fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Minggu, 16 Juni 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Pengajaran Fisika, Masukkan Pendidikan Karakter
Sgi

Pengajaran ilmu eksakta termasuk di dalamnya ilmu Fisika perlu memasukkan unsur-unsur pendidikan karakter dalam setiap pengajarnya. Selama ini guru bidang eksakta termasuk guru Fisika hanya mengajarkan ilmu fisika atau itung-itungannya saja kepada siswa. Mereka tidak pernah atau kurang menyempatkan diri mengisi dengan muatan-muatan pendidikan karakter dalam pembelajaran fisika tersebut. Hal tersebut disampaikan Prof Nathan Hindarto, PhD kepada pers di Semarang, Kamis (25/11) usai pengukunan dirinya oleh Rektor Unnes Prof Dr Sudijono Sastroatmojo Msi sebagai guru besar Ilmu Fisika pada FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes). Menurut Nathan, pada pembelajaran Fisika Modern sangat perlu memasukkan pendidikan karakter dalam pembelajarannya.

Selama ini mayoritas guru fisika berpendapat urusan pendidikan moral atau karakter ataupun pendidikan agama merupakan tugas guru bidang agama dan kewarganegaraan. Padahal sejatinya tujuan pendidikan di antaranya justru membentuk watak atau karakter yang baik bagi masyarakat atau siswa. "Pendidikan karakter bukan hanya kewajiban guru bidang agama atau budi pekerti, namun kewajiban semua guru termasuk guru fisika dalam mengajarkan pendidikan karakter dalam pengajaran fisika kepada siswa.

Bahkan ada yang menganggap fisika bertolak belakang dengan agama. Padahal tidak, misalnya alam awalnya mengembang dan dibalik itu kan ada penciptanya yaitu Tuhan. Tujuannya, setelah didik, siswa menjadi pinter dan berkarakter baik. Selama ini kan sepertinya pengajaran fisika hanya menjadikan anak pinter saja," ujar Nathan. Lebih lanjut dikatakannya, salah satu tujuan pendidikan fisika adalah peserta didik memahami akan hitung-hitungan fisika dan hal-hal menyangkut keteraturan lewat rumus-rumus fisika. Di balik itu, diharapkan peserta didik bisa melihat dibalik keteraturan tersebut yaitu keagungan Tuhan. Prof Nathan Hindarto lulus Sarjana Muda Fisika Unnes (1978), Sarjana Fisika Unnes (1978), lulus S-3 Murdoch University Australia 1992. SK Guru Besar dari Mendiknas keluar tanggal 30 Juni 2010 per tanggal 1 Juli 2010. (Sgi)-f

Sumber : Kedaulatan Rakyat, 26/11/2010

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 27 November 2010

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI