fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 16 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

UI Kukuhkan Tiga Guru Besar MIPA
-

Tiga profesor Universitas Indonesia (UI) bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Rabu, dikukuhkan oleh Rektor UI Prof Usman Chatib Warsa sebagai guru besar tetap, di balairung Kampus UI Depok.

Ketiga guru besar tersebut adalah Prof Djawarni Soeharso Soejoko, Prof Endang Hanani, dan Prof Djati Kerami.

Dengan pengukuhan tiga Guru Besar itu maka jumlah Guru Besar aktif di Fakultas MIPA menjadi lima orang, seorang Guru Besar Emeritus dan seorang Guru Besar penugasan kembali, sehingga total jumlah Guru Besar yang ada menjadi tujuh orang.

"Jumlah tersebut masih jauh dari yang diharapkan," kata Rektor UI.

Ia mengatakan, dengan dikukuhkannya tiga guru besar tersebut UI memiliki 235 guru besar yang terdiri dari 182 guru besar tetap, sembilan guru besar biasa, 22 guru besar penugasan kembali dan 22 guru besar emeritus.

Saat ini, katanya, UI juga menyiapkan 42 calon guru besar yang masih terdaftar di Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti).

Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul "Perkembangan Pencitraan Diagnostik dan Radioterapi: Radiasi Pengion Sebagai Primadona", Prof Djarwani Soeharso Soejoko mengatakan bahwa kontribusi fisika dalam pencitraan diagnostik dana radioterapi sangat besar.

Ia mengatakan, dalam bidang radioterapi untuk pengobatan kanker, sampai kini radiasi pengion menjadi primadona sebab dalam pemberian dosis pada tumor, terbukti akan meningkatkan hasil perlakuan terapi.

Sedangkan Prof Endang Hanani, dalam pidato ilmiahnya yang berjudul "Perkembangan bahan alam dalam bidang farmasi sebagai fitofarmaka dan Senyawa Penuntun" menerangkan bahwa perhatian dunia saat ini akan obat bahan alam (bahan herbal) mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

"Beberapa faktor pendorong terjadinya peningkatan obat bahan alam adalah adanya harapan hidup yang lebih panjang pada saat meningkatnya prevelensi penyakit-penyakit kronis, adanya kegagalan penggunaandan efek samping obat-obat kimia serta semakin luasnya akses informasi mengenai obat bahan lama di seluruh dunia," katanya.

Sedangkan Prof Djati Kerami, dalam pidato ilmiah berjudul "Matematika: Pola Pengembangan dan tantangan ke Depan" mengatakan, matematika muncul sebagai hasil pengembangan abtraksi manusia terhadap upaya memecahkan masalah dalam kehidupan nyata sehari-hari yang dihadapi.(*)

Sumber : Antara (17 Mei 2007)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 6 Juni 2007

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI