fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 16 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Eksperimen Big Bang Berhasil Tembakkan Partikel Proton
rtr-gn-25

Para ilmuwan Rabu kemarin mulai ”menembakkan” partikel proton di terowongan Large Hardron Collider (LHC). Percobaan membenturkan proton itu bertujuan menciptakan kembali kondisi seperti saat terjadi ”Big Bang” (Ledakan Besar) yang menjadi awal mula terciptanya alam semesta.

Eksperimen tersebut merupakan percobaan ilmiah terbesar dalam sejarah umat manusia. LHC merupakan mesin paling kompleks dan terbesar yang pernah dibuat manusia.

Proyek itu dilaksanakan oleh Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN). Mesin LHC tersebut terletak jauh di bawah tanah di perbatasan Swiss-Prancis. Eksperimen tersebut diharapkan dapat menyibak banyak misteri fisika modern dan menjawab pertanyaan seputar asal mula alam semesta. Pembuatan mesin LHC itu menelan biaya 9 miliar dolar.

Seberkas sinar mengerjap di layar di dalam ruangan kontrol, menunjukkan bahwa partikel proton yang seukuran rambut itu sedang meluncur di dalam terowongan yang melingkar sejauh 27 km. Temperatur di dalam LHC dijaga tetap minus 271,3 derajat Celcius. ”Partikel proton sudah ada di dalam LHC,” kata ketua proyek Lyn Evans. Para anggota tim menyambut pernyataan itu dengan tepuk tangan meriah.

Lubang Hitam

Sebuah partikel proton akan sekali lagi ditembakkan di terowongan itu. Setelah eksperiman tahap awal itu, para ilmuan akan menembakkan proton-proton dari arah berlawanan dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya sehingga partikel itu bertumbukan dan menghasilkan energi dahsyat.

Karena sebetulnya percobaan itu adalah sebuah reaksi fusi nuklir, telah muncul berbagai kekhawatiran kalau-kalau eksperimen itu akan menciptakan ”lubang hitam” kecil yang bisa menyedot seluruh planet. Tim ilmuwan di CERN harus berusaha keras menepis segala kekhawatiran itu, yang beredar luas di internet.

CERN menyatakan, begitu partikel itu mencapai kecepatan penuh, akan terlihat bagaimana partikel itu bertemu dan terpencar lagi. Data lokasi partikel itu diukur sampai sepersekian juta meter dan waktu perlintasan partikel itu adalah sepersekian miliar detik.

Dengan kondisi itu, para ilmuwan berharap bisa menemukan partikel Higgs Boson. Penemuan partikel itu akan menjawab pertanyaan mengenai bagaimana materi memperoleh massa.

Tanpa massa, bintang dan planet di alam semesta tidak akan pernah terbentuk setelah Big Bang, dan tentu tidak akan pernah ada kehidupan. Big Bang diteorikan terjadi 15 miliar tahun lalu

Sumber : Suara Merdeka (11 September 2008)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 12 September 2008

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI