fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Large Hadron Collider: Mari Menemukan Partikel Tuhan
-

Konsorsium Nuklir Eropa (CERN) hari Rabu (10 September 2008) berhasil memulai eksperimen yang sudah lama tertunda. “Alat mainan” mereka bernama Large Hadron Collider (LHC - Penumbuk Hadron Raksasa), sebuah terowongan magnet bertenaga super besar sepanjang 27 kilometer yang dibangun di perbatasan Swiss - Perancis.

Inti dari percobaan super mahal ini adalah untuk membuktikan teori ledakan besar (big bang) dan menemukan “partikel tuhan”, suatu partikel yang diteorikan oleh fisikawan Inggris, Peter Higgs. LHC digunakan untuk mempercepat partikel sehingga mendekati kecepatan cahaya untuk kemudian saling ditumbukkan. Kejadian ini akan menyerupai urutan pembentukan alam semesta sesuai teori big bang. Adapun “partikel tuhan” adalah partikel yang muncul setelah ledakan.

Eksperimen ini telah memakan waktu 25 tahun untuk persiapan, menelan dana sekitar 540 triliun Rupiah dan melibatkan 9000 ilmuwan jenius dari segala penjuru bumi. Dengan pengorbanan sebesar itu, hasil apa yang diharapkan oleh Konsorsium Nuklir Eropa ( CERN)? Mereka berharap, eksperimen ini akan mampu menjawab beberapa pertanyaan mendasar tentang alam semesta. Kenapa alam semesta mengembang? berapa kecepatan pengembangannya? Apa yang menghentikan gerak spiral galaksi kita?

Namun tentu saja, hadiah utama eksperimen mereka adalah untuk menemukan partikel tuhan, seperti dijelaskan oleh teroi Peter Higss. Sebuah partikel yang dipercaya memberi massa pada setiap benda di alam semesta. Teori Higgs berawal dari keheranannya mengapa benda bermassa akan kehilangan wujud jika bagian-bagiannya dipecah dalam ukuran moleul, atom, dan quark. Dari sana, ia berpendapat bahwa materi pertama yang terbentuk di ruang angkasa tidak memiliki berat di awal pembentukan alam semesta. Namun, seiring bertambahnya waktu, materi semakin besar massanya.

Misi Lain

Namun disisi lain, CERN juga memiliki misi yang lain. Seperti dikatakan oleh direktur mereka, Robert Aymar. “LHC adalah sebuah mesin penemuan, dan program penelitian yang kami lakukan sekarang ini memiliki potensi untuk mengubah pandangan kita tentang semesta secara drastis. Dan kami melanjutkan tradisi mewakili keingintahuan manusia, yang adalah sifat bawaan yang hadir sejak kita dilahirkan.”

Prinsip yang melatarbelakangi CERN dalam melakukan eksperimen ini, dan juga menjadi inspirasi semua ahli Fisika adalah untuk membuktikan bahwa alam semesta dibalik ukurannya yang besar dan kandungannya yang kompleks, sebenarnya adalah sebuah kesatuan yang teratur, masuk akal dan anggun. Hampir semua penemuan besar di bidang Fisika adalah sebuah penemuan tentang semesta yang bisa diwakilkan dalam persamaan matematika yang simpel, terurut dan simetris, atau dengan kata lain “indah.”

“Dalam pencarian kebenaran dan keindahan…” mungkin hal itulah yang membuat mereka berkorban begitu banyak dalam eksperimen ini. Sebuah petualangan mahal, bagi para ilmuwan.

Sumber : Kata-kata.com (11 September 2008)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 12 September 2008

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI