fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Rabu, 23 Oktober 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Nobel Fisika Untuk Penelitian Partikel Elementer
-

Penemuan di bidang partikel elementer yang menjelaskan anomali pembentukan materi di alam semesta, mendapat anugerah hadiah Nobel Fisika tahun ini.

Hadiah Nobel Fisika tahun ini dianugerahkan kepada tiga ilmuwan peneliti fisika partikel, masing-masing Yoichiro Nambu warga AS keturunan Jepang, dan dua rekannya dari Jepang Makoto Kobayashi dan Toshihide Maskawa. Akademi ilmu pengetahuan kerajaan Swedia di Stockholm menyebutkan hari Selasa (7/10), ketiga ilmuwan itu diberi anugerah Nobel atas karyanya yang fundamental di bidang fisika partikel, yang memperbaiki pemahaman mengenai materi di alam semesta. Ketiga pakar fisika itu menjelaskan anomali dalam konsep pembentukan materi di alam semesta pada saat dentuman besar 14 milyar tahun lalu.

Nambu (87) Diberi penghargaan atas hasil penelitiannya di tahun 1960 mengenai mekanisme pembiasan simetri secara spontan. Penemuannya menjadi landasan bagi model standar fisika yang merupakan sebuah teori yang menjelaskan keberadaan partikel elementer serta tiga dari empat gaya yang ada di alam semesta. Sementara Kobayashi (64) dan Maskawa (68) melakukan penelitian berdasarkan teori pembiasan simetri secara spontan, hingga dapat menjelaskan keberadaan sedikitnya tiga keluarga partikel elementer yang disebut Quarks.

Sementara Nobel Kedokteran tahun ini diberikan kepada tiga ilmuwan yang melakukan penelitian praktis. Yakni penelitian di bidang virologi. Masing-masing prof. Harald zur Hausen pakar virologi Jerman dari pusat penelitian kanker di Heidelberg memperoleh penghargaan atas keberhasilannya menemukan vaksin anti kanker leher rahim. Dan dua orang pakar virologi Perancis dari Institut Pasteur di Paris, Francoise Barre-Sinoussi dan Luc Montagnier mendapat penghargaan bagi penelitian virus HIV sejak awal. Penemuan kedua pakar virologi dari Perancis itu merupakan sinyal positif, yang diharapkan dapat memicu pengembangan vaksin anti AIDS yang harganya murah.

Prof. Harald zur Hausen 20 tahun lamanya memimpin pusat penelitian kanker di Heidelberg. Pada tahun 80-an Zur Hausen membuktikan apa yang disebut virus Papilloma dapat memicu munculnya kanker leher rahim. Separuh kasus kanker di kalangan perempuan di seluruh dunia adalah kanker leher rahim. Dari penemuan itu dapat dikembangkan vaksin anti-kanker leher rahim. Tingkat efektivitas perlindungan vaksin itu nyaris mencapai 100 persen.

Menanggapi keputusan Komite Hadiah Nobel di Stockholm itu prof. Harald zur Hausen (72) menyampaikan pesannya kepada para peneliti muda : “Saya akan mebuka jalan bagi para peneliti muda, yang merasa yakin pada satu tema dan sudah melakukan penelitiannya selama beberapa tahun. Juga bagi para peneliti yang tidak putus semangat menanggapi sukses dalam dunia ilmu pengetahuan yang terkadang berumur pendek“

Hadiah Nobel Kedokteran tahun ini juga dianugerahkan untuk penelitian virus AIDS. Luc Montagnier (76) adalah ilmuwan pertama yang berhasil mengisolasi virus AIDS pada tahun 1983 lalu. Saat ini di seluruh dunia tercatat 33 juta orang yang terpapar virus HIV, sebagian besar penduduk di benua Afrika di kawasan selatan gurun Sahara. Francoise Barre-Sinoussi (61) adalah direktris Institut Pasteur di Paris yang terus melakukan penelitian sifat-sifat virus HIV, yang diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan vaksinnya di masa depan.

Sumber : DW (7 Oktober 2008)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 8 Oktober 2008

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI