fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 16 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Tiga Peneliti Raih Nobel Fisika
syarifudin

Foto yang dirilis Princeton University menunjukkan peraih Nobel Fisika 2009 Charles Kao Kuen (kanan) bersama istrinya dalam suatu acara pada 1 Juni 2004 (foto kiri). Peraih Nobel Fisika lainnya, fisikawan AS George Smith (foto kanan).

Seorang pionir serat optik dan dua peneliti yang mengkaji bagaimana mengubah cahaya menjadi sinyal elektronik kemarin dianugerahi penghargaan Nobel bidang Fisika. Satu dari ketiga peneliti yang penemuannya menjadi gerbang era internet saat ini yakni Charles Kao, seorang warga Amerika-Inggris kelahiran Shanghai.

Kao mendapatkan setengah dari total penghargaan Nobel sebesar USD1,4 juta untuk penemuan yang menghasilkan terobosan besar di bidang serat optik. Kao berhasil menemukan bagaimana cara mengirimkan cahaya melalui serat kaca optik dalam jarak jauh. Sedangkan dua peneliti lain yang mendapatkan setengah dari USD1,4 juta ialah Willard Boyle warga Amerika-Kanada dan George Smith dari Amerika Serikat (AS).

Keduanya menemukan teknologi pencitraan atau teknologi gambar pertama yang sukses dengan memakai sensor digital. ”Penghargaan Nobel bidang Fisika tahun ini dianugerahkan pada dua penemuan sains yang membantu meletakkan landasan bagi masyarakat jejaring (internet) hari ini,” ungkap Komite Nobel Karolinska Institute dalam pernyataannya kemarin.

Penemuan mereka telah membuat informasi dalam jumlah sangat besar mampu dikirimkan ke penjuru dunia dengan sangat cepat karena triliunan sinyal dapat bergerak melalui serat optik yang kini panjangnya cukup untuk mengelilingi bumi lebih dari 25.000 kali. Boyle yang memberikan pidato melalui telepon dalam konferensi pers di Komite Nobel, Swiss, terdengar kebingungan sekaligus terkejut.”

Saya belum minum kopi pagi, jadi saya merasa sedikit kurang enak dengan semua ini.Tapi, saya memiliki perasaan yang sangat bahagia di seluruh tubuh saya,seperti wow, ini benar-benar sangat luar biasa tapi nyata.”tuturnya. Penghargaan Nobel diberikan setiap tahun untuk berbagai penemuan di bidang kimia, fisika, kedokteran, perdamaian, kesusastraan, dan ekonomi.

Nobel pertama kali dianugerahkan pada 1901 oleh penemu dinamit asal Swedia,Alfred Nobel. Penemuan Kao di bidang serat optik pada 1966 telah menjadi landasan bagi produksi serat ”ultrapure” empat tahun kemudian,dan menjadi pondasi masyarakat untuk berkomunikasi hingga saat ini. ”Adanya serat optik ini telah memfasilitasi komunikasi broadband global seperti internet.

Tulisan,musik, foto,dan video dapat dikirimkan ke penjuru dunia dalam hitungan detik,”papar Komite Nobel. Sedangkan Boyle dan Smith muncul pada 1969 sebagai penemu pertama teknologi foto atau gambar menggunakan sensor digital. ”Ini merevolusi dunia fotografi karena cahaya dapat ditangkap secara elektronik dan bukan di atas film,”papar Komite Nobel.

Boyle dan Smith merupakan karyawan Bell Laboratories grup AS, sebelum pensiun lebih dari 20 tahun silam. Penemuan mereka menjadi landasan berbagai macam penemuan baru di bidang pembedahan mikro dan eksplorasi antariksa. ”Saat robot penjelajah Mars berada di permukaan Mars dan (mereka) menggunakan sebuah kamera seperti milik kami, itu tidak akan menjadi nyata tanpa penemuan kami,”tutur Boyle.

Penemuan kedua orang itu juga mendapat reaksi, termasuk sambutan miring orang yang tidak suka privasinya terganggu.”Kami merupakan salah satu orang yang menyebabkan menyebarnya kamerakamera kecil di penjuru dunia,” ungkap Boyle. Di Bell Labs sejak 1953 hingga 1979,Boyle memimpin riset bidang optik dan komunikasi satelit, peralatan elektronik digital dan kuantum, komputer, serta astronomi radio.

Salah satu perannya, Boyle membantu Badan Antariksa AS (NASA) menetapkan lokasi pendaratan Apollo di bulan. Sedangkan Smith memimpin riset yang bertujuan menciptakan laser dan berbagai peralatan semikonduktor. Kini dia menjadi penasihat untuk berbagai universitas dan laboratorium pemerintah Kanada.

Sebagai penggemar berlayar di usia 79 tahun, Smith saat ini telah menyelesaikan pelayaran jangka panjang keliling dunia. Dia membutuhkan waktu 17 tahun untuk menyelesaikan misinya itu. ”Saya merasa sangat gembira,” tuturnya dalam pidato penganugerahan Nobel melalui telepon dari rumahnya di Barnegat,New Jersey,kemarin. Saat ditanya akan diapakan uang dari penghargaan Nobel, Smith menjawab,”Saya berusia 79 tahun sekarang.

Dan saya tidak berpikir hidup saya akan banyak berubah. Saya tidak lagi butuh sebuah perahu besar.” Sebelumnya, Senin (5/10) lalu, tiga peneliti AS memenangkan penghargaan Nobel 2009 bidang kedokteran atau psikologi, untuk penemuan bagaimana kromosom dibuat tiruannya dan dilindungi dari kerusakan.

Penemuan tersebut memberi harapan besar untuk penelitian pengobatan penyakit kanker dan proses penuaan. Ketiga peneliti itu adalah Elizabeth Blackburn kelahiran Australia, Jack Szostak dan Carol Greider kelahiran Inggris.Menurut Karolinska Institute,dengan menerima Nobel tersebut, ketiga peneliti itu mendapatkan USD1,42 juta.

”Ketiganya telah menyelesaikan masalah utama dalam biologi yakni bagaimana kromosom dibuat tiruannya secara sempurna selama pembelahan sel dan dilindungi dari kerusakan,” papar Komite Nobel Karolinska Institute. Penemuan ini telah menambah dimensi baru pada pemahaman tentang sel, memahami mekanisme penyakit,dan mendorong pengembangan bentuk terapi baru.

Bagian akhir dari kromosom disebut telomere dan ini biasa disebut sel penuaan.Peneliti telah berspekulasi bahwa proses ini dapat menjadi alasan untuk penuaan, tidak hanya dalam sel itu sendiri tapi juga dalam satu organisme secara keseluruhan. ”Tapi, proses penuaan ini telah menjadi rumit dan saat ini tergantung pada beberapa faktor berbeda, telomere menjadi salah satunya.

Riset di bidang ini masih sangat intensif,” papar pihak Karolinska Institute. Ketiga pakar itu fokus meneliti telomerase, enzim yang dibuat oleh bagian kecil dari kromosom. Penelitian itu akan mendorong pengembangan berbagai bentuk terapi baru untuk pengobatan penyakit.

Blackburn melakukan penelitian bersama University of California di San Francisco, Greider bersama Johns Hopkins School of Medicine di Baltimore, dan Szostak di Massachusetts General Hospital,Boston. Dalam pernyataannya,Greider menjelaskan, penghargaan Nobel tersebut memberi pengakuan bahwa keingintahuan manusia membawa ke berbagai riset ilmu pengetahuan paling penting.

”Kami tidak memiliki ide saat kami memulai pekerjaan ini bahwa telomerase akan terlibat dalam penelitian kanker, tapi kami hanya memiliki keingintahuan sederhana tentang bagaimana kromosom tetap utuh,”tuturnya.

”Pendekatan kami menunjukkan, saat Anda dapat melakukan riset yang berupaya menjawab berbagai pertanyaan khusus tentang satu penyakit, Anda juga dapat hanya mengikuti ‘hidung’ (keingintahuan) Anda,”kata Greider.

Sumber : Seputar Indonesia, 16 Oktober 2009

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 7 Oktober 2009

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI