fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 12 Desember 2017  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

LIPI Berikan Kontribusi Teknologi bagi Infrastruktur Eksperimen ALICE di CERN
Purwadi (LIPI)

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam keanggotaannya di kolaborasi A Large Ion Collider Experiment (ALICE) sejak 2014 hingga kini telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam pengembangan penelitian di tingkat global. Terbukti, LIPI mampu memberikan kontribusi teknologi bagi infrastruktur eksperimen ALICE di European Organization for Nuclear Research (CERN) yang bermarkas di Swiss.

LIPI bersama berbagai lembaga penelitian dari negara-negara anggota ALICE saat ini tengah melakukan upgrade (pembaruan) peralatan di CERN yang akan terpasang secara bertahap pada 2019 hingga 2020. Kontribusi LIPI dalam proyek pembaruan peralatan itu adalah pengembangan teknologi Visual Inspection of Sensor Chip dalam proyek bertopik Inner Tracking System (ITS) dan Moun Forward Tacker (MFT). Selain itu, ada teknologi agloritma pemusatan data dalam proyek Online Offline Grid Network (O2).

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Laksana Tri Handoko menuturkan, kontribusi tersebut tidak terlepas dari kinerja tim kecil peneliti dari Pusat Penelitian Informatika LIPI yang diketuai Suharyo Sumowidagdo. Selain itu, kontribusi juga diberikan para peneliti lain dari Pusat Penelitian Fisika LIPI, Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi, dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Dalam kolaborasi ini, lanjut Handoko, para peneliti tersebut sudah banyak perkembangan signifikan dan dipercaya menjadi tuan rumah 7th ALICE ITS Upgrade, MFT, and O2 Asian Workshop yang digelar di Hotel Mercure Sabang Jakarta pada 26-28 Juli 2016. “Saya turut senang kita dipercaya menjadi penyelenggara dan ini yang pertama bagi Indonesia,” katanya di sela-sela makan malam bersama workshop tersebut pada Rabu (27/7).

Senada, Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain merasa senang pula dengan kontribusi LIPI di ALICE-CERN. “Walaupun tim LIPI kecil hanya delapan orang, namun mampu menunjukkan kinerja dalam bagian tim besar tingkat global,” ungkapnya.

Dirinya pun mengharapkan agar kolaborasi itu bisa menyentuh bidang lebih luas lagi karena LIPI memiliki potensi dan pusat penelitian yang banyak. “Kami terbuka dengan kerja sama dalam bidang lainnya melalui kolaborasi riset semacam ini,” sambungnya.

Potensi Kerja Sama

Di sisi lain, Handoko mengatakan, kontribusi teknologi LIPI dalam ALICE melalui workshop ini telah pula dilirik sejumlah negara untuk dijajaki kerja sama. Misalnya saja, teknologi Visual Inspection of Sensor Chip. Salah satu perusahaan dari Korea Selatan telah meminatinya dan telah menjajaki kerja sama, lanjutnya.

Suharyo Sumowidagdo, peneliti Pusat Penelitian Informatika LIPI sekaligus ketua panitia workshop tersebut menyambung, teknologi tersebut berperan dalam mengembangkan sistem inspeksi yang berbasis pengolahan citra/foto. “Contoh penggunaannya adalah pada pemeriksaan chip, teknologi ini mampu melihat apakah chip tersebut cacat/retak dengan memproses melalui citra (foto),” terangnya saat penutupan workshop pada Kamis (28/7).

Haryo, panggilan akrab Suharyo Sumowidagdo menyebutkan, potensi-potensi kerja sama seperti itu bisa dirintis dan mulai dikembangkan berawal dari kegiatan workshop seperti sekarang. “Apalagi workshop saat ini mempertemukan lebih dari 50 ilmuwan dari berbagai negara di dunia,” ungkapnya.

Para peserta sendiri pada kesempatan tersebut mempresentasikan satu per satu laporan perkembangan teknologinya yang berkontribusi pada pembaruan peralaan CERN. Setiap teknologi dari berbagai negara akan disambungkan satu sama lain hingga menuju proses produksi yang ditargetkan pada 2016 hingga 2017.

Sebagai informasi, Indonesia melalui LIPI telah bekerja sama dengan CERN sejak 2013, dan khususnya menjadi anggota dari kolaborasi A Large Ion Collider Experiment (ALICE) pada awal 2014. Kolaborasi ini pun menghasilkan hubungan timbal balik di bidang penelitian yang saling menguntungkan.

Tim ALICE LIPI terbagi menjadi tiga sub tim yang masing-masing terlibat dalam tiga topik berbeda, pertama adalah jaringan grid pengolah big data hasil eksperimen. Kemudian kedua, perangkat keras khususnya sensor dari detektor. Dan ketiga adalah analisa fisika data hasil eksperimen. Sejauh ini ketiga tim bekerja sangat aktif lintas negara dengan para mitra globalnya masing-masing. (pwd/ed:isr)

Sumber : LIPI, 29 Juli 2016

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 30 Juli 2016

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI