fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini
jpnn

Fenomena tersebut bakal terlihat jelas di India dan Tiongkok. Seluruh Kota Shanghai di Tiongkok dan pulau-pulau di selatan Jepang akan gelap total selama sekitar lima menit.

Gerhana kali ini bakal berlangsung selama enam menit 39 detik pada titik maksimum atau diprediksi terlama dalam satu abad terakhir. Gerhana matahari total sebelumnya, yang terjadi pada Agustus 2008, hanya berlangsung selama dua menit 27 detik.

Tak heran bila para fotografer, pengamat amatir, dan tim ilmuwan berbondong-bondong ke Tiongkok dan India untuk menyaksikan fenomena tersebut. Para astronom juga berharap gerhana tersebut akan mengungkap sejumlah petunjuk mengenai matahari.

Gerhana bakal terlihat kali pertama di Teluk Khambhat, utara Kota Mumbai, India, subuh hari ini. Selanjutnya, gerhana akan bergerak ke timur India, Nepal, Myanmar, Bangladesh, Bhutan, dan Tiongkok sebelum akhirnya mencapai wilayah Pasifik. Gerhana juga akan melintasi pulau-pulau selatan Jepang dan terlihat paling jauh dari daratan Pulau Nikumaroro di Kiribati, Pasifik Selatan.

Selain itu, gerhana parsial akan terlibat di banyak negara Asia. Termasuk, wilayah Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Di Indonesia, gerhana parsial tersebut diperkirakan terjadi pukul 08.30. Ini terutama terlihat di Jawa dan Sumatera. Selanjutnya, gerhana akan terlihat di wilayah lain Indonesia hingga pukul 10.00.

Bagi para astronom, gerhana total itu akan menjadi peluang untuk memandangi langsung korona (cincin) matahari dalam waktu relatif lama. Benda yang menyerupai cincin putih itu berjarak 1 juta kilometer dari permukaan matahari.

Suhu korona mencapai 2 juta derajat. Tapi, kami tidak tahu mengapa begitu panas, ujar Lucie Green dari University College, London. Yang akan kami lihat adalah gelombang di korona. Gelombang itu mungkin memproduksi energi yang ikut memanaskan korona, lanjut Green.

Para ilmuwan berharap bahwa gerhana nanti akan memberikan petunjuk atas kobaran api dan struktur-struktur lain matahari. Juga menjelaskan kenapa kobaran api tersebut bisa meletus, kata Alphonse Sterling, ilmuwan astrofisika dari NASA.

Manusia telah merekam gerhana matahari selama 4 ribu tahun. Kami harus menunggu beberapa ratus tahun untuk mendapat kesempatan lain mengamati gerhana matahari yang berlangsung selama ini. Jadi, ini kesempatan yang langka sangat special, tutur Shao Zhenyi, astronom di Shanghai Astronomical Observatory.

Sumber : Bengkulu Ekspress (22 Juli 2009)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 22 Juli 2009

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI