus J. G. Veltman dengan kontribusi “for elucidating the quantum structure of electroweak interactions”.

Penelitiannya terkonsentrasi pada teori gauge, lubang hitam (black Hole), gravitasi kuantum (quantum gravity) dan aspek-aspek dasar mekanika kuantum. Kontribusinya untuk keilmuan fisika teoretik adalah dengan memberikan bukti bahwa teori gauge dapat direnormalisasi, regularisasi dimensional dan prinsip holografik.

Gerard ‘t Hooft menunjukkan ketertarikannya pada bidang sains sejak usia dini, nampak pada umurnya yang ke-16 beliau mendapatkan medali perak pada olimpiade matematika nasional di Belanda.

Pendidikan tingginya dimulai setelah masuk program studi fisika di Utrech University, dan mengambil fokus studi dari intinya fisika teoretik, partikel elementer dibawah supervisi Professor Martinus Veltman, yang memiliki spesialisasi teori Yang-Mills, di mana saat itu menjadi subjek yang cukup menarik karena adanya pandangan bahwa medan tersebut tidak dapat direnormalisasi.

Solusi dari masalah tersebut pada awalnya tidak diketahui orang, tetapi Prof. ‘t Hooft kemudian dapat menemukan prosedur renormalisasi medan Yang-Mills tak bermassa. Setelah publikasi pertamanya terbit, publikasi keduanya tentang teori Yang-Mills dengan medan bermassa karena symmetry breaking secara spontan dapat direnormalisasi.

Pekerjaannya di bidang ini telah membuat teori Yang-Mills yang awalnya tidak fisis menjadi memiliki arti dan pada akhirnya mengantarkan Prof. ‘t Hooft hadiah Nobel. Kontribusinya dalam fisika menuaikan hasil yang sangat signifikan yaitu pada penemuan top quark, sebuah partikel elementer, yang akhirnya melengkapi model standar dari penyusun alam semesta dan struktur besar alam semesta (large scale structure of the universe).

Menurut Asep, kunjungannya ke ITB kali ini dalam rangka memberikan pencerdasan kepada masyarakat umum dalam bidang ini dan sekaligus untuk memberikan inspirasi kepada kaum pelajar di Indonesia untuk memajukan sains dan teknologi.

Kuliah pertama yang akan diberikan Prof. ‘t Hooft bertajuk “Challenges in Physics Research and Education” pada 1 November 2016 di gedung CRCS ITB dengan sesi telekonferensi yang terhubung dengan universitas-universitas di Indonesia.

Kuliah kedua yang akan diberikan pada 2 November 2016 di Aula Barat merupakan bagian dari ICMNS ke-6 dengan topik “Standard Model and Beyond”, dan kuliah ketiga pada 4 November 2016 di Sasana Budaya Ganesha ITB adalah kuliah umum dengan judul “Grand Public Lecture: A Road to Nobel Prize” dengan sasaran masyarakat umum. Registrasi dapat dilakukan di http://portal.itb.ac.id/nobel, acara ini terbuka untuk umum.

Prof. Gerard ‘t Hooft juga direncanakan akan menghadiri gala dinner yang bertuan rumah gubernur Jawa Barat pada 2 November 2016. “Kunjungan ke ITB ini juga dilengkapi dengan kunjungan beliau ke situs-situs bersejarah seperti observatorium Bosscha,” kata Acep.

Sumber : Gatra, 31 Oktober 2016

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 2 November 2016

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI