fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Nobel Fisika 2015 Diraih 2 Ilmuwan Penemu Rahasia Neutrino
Amri Mahbub

Setelah hadiah Nobel Kedokteran, Komite Nobel Kungl. Vetenskap Akadeiem di Stockholm, Swedia, kembali mengumumkan peraih hadiah Nobel 2015. Kali ini untuk bidang Fisika. Pemenangnya adalah dua ilmuwan, yakni Takaaki Kajita dari University of Tohyo, Kashiwa, Jepang, dan Arthur B. McDonald dari Queen’s University, Kingston, Kanada.

Komite Nobel menganggap penemuan Kajita dan McDonald, terkait osilasi neutrino, dianggap penting dalam pengembangan fisika dunia. “Atas pengungkapan identitas dan massa neutrino,” ungkap Komite Nobel dalam keputusannya yang diumumkan hari ini, Selasa, 6 Oktober 2015.

Neutrino adalah partikel dasar alam semesta. Dalam menelusuri neutrino Kajita dan McDonald bak detektif. Penemuan keduanya, tulis Komite Nobel dalam rilis mereka, telah mengubah pemahaman kita tentang cara kerja terdalam dari materi dan membuktikan bahwa neutrino amat penting untuk memahami alam semesta yang besar.

Kajita menggali neutrino pada dekade akhir 1990-an, bersamaan dengan pergantian millennium. Dia berhasil menguak struktur identitas neutrino saat bekerja menggunakan detektor milik Super Kamiokande di Jepang. Sedangkan McDonald memimpin tim yang mempelajari neutrino di Sudbury Neutrino Observatorium. Hasil penelusuran McDonald: neutrino bertahan dalam perjalanannya dari matahari menuju bumi.

Berkat kerja keras Kajita dan McDonald, teka-teki neutrino berhasil terungkap. Penemuan keduanya membantah kesimpulan sebelumnya yang menyatakan neutrino tidak bermassa. Penemuan ini jelas momen sejarah dalam dunia fisika. Karena, setelah itu, menjadi standar kerja dalam pengungkapan misteri alam semesta lainnya.

Komite Nobel menyamakan penemuan identitas neutrino sama pentingnya dengan temuan foton dan partikel cahaya. Dibandingkan keduanya, neutrino ternyata partikel yang paling banyak terkandung di seluruh kosmos. Dan bumi, terus “diserang” neutrino dari berbagai arah ruang angkasa.

Sumber : Tempo, 6 Oktober 2015

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 25 Oktober 2015

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI