fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 16 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Ilmuwan Italia buat Terobosan dalam Super-Komputer
OL-06

Beberapa ilmuwan dari 'University of Trento', Italia utara, Selasa (18/8), mengkonfirmasi bahwa mereka telah melakukan langkah besar ke arah pengembangan komputer kuantum super-cepat.

Semua komputer kuantum mengandalkan properti partikel sub-atom guna menyiar-pancarkan keterangan dan melakukan penghitungan dengan menggunakan berbagai unit informasi yang disebut qubit. Tidak seperti bit yang digunakan di dalam operasi komputer konvensional, yang hanya dapat mewakili satu dari dua nilai yang mungkin, qubit dapat mewakili sampai empat, sehingga memungkinkan pemakai untuk mengurangi banyak waktu di depan komputer.

Gelombang elektron yang digunakan untuk menyampaikan informasi di dalam komputer kuantum bergerak di dalam partikel yang disebut bit kuantum yang, bagaimanapun, dengan mudah dipengaruhi oleh campur-tangan dari luar. Profesor Iacopo Carusotto, seorang ahli ilmu fisika di pusat Bec-Infm yang juga mengajar di University of Trento, mengatakan, penyelesaian bagi campur tangan bit kuantum ialah mempolarisasikannya sehingga semua bit kuantum berputar pada arah yang sama.

Carusotto membandingkan teknik tersebut dengan penghapusan suara latar yang menjengkelkan yang menghalangi seseorang memusatkan perhatian. "Itu seperti memberikan irama reguler yang terus-menerus kepada sepasang maraca yang berguncang tak terkendali. Dengan cara ini, 'suara' itu menjadi dapat diterima bagi elektron, yang tidak menjadi bingung dan dapat bekerja lebih efisiensi," katanya.

Maraca, yang kadangkala disebut rumba shaker, adalah alat musik asli Puerto Rico, Kuba, Venezuela dan beberapa negara Karibia serta Amerika Latin. Maraca adalah alat perkusi sederhana, biasanya dimainkan secara berpasangan. Teknik tersebut dikembangkan oleh para peneliti di Bec-Infm Research and Development Center, laboratorium fisika di University of Trento, yang bekerja sama dengan satu tim ahli fisika internasional dari seluruh dunia. Temuan mereka disiarkan di dalam Nature Physics, jurnal ilmiah kenamaan yang memusatkan perhatian pada fisika terapan, terbitan 15 Agustus.

Sumber : Media Indonesia (19 Agustus 2009)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 20 Agustus 2009

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI