fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 16 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Dengarkan, Ini Bunyi Kicauan Jagat Raya Bukti Kebenaran Teori Einstein
Yunanto Wiji Utomo

Kicauan jagat raya yang menjadi bukti kebenaran Teori Relativitas Einstein kembali terdengar. Tim ilmuwan proyek Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) mengumumkannya pada Kamis (16/6/2016).

Kicauan jagat raya yang terdeteksi kali ini merupakan yang kedua. Sebelumnya, ilmuwan LIGO pernah mengumumkan keberhasilan deteksi kicauan jagat raya pada Februari 2016 lalu.

Mengolah data yang tertangkap, ilmuwan memberikan gambaran tentang kicauan jagat raya yang kedua tersebut. Dengarkan ini...

Kicauan itu sejatinya merupakan gelombang gravitasi, riak alam semesta yang salah satunya disebabkan oleh persatuan dua lubang hitam.

Meski disebut kicauan, gelombang gravitasi sebenarnya sama sekali bukan gelombang suara. Alam semesta sendiri tak benar-benar menghasilkan suara seperti dalam video.

Gelombang gravitasi yang ditemukan disebut kicauan karena ketika diolah sedemikian rupa oleh ilmuwan, bunyinya terdengar seperti kicauan.

Kicauan kali ini dihasilkan dari persatuan dua lubang hitam bermassa 14 dan 8 kali Matahari. Diperkirakan, dua lubang hitam itu bersatu 1,4 miliar tahun lalu.

Kicauan yang terdeteksi kali ini dinyatakan lebih lirih dari sebelumnya. Kicauan sebelumnya yang diumumkan penemuannya pada Februari 2016 merupakan persatuan dua lubang hitam yang lebih massif, 36 kali dan 29 kali massa Matahari.

Keberhasilan ilmuwan mendeteksi gelombang gravitasi membuka banyak peluang dalam astrofisika. Ilmuwan ke depan bisa memprediksi jumlah lubang hitam, menemukan benda unik baru di alam semesta, hingga mengintip apa yang terjadi pada masa lalu.

Keberhasilan mendeteksi gelombang gravitasi ini merupakan perpaduan antara ketekunan dan kecanggihan peralatan. Ke depan, dunia akan memiliki 4 fasilitas yang membantu mendeteksi gelombang gravtasi.

Sumber : Kompas, 17 Juni 2016

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 17 Juni 2016

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI