fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Eksperimen Fisika Terbesar Di Dunia Dimulai
-

Para ilmuwan telah memulai eksperimen fisika terbesar di dunia telah mulai berlangsung tiga dasawarsa setelah digagas.

Big Band (BBC/AMO)Dalam eksperimen itu, para ilmuwan menembakkan berkas pertama partikel-partikel subatomis secara bertahap sepanjang terowongan 27 km di bawah Gunung Alpen Eropa.

Para teknisi dan ilmuwan meluapkan perasaan sukacita mereka, saat partikel-partikel proton menyelesaikan putaran pertama cincin bawah tanah, yang menampung kompleks riset fisika Large Hadron Collider (LHC).

Mesin senilai sekitar 10 miliar ollar yang berlokasi di perbatasan Swiss-Prancis itu dirancang untuk untuk menumbukkan partikel-partikel subatomik.

Mereka mencoba merekaulang kondisi setelah peristiwa Big Bang, yang menurut para ilmuwan menyebabkan terbentukan alam semesta.

Satu berkas partikel subatom lain akan dikirim dari arah berlawanan, dan menabrakkan partikel-partikel itu dengan kekuatan yang sangat dashyat.

Sejumlah pengkritik menyatakan ketakutan bahwa tabrakan proton bisa menimbulkan lubang hitam yang akan menyebabkan kiamat. Namun, kekhawatiran itu ditolak oleh para pakar fisika.

Tersendat-sendat

Rencana penelitian ini sendiri tersenda-sendat sejak digagas sekitar 30 tahun lalu. Proyek ini menghadapi masalah pembengkakan biaya, gangguan peralatan, dan masalah konstruksi.

LHC

Eksperimen di LHC melibatkan ilmuwan dan teknisi LHC sendiri dibangun dalam waktu sekitar 13 tahun. Collider itu dioperasikan oleh Lembaga Eropa untuk Riset Nuklir, yang lebih dikenal dengan akronimnya dalam bahasa Prancis, Cern.

Terowongan sirkuler yang sangat besar itu memuat lebih dari 1.000 magnet silindrik.

Magnet-magnet itu dipasang di sana untuk mengarahkan berkas - yang terdiri dari partike-partikel yang dinamai proton - sepanjang cincin yang membentang 27 km.

Pada akhirnya, dua berkas proton akan diarahkan secara berlawanan di terowongan LHC pada kecepatan mendekati laju cahaya, dan menyelesaikan 11.000 putaran per detik.

Wartawan sains BBC Matt McGrath dari Pusat Riset Nuklir Eropa, atau CERN, di Jenewa melaporkan, untuk menembakkan sinar itu ke sekeliling terowongan, diperlukan ribuan magnet bertenaga besar, yang didinginkan sampai suhu minus 271 derajat Celcius.

Mengungkap misteri

Berkas partikel tersebut akhirnya berputar dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Setelah itu tim eksperimen ini akan menembakkan sinar ke dua yang bergerak ke arah yang berlawanan.

Beberapa minggu lagi, ke dua sinar itu akan bertabrakan di beberapa titik di sepanjang terowongan.

Tabrakan ini akan menghasilkan suhu yang jauh lebih panas dari matahari, dan terkonsentrasi di sebuh tempat yang sangat kecil, sekian kali lipat lebih kecil daripada debu.

Partikel-partikel sub atomik yang terbentuk, kemudian akan dipelajari secara teliti oleh ilmuwan dari seluruh dunia.

Mereka berharap data yang dihasilkan akan membuka misteri alam semesta.

Sumber : Abdimedia (11 September 2008)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 12 September 2008

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI