fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 22 Oktober 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Fisikawan yang Rendah Hati
Tjandra Dewi

Sosok Makoto Kobayashi sangatlah berarti bagi LT Handoko, peneliti pada Pusat Penelitian Fisika di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Serpong. "Dia sangat bersahabat dan low profile," kata Handoko tentang host professor-nya itu kemarin.

Handoko memang pernah menimba ilmu tentang simetri yang rusak secara langsung dari Kobayashi, salah satu pemenang Hadiah Nobel Fisika 2008. Handoko, yang sejak 1995 sampai 2003 mendalami teori penting dalam fisika partikel itu, mendapat kesempatan belajar di bawah bimbingan Makoto di KEK selama dua tahun.

Handoko bercerita, Makoto dan rekannya--Toshihide Maskawa--memprediksi bahwa setidaknya ada tiga famili quark baru selain tiga quark yang telah diketahui. "Mereka juga memprediksi apa yang akan terjadi bila ada enam quark, yaitu rusaknya simetri," kata Handoko. "Prediksi kerusakan simetri itu akhirnya terbukti dalam eksperimen yang dilakukan pada 1998-2002."

Handoko mengakui rusaknya simetri memang agak sulit dipahami oleh orang awam, meskipun teori itu menjelaskan aneka interaksi di alam semesta. "Manusia memang tidak merasakan apakah dunia yang kita tempati ini simetri atau tidak, tapi ketidakseimbangan akibat rusaknya simetri itulah yang membuat segala sesuatu bergerak," kata Handoko. "Ketidakseimbangan itulah yang membuat alam selalu berubah dan mengalir."

Rusaknya simetri juga menjelaskan bagaimana alam semesta terbentuk ketika Big Bang terjadi hampir 14 miliar tahun lalu, di mana antimateri tercipta hampir sebanyak materi.

"Ini seperti ada elektron yang bermuatan negatif, maka ada positron yang sifatnya sama dengan elektron tapi muatannya positif," ujarnya. "Di alam semesta semestinya juga sama, ada keseimbangan antara materi dan antimateri. Tapi ternyata materi lebih banyak, sehingga hal itu menjelaskan bahwa segala sesuatu tidak perlu seimbang."

Sumber : Koran Tempo (9 Oktober 2008)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 9 Oktober 2008

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI