fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Big Bang Dimulai
Wuragil

Rabu (10/9/2008) ini satu diantara eksperimen terbesar dan paling mahal dalam sejarah manusia akan mulai berderap di Cern di perbatasan Prancis dan Swiss. Laboratorium fisika partikel milik Eropa untuk riset nuklir itu sudah akan menembakkan jutaan proton secara penuh sebelum akhirnya menciptakan simulasi benturan muatan partikel itu yang sebesar tujuh TeraVolt dari dua arah yang berlawanan pada Oktober nanti.

Saat itulah para fisikawan akan menyaksikan bagaimana mesin Large Hadron Collider bisa mengeksplorasi validitas dan batasan dari model fisika partikel yang standar. Yang paling khusus, para ilmuwan berharap mesin bergaris keliling 27 kilometer itu bisa mengidentifikasi boson Higgs, sebuah partikel yang diduga memberi massa kepada partikel lainnya dan secara teoritis disebut 'Partikel Ilahi'.

Verifikasi dari keberadaan partikel itu bisa menjadi langkah penting dalam riset Teori Penyatu Segala yang bisa saling mengaitkan tiga dari empat gaya fundamental: elektromagnetik, gaya kuat nuklir, dan gaya lemah nuklir. Boson Higgs juga bisa dimanfaatkan untuk menerangkan kenapa gravitasi, gaya fundamental keempat, begitu lemah dibandingkan dengan tiga gaya lainnya.

LHC, yang menciptakan simulasi beberapa saat pascaLedakan Besar (Big Bang) 14 miliar tahun lalu, pada akhirnya diharapkan menjadi instrumen paling powerful yang pernah dibuat untuk menguak rahasia di balik hukum-hukum alam raya. Hukum-hukum itu baik untuk skala mekanika kuantum yang sangat kecil ataupun mahadomain galaksi-galaksi dan lubang hitam.

Claude Leroy, profesor dari Université de Montréal, pernah mengistilahkannya dengan membuka kunci misteri alam raya. Ia menjelaskan, saat ini manusia hanya mengenal sekitar empat persen isi jagat raya. Supermesin LHC, Leroy menambahkan, akan membantu menjawab banyak pertanyaan dalam fisika pada saatnya nanti, diantaranya tersusun dari apa saja 96 persen sisa alam raya itu.

Sumber : Tempo (9 September 2008)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 11 September 2008

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI