fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 16 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Mengenal Ekuinox Vernal
I Putu Dedy Pratama (BMKG Sanglah)

Pada tanggal 20 Maret 2016 tepatnya pukul 12:30 WITA, bumi akan mengalami Ekuinoks vernal atau juga dikenal sebagai Titik Aries, dimana pada zodiak dikenal sebagai peralihan dari Pisces ke Aries.

Pada saat Ekuinoks vernal 20 Maret 2016 posisi matahari berada pada Rasi Bintang Pisces. Pada saat puncak Ekuinoks matahari berada pada ketinggian 81 derajat dari cakrawala dengan posisi azimuth 354 derajat dari Utara. Tetapi ketika rasi-rasi bintang diberi nama pada zaman Yunani kuno sekitar tahun 5 SM dimana ketika Matahari di titik paling selatan, ia berada di rasi Capricorn sehingga titik tersebut juga dikenal sebagai Tropic of Aries. Pergeseran ini disebabkan oleh adanya presesi aksial Bumi. Titik ini secara bertahap bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar satu derajat setiap 71.6 tahun. Ini berarti bahwa sejak zaman Hipparchus pada sekitar tahun 130 SM, itu telah bergeser di langit sekitar 30 derajat dan saat ini sedang berada pada titik Pisces, dekat perbatasan dengan Aquarius. Hipparchus dikenal sebagai penemu presisi Ekuinoks dan Soltice.

 Apa itu Ekuinoks vernal?

Ekuinoks vernal (vernal equinox) atau titik musim semi matahari menandai dimulainya musim semi astronomis. Ekuinoks adalah kedudukan matahari tepat di ekuator, hal ini terjadi 2 kali dalam satu tahun, yaitu pada tanggal 19-21 Maret, dan 21-23 September. Pada saat Ekuinoks terjadi, maka bumi belahan utara dan selatan mengalami malam dan siang yang sama panjangnya. Ekuinoks pada tanggal 19-21 Maret, disebut sebagai Ekuinoks musim semi. Ekuinoks vernal disebabkan Siklus Milankovitch, yaitu suatu teori siklus yang memaparkan mengenai tiga hal (ekstrensitas, kemiringan, dan presesi) yang dialami oleh bumi sehingga menghasilkan perubahan iklim akibat perbedaan intensitas radiasi matahari di permukaan bumi. Di Jepang hari Ekuinoks musim semi (春分の日, Shunbun no hi) adalah hari libur. Hari libur ini ditetapkan dengan undang-undang hari libur Jepang tahun 1948 untuk berterima kasih kepada alam dan mencintai makhluk hidup. Penentuan tanggal Ekuinoks vernal didasarkan pada tabel almanak (Rekishoo Nempyoo) yang merupakan pamflet terbitan Badan Observasi Astronomi Nasional Jepang. Hasil rapat diumumkan dalam lembaran negara yang disebut Kampoo. Menurut perhitungan astronomi yang berlaku sekarang hingga tahun 2025, Ekuinoks vernal selalu jatuh tanggal 21 Maret, tetapi jatuh tanggal 20 Maret pada tahun kabisat dan tahun sesudah tahun kabisat (www.siki-bali.com).

Di Bali sendiri Ekuinoks vernal dijadikan dasar dalam penentuan dari sistem sasih dalam kalender Saka Bali. system lunisolar (Surya-Chandra) dengan penggabungan sistem pawukon yang digunakan dalam Kalender Saka Bali beracuan pada peredaran matahari dalam pengaruhnya terhadap musim. Hal ini dijadikan dasar penentuan sasih agar bersesuaian dengan musim yang dijadikan patokan bagi para petani, nelayan, maupun dalam penentuan dewasa ayu. Sebagai contoh, Sasih Kedasa dimana pada Purnama sasih Kedasa adalah perayaan Betara Turun Kabeh di Besakih yang dirayakan oleh seluruh umat Hindu di Bali umumnya terjadi sekitar Bulan Maret-April. Pada bulan Maret-April inilah umumnya bunga-bunga bermekaran dan pohon-pohon berbuah.

Gambar:

    Ilustrasi dari langit pada 20 Maret 2016 pukul 12:30 WITA (kredit : stellarium)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 20 Maret 2016

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI