fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Jutaan Planet Baru di Bimasakti
-

Berdasarkan buletin yang diumumkan NASA, disebutkan bahwa para ilmuwan dari balai penelitian ruang angkasa lembaga ilmu pengetahuan Rusia dan astrofisika dan Jerman menemukan jutaan planet baru di bimasakti. Temuan tersebut akan dipublikasikan dalam dua makalah di majalah astrofisika dan astronomi.

Sejak 400 tahun silam, sebuah sistem galaksi seperti cahaya putih yang ditemukan Galileo sebetulnya mengandung planet tunggal yang tak terhitung banyaknya. Sekarang, dengan memakai Rossi X-ray timing Explorer terhadap sistem galaksi para ilmuwan kembali menemukan temuan serupa di kawasan sinar- X.

Oleh para ilmuwan, asal sinar-X yang menyebar dan mirip cahaya tampak dalam sistem galaksi itu disebut latar sinar-X Bimasakti, dan selama ini merupakan sebuah misteri yang tak terpecahkan. Latar sinar-X yang ditemukan para ilmuwan ini tidak memencar seperti anggapan semula, melainkan ditentukan oleh jutaan sumber sinar-X tunggal yang semula tidak diketahui. Sumber-sumber sinar-X ini adalah planet mati yang dinamakan bintang kecil putih, lingkaran cahaya yang luar biasa di sekeliling planet tersebut.

Jika temuan ini terbukti, maka pemahaman kita terhadap sejarah sistem galaksi kita akan berdampak terhadap pembentukan planet, perbandingan letusan supernova hingga evolusi planet.

“Di malam hari, anda dapat melihat cahaya yang berpencar di angkasa dari atas pesawat,“ salah satu ilmuwan di lembaga penelitian Jerman menuturkan. “Jika disimpulkan secara sederhana cahaya yang dipancarkan dari angkasa itu tidak cukup. Hanya ketika anda menyaksikan dari dekat baru bisa melihat bahwa cahaya di angkasa kota itu terdiri dari satu persatu sumber cahaya. Cahaya dari rumah, cahaya lampu jalanan dan cahaya yang dipancarkan dari lampu mobil dll. Dari sini kita membedakan asal sinar-x tunggal dalam sistem galaksi kita. Temuan kami ini dapat membuat banyak ilmuwan terperangah.”

Foto latar infrared dipotret pada tahun 1990-an oleh Cosmic Background Explorer mission, NASA. Titik simpul berwarna putih adalah sumber sinar-X yang sangat kuat, kebanyakan berasal dari lubang hitam atau aktivitas bintang neutron. Namun, kebanyakan sinar-X dalam galaksi kita berasal dari jutaan sumber sinar-X yang relatif agak gelap dan tidak bisa diindikasikan. Pada gambar atas memanifestasikan lengkungan yang menyebar di segenap galaksi, garis putih yang sangat halus. Ini semua seperti bintang cebol putih yang belum pernah ditemukan dan memiliki cahaya yang dinamis.

Sinar–X adalah bentuk energi tinggi, lebih besar dibanding energi cahaya yang tampak, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Latar sinar-X lebih luas dibanding latar cahaya tampak yang kita sebut sistem galaksi, karena itu ilmuwan semula menganggap latar sinar-x itu memencar, bukannya berasal dari sumber cahaya berbentuk titik. Di masa lalu secara umum ilmuwan menganggap bahwa sebagian besar latar sinar-x berasal dari benda panas antar planet.

Temuan baru ini didapat dari data pengamat selama 10 tahun ini berdasarkan Rossi X-ray Timing Explorer, data pengamat terdiri dari gambar sinar-X yang paling lengkap dalam sistem galaksi. Menurut penelitian tersebut sistem galaksi dipenuhi dengan planet sinar-X, sebagian besar tidak begitu terang, karena itu, ilmuwan meremehkan jumlah mereka selama ini.

Ilmuwan sama sekali tidak berhasil mengambil gambar sumber sinar-X tunggal. Yang mereka perhatikan adalah gambar sinar-X dan sumber radiasi infrared yang diperoleh Cosmic Backgroud Explorer NASA semuanya cocok. Hal ini berarti bahwa gambar serupa infrared dan sinar-X mencerminkan penyebaran masa galaksi, karena itu, latar sinar-X mengandung sejumlah besar benda-benda terpencil yang gelap dalam galaksi.

Sumber : Erabaru

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 5 September 2009

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI