fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Rabu, 23 Oktober 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Nobel Fisika Diraih Tiga Ilmuwan Asal Jepang
Nurkhoiri

Tiga ilmuwan asal Jepang--salah satunya berpaspor Amerika Serikat-- memenangkan hadiah Nobel untuk kategori Fisika pada Selasa (7/10) atas teori mereka yang bisa menjelaskan perilaku partikel terkecil.

Yoichiro Nambu, profesor dari Universitas Chicago, Amerika Serikat, memenangkan separuh hadiah Nobel atas kerja matematika yang ia lakukan sekitar seperempat abad silam.

Nambu, kelahiran Jepang yang sudah menjadi warga Amerika Serikat, mengatakan ia sudah pasrah tidak akan mendapatkan Nobel. "Saya hampir menyerah," kata Nambu.

Separuh hadiah Nobel lain jatuh pada Makoto Kobayashi dan Toshihide Maskawa. Mereka berdua, pada 1972, mengembangkan teori yang meramalkan bakal adanya kelompok baru partikel subatom. Ramalan ini kemudian terbukti.

Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, yang memutuskan peraih Nobel, mengatakan tiga ilmuwan itu, "Memungkinkan kita lebih memahami apa yang terjadi di dalam susunan bangunan zat terkecil."

Atau, seperti ungkapan juru bicara Lembaga Fisika Amerika, Phil Schewe, "Alam bekerja dengan cara aneh dan ketiga fisikawan itu membantu menjelaskan keanehan itu dengan cara yang pintar."

Ketiga ilmuwan itu menjelaskan konsep fisika yang disebut simetri. Temuan Nambu pada 1960 sekarang menjadi model standar fisika dan menjadi teori dasar bagaimana alam semesta ini bekerja. Teorinya, disebut spontaneous broken symmetry, menjelaskan bagaimana partikel yang berbeda akan memiliki massa yang berbeda pula.

Sedang Kobayashi dan Maskawa, pada 1972 menjelaskan mengapa dalam eksperimen sebelumnya, sejumlah partikel subatom tidak mengikuti hukum simetri. Penjelasan mereka, dengan tepat, meramalkan adanya keluarga baru subatom yang disebut quark.

Saat menemukan teorinya, Nambu masih berkewarganegaraan Jepang karena ia baru menjalani naturalisasi sebagai warga Amerika Serikat pada 1970. Ia sendiri pindah ke Amerika pada 1952 dan bekerja sebagai profesor di Lembaga Enrico Fermi, Universitas Chicago, Amerika Serikat.

Kobayashi, 64 tahun, bekerja untuk High Energy Accelerator Research Organization (KEK) di Tsukuba, Jepang. Sedang Maskawa, 68 tahun, menjadi profesor fisika di Universitas Kyoto Sangyo di Kyoto, dan juga mengajar di Universitas Nagoya.

Kobayashi mengatakan ia sama sekali tidak menduga bakal mendapat Nobel. "Saya hanya mengejar keinginan saya," katanya. Sedang Maskawa mengatakan sebagai ilmuwan ia tidak takjub dengan Nobel. "Hadiah Nobel itu agak biasa saja."

Hadiah Nobel kategori kimia, sastra, dan perdamaian akan diumumkan pekan ini juga.

Sumber : Koran Tempo (8 Oktober 2008)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 8 Oktober 2008

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI