fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Minggu, 16 Juni 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

3 Peneliti Kelahiran Jepang Berjaya di Nobel
mn1

Dua peneliti Jepang dan satu peneliti kewarganegaraan Amerika Serikat (AS) namun juga kelahiran Jepang, menangkan Hadiah Nobel untuk kategori fisika. Seperti diumumkan Royal Swedish Academy of Sciences, mereka mendapatkan Nobel itu atas temuannya mengenai fisika sub atom.

Yoichiro Nambu (87), warga AS dan pengajar University of Chicago memenangkan setengah dari penghargaan tersebut karena menemukan mekanisme yang disebut “pecahan simetri spontan” dalam fisika sub atom. Setengah penghargaan sisanya masih harus dibagi lagi untuk Makoto Kobayashi dan Toshihide Maskawa dari Jepang. Mereka memenangkan setengah dari hadiah karena menemukan asal-usul pecahan simetri yang dapat memprediksi keberadaan setidaknya tiga dari enam famili quark (bagian sangat kecil benda yang diyakini sebagai “sumber” atom) yang ada di alam.

“Pecahan simetri spontan merupakan rahasia alami yang terselubung dalam keberadaan campuran permukaan. Teori Nambu menembus model standar partikel dasar fisika. Model itu mempersatukan pembangunan blok terkecil dari semua persoalan dan tiga dari empat teori alam dalam satu teori,” urai Royal Swedish Academy of Sciences.

Nambu yang kelahiran Jepang pindah ke AS di tahun 1952 dan menjadi profesor di University of Chicago selama 40 tahun. Dia menjadi warga negara AS di tahun 1970. Di awal 1960, Nambu memformulasikan deskripsi matematika tentang pecahan simetri spontan dalam partikel fisika dasar. Penemuan itu terbukti sangat berguna dan teorinya menembus model standar partikel dasar fisika.

Kobayashi dan Maskawa menjelaskan pecahan simetri hingga kerangka model standar, namun menempatkan model tersebut di luar tiga dari enam famili quark.

Kobayashi (64) bekerja untuk High Energy Accelerator Research Organization atau KEK di Tsukuba Jepang. Sedangkan Maskawa (68) bekerja untuk Yukawa Institute for Theoritical Physics di Universitas Kyoto, Jepang.

Pecahan simetris secara spontan yang diteliti Nambu berbeda dengan pecahan simetris yang dideskripsikan oleh Kobayashi dan Maskawa. “Kejadian spontan itu seperti telah terjadi secara alami sejak permulaan jagad raya dan menjadi sangat mengejutkan ketika pertama kali eksperimen partikel ditunjukkan pada 1964,” lanjut Royal Swedish Academy.

Seperti dijelaskan akademi tersebut, hipotesis ini merupakan eksperimen terbaru dalam bidang fisika. Paling tidak pada 2001, dua partikel detektor Babar di Stanford dan Belle di Tsukuba, Jepang, keduanya mendeteksi adanya pecahan simetri secara terpisah. Hasilnya sama seperti yang telah diprediksi oleh Kobayashi dan Maskawa hampir tiga dekade lalu.

Ketiganya akan berbagi 10 juta kronor atau sekitar 1,4 juta dollar AS serta medali dan undangan menghadiri upacara seremonial di Stockholm pada 10 Desember mendatang.

Sumber : Surabaya Post (8 Oktober 2008)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 8 Oktober 2008

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI