fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 16 Oktober 2018  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Stephen Hawking: Jenius yang Tercebur di Dunia Fisika
Hani Nur Fajrina

Bernama lengkap Stephen William Hawking, ia lahir pada 8 Januari 1942 di Oxford, Inggris, dari pasangan Frank Hawking dan Isobel Hawking. Hari lahirnya bertepatan dengan 300 tahun pasca kematian ilmuwan Italia, Galileo Galilei.

Hasratnya yang terletak pada ilmu astronomi dibuktikan melalui teori Big Bang dan black hole yang ia cetuskan. Di usia 21 tahun, ia divonis menderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Bukannya meratapi, ia justru melakukan banyak pekerjaan Fisika dan Kosmologi.

Seperti 'kecemplung' di Ilmu Fisika

Masa kecil Hawking bersamaan dengan Perang Dunia II dan keadaan ekonomi keluarganya yang tidak bagus. Sejak usianya delapan tahun, keluarga Hawking pindah Kota St. Albans, sekitar 32 kilometer bagian utara dari London.

Sang ayah ternyata mendambakan Hawking mengambil program studi kedokteran. Namun ia lebih tertarik pada ilmu matematika.

Hawking menimba ilmu di Universitas College di Oxford di usia 17 tahun. Saat mengetahui program studi matematika idak tersedia di universitas tersebut, Hawking mengambil fisika. Pada 1962, ia lulus dengan penghargaan ‘first class honours degree’. Ia melanjutkan pendidikan Kosmologi di University of Cambridge untuk gelar Ph.D. Lihat juga:Kontroversi Surga Palsu dan Ketiadaan Tuhan Mengidap ALS

Tahun pertama masa pembelajarannya di Oxford, Hawking mulai merasa ada yang aneh dari kesehatan fisiknya. Ia sering tersandung atau jatuh tiba-tiba. Awalnya, ia tidak membeberkan hal ini kepada siapapun, hingga suatu saat ayahnya membawa ia ke dokter. Hawking saat menghadiri World Science Festival 2010 silam

Sejak dilakukan pemeriksaan, hidup Hawking yang saat itu berusia 21 tahun mulai diisi oleh serangkaian tes kesehatan. Pengambilan sampel otot dari lengannya, memasukkan elektroda (kutub baterai) ke dalam tubuhnya, hingga menyuntikkan cairan tak tembus cahaya ke tulang punggungnya yang kemudian diamati melalui sinar X adalah beberapa tes yang Hawking lakukan.

Saat didiagnosis terkena ALS – penyakit dimana saraf yang mengatur cara kerja otot telah mati – sang dokter sempat memberi tahu sisa hidup Hawking tak sampai tiga tahun lagi.

Ketimbang larut dalam kesedihan, Hawking malah melihat banyak kesempatan yang dapat ia lakukan selama sisa hidupnya yang diprediksi pendek tersebut.

Benar saja, suasana hatinya sedikit lebih berwarna sejak bertemu seorang perempuan bernama Jane Wilde saat pesta tahun baru di 1963. Mereka memutuskan menikah pada 1965.

ALS Bukan Penghalang

Setelah menikahi Jane Wilde, keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Robert di tahun 1967. Ia kemudian menjadi anggota di Institute of Astronomy di Cambridge pada 1968.

Pada 1969, anak kedua Hawking dan Wilde lahir, diberi nama Lucy. Di tahun yang sama, Hawking diharuskan menggunakan kursi roda karena kemampuan pengaturan tubuhnya sudah hilang. Sepuluh tahun kemudian, pasangan ini kembali dikaruniai seorang anak yang diberi nama Timothy.

Hawking bersama Roger Penrose, seorang ahli Kosmologis, menunjukkan teori relativitas milik Einstein menyiratkan bahwa luar angkasa dan waktu bermula di Big Bang dan berakhir di ‘lubang hitam’.

Kemudian Hawking menjadi Lucasian Professor of Mathematics di Universitas Cambridge, dimana beberapa abad silam posisi tersebut pernah ditempati oleh Sir Isaac Newton.

Beberapa publikasinya yang sangat terkenal antara lain The Large Scale Structure of Space-Time, A Brief History of Time, Black Holes and Baby Universes and Other Essays, The Universe in a Nutshell, dan My Brief History.

Hawking telah meraih 12 gelar kehormatan seperti gelar CBE, Fellow of the Royal Society, dan Member of the US National Academy of Science.

Setelah bercerai dengan Wilde di tahun 1995, Hawking menikahi Elaine Mason. Pernikahannya dengan Mason hanya bertahan selama 11 tahun.

Sampai sekarang, Hawking menjadi Director of Research di Department of Applied Mathematics and Theoretical Physics di Cambridge. Ia juga mendirikan Centre for Theoritical Cosmology.

Dengan keterbatasan kemampuan fisiknya, Hawking tidak berhenti berharap agar dirinya dapat melakukan perjalanan ke luar angkasa suatu hari nanti.

Sumber : CNN Indonesia, 22/10/2014

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 27 Agustus 2015

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI