fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Gerhana Matahari dan Hari Suci Nyepi 9 Maret 2016
I Putu Dedy Pratama (Stasiun Geofisika Sanglah BMKG)

Gerhana Matahari adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Gerhana Matahari terjadi karena posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Hal ini sebenarnya umum terjadi setiap bulan, tepatnya ketika Bulan Mati/Tilem. Namun, fenomena gerhana tidak dapat terjadi setiap bulan. Gerhana hanya dapat terjadi apabila Bumi, Bulan, dan Matahari berada di satu garis lurus. Kondisi tersebut hanya terjadi ketika bidang orbit Bulan terhadap Bumi sejajar dengan bidang orbit Bumi terhadap Matahari. Terdapat selisih 5 derajat antara orbit Bulan dan orbit Bumi yang menyebabkan tidak setiap bulannya terjadi Gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya. Hal inilah yang menjadi alasan langkanya fenomena Gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan.

Pada tahun 2016 ini diprediksi terjadi lima kali gerhana, yaitu:

  1. Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret 2016 yang dapat diamati dari Indonesia.
  2. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 23 Maret 2016 yang diamati dari Indonesia
  3. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 18 Agustus 2016 yang diamati dari Indonesia
  4. Gerhana Matahari Cincin (GMC) 1 September 2016 yang tidak dapat diamati dari Indonesia
  5. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 16-17 September 2016 yang dapat diamati dari Indonesia

GMT 9 Maret 2016 dapat diamati di Asia bagian Selatan, Asia bagian Timur, Asia bagian Tenggara, Australia bagian Utara, Samudra Pasifik, dan sedikit daerah Amerika bagian Utara. Daerah yang akan terlewati jalur totalitas, yang ditandai dengan dua buah garis merah yang berdekatan, adalah Indonesia dan Samudra Pasifik. Hanya ada tujuh kota yang dapat menyaksikan Gerhana Matahari secara total yaitu Bengkulu, Palembang, Bangka & Belitung, Balikpapan, Palangkaraya, Palu, dan Ternate.

Pada 9 Maret 2016 merupakan suatu kejadian yang sangat langka di Pulau Bali dimana di saat hari suci Nyepi terjadi Gerhana Matahari Total (GMT). Namun, untuk wilayah Bali terlihat sebagai Gerhana Matahari Sebagian. Gerhana Matahari Sebagian terjadi saat puncak Bulan Mati/Tilem. Perhitungan Kalender Saka Bali yang berbeda menyebabkan terjadinya perbedaan antara perhitungan Astronomis dengan Perhitungan Kalender Saka Bali. Namun, menurut pengujian dari penulis kalender Bapak I Gede Marayana perhitungan kalender Bali memiliki keakuratan mencapai 125 tahun.

Untuk wilayah Bali, pada saat awal pertemuan piringan Bulan dengan Matahari terjadi pada Pukul 07:22 WITA dengan posisi Matahari berada sedikit ke Selatan dari arah Timur dengan ketinggian 14 derajat dari Cakrawala. Pada saat puncak Gerhana pukul 08:27 WITA Matahari berada pada tepat di arah Timur dengan ketinggian 30 derajat dari Cakrawala. Sedangkan di akhir Gerhana pada pukul 09:42 WITA posisi Matahari berada pada ketinggian 48 derajat di atas Cakrawala dengan sedikit ke sebelah Utara dari Timur.

Umumnya setiap tahun terjadi dua sampai lima kali Gerhana Matahari baik Sebagian, Cincin, Total, atau Hybrid. Gerhana Matahari pada 9 Maret 2016 ini hanya dapat diamati di Indonesia. Gerhana Matahari ini diamati sebagai Gerhana Matahari Total karena kejadian Gerhana berdekatan dengan Perigee yaitu jarak terdekat Bulan dengan Bumi, sehingga piringan Bulan Nampak lebih besar dan bisa menutupi piringan Matahari. Perigee terjadi pada 10 Maret 2016. Berbeda dengan Gerhana Matahari Hybrid dimana pada suatu lokasi mengamatinya sebagai Gerhana Matahari Total dan lokasi lain mengamatinya sebagai Gerhana Matahari Sebagian. Hal ini karena piringan Bulan hampir sama dengan ukuran piringan Matahari. Gerhana yang terjadi pada saat Nyepi dan dapat disaksikan di Bali akan terjadi lagi pada 20 Maret 1953. Sebelumnya Gerhana Matahari yang terjadi pada saat Nyepi terjadi pada 17 Maret 1904. Sedangkan Gerhana pada saat Upacara Pangerupukan pernah terjadi pada 6 Maret 1905 dan 18 Maret 1969.

Sejak tahun 1900 hingga 2015 di Bali sudah mengalami 34 kali Gerhana Matahari dengan persentase tutupan yang berbeda-beda. Persentase piringan Matahari yang ditutupi Bulan mulai dari 0.6ingga 95Tutupan terbesar terjadi pada 11 Juni 1983 dimana pada pukul 12:44 WITA Bali mengalami kegelapan. Waktu kejadian Gerhana Matahari ini juga didukung oleh kondisi cuaca pada saat itu yang terjadi pada musim kemarau sehingga proses Gerhana dapat teramati dengan jelas.

Wilayah Bali dan sekitarnya tidak termasuk dalam lintasan Gerhana Matahari Total. Di Bali hanya mengalami Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo Gerhana mencapai di atas 0,8. Nilai magnitude Gerhana menyatakan perbandingan antara diameter matahari yang terutupi oleh Bulan. Jadi bagian Matahari yang Nampak saat puncak Gerhana di Wilayah Bali hanya 0,2 bagian atau seperempat bagian Matahari saja. Gerhana yang teramati dari Bali berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan Magnitudo Gerhana terentang antara 0,801 di sebelah Selatan Klungkung hingga 0,828 di Bali bagian barat. Adapun kota dengan magnitudo terbesar adalah di Singaraja yaitu 0,824. Untuk kondisi cuaca pada 9 Maret 2016 pagi nantinya diprediksi masih banyak terdapat pertumbuhan awan di langit Bali. Pada saat malam dengan tidak adanya polusi cahaya baik dari Bumi maupun dari Bulan maka langit akan bertabur bintang. Dimana selain Gerhana juga terjadi peristiwa dimana Planet Jupiter akan Nampak lebih besar dengan puncak 8 Maret 2016 dan masih terlihat besar pada malam 9 Maret 2016 didukung dengan minimnya polusi cahaya. Jupiter akan terbit di Bali pukul 18:30 WITA di sebelah Timur. Jadi, berdoalah langit cerah di hari Nyepi di pagi hari demikian juga di malam hari.

Gambar:

    Atas: Peta lintasan Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 di dunia (sumber: BMKG)
    Bawah: Ilustrasi Proses Gerhana 9 Maret 2016 (sumber: penulis)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 9 Maret 2016

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI