fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Minggu, 16 Juni 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Jepang Kuasai Nobel Fisika
E-7

Tiga ilmuwan asal Jepang, masing-masing dua warga Jepang dan seorang lagi warga Amerika Serikat (AS) keturunan Jepang meraih hadiah Nobel Fisika 2008. Yoichiro Nambu dari University of Chicago yang adalah warga AS meraih Nobel lewat karya penemuannya dalam mekanisme yang dikenal sebagai simetri patahan spontan dalam fisika subatomik.

Sedangkan, Makoto Kobayashi yang bekerja di Organisasi Penelitian Percepatan Energy, Tsukuba, Jepang, dan Toshihide Maskawa dari Yukawa Institute for Theoretical Physics (YITP), Universitas Kyoto menemukan asal patahan simetri yang memprediksikan eksistensi sedikitnya tiga keluarga quark (partikel elementer yang membentuk semua materi).

Atas keberhasilan itu, ketiga ilmuwan tersebut berhak memperoleh hadiah uang senilai 10 juta kronor (US$14 juta setara dengan Rp 7 juta). Nambu merupakan pria kelahiran Jepang 87 tahun lalu itu pindah ke AS pada 1952 dan menjadi profesor di University of Chicago, tempat dia bekerja selama 40 tahun.

Setelah itu, dia terus memperdalam ilmu dan mengajukan diri dan diterima menjadi warga AS pada tahun 1970. Sejak 1960, Yoichiro Nambu mulai memformulasikan deskripsi matematis dari simetri patahan spontan pada fisika partikel elementer. Simetri patahan spontan itu, mengungkap keteraturan alam di bawah permukaan yang tampaknya tak beraturan. Teori Nambu menyerap standar model fisika partikel elementer.

Model itu menyatukan blok-blok bangunan yang lebih kecil dari semua bahan dan tiga dari empat kekuatan alam dalam satu teori tunggal.

Sementara itu, hasil penelitian Kobayashi (64) dan Maskawa (68) menggambarkan simetri patahan yang agak berbeda dengan teori Nambum Kobayashi dan Maskawa menggambarkan peristiwa-peristiwa spontan itu sepertinya terjadi di alam, sejak sangat awal alam raya dan jadi kejutan ketika pertama kali ditemukan dalam percobaan partikel pada 1964.

Teori yang dihasilkan Kobayashi tahun 1972 baru-baru ini diuji oleh para ilmuwan yang pada akhirnya mendukung penjelasan Kobayashoi tersebut.

Tujuh Orang

Dua koran besar Jepang berbahasa Inggris, yakni Asahi Shimbun dan Yomiuri Shimbun menurunkan berita Nobel ini pada berita utama koran mereka yang terbit hari ini.

Menurut catatan kedua koran itu, dengan terpilihnya Makoto Kobayashi, Toshihide Masukawa, dan Yoichiro Nambu, total ilmuwan Jepang yang meraih Nobel sebanyak tujuh orang.

Ilmuwan Jepang pertama yang meraih Nobel, yakni Hideki Shirakawa pada tahun 2000 di bidang kimia, kemudian Ryoji Noyori di bidang yang sama setahun kemudian, dan Koichi Tanaka tahun 2002 juga di bidang kimia. Nobel Fisika pertama bagi ilmuwan Jepang diperoleh Masatoshi Koshiba tahun 2002. Koshiba merupakan Professor emeritus dari Universitas Tokyo.

Sumber : Suara Pembaruan (8 Oktober 2008)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 8 Oktober 2008

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI