fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Antara Mengajar dan Melakukan Penelitian : Aktif meneliti Saat Kenaikan Pangkat
Rika

TIMPANG. Satu kata ini bisa menjadi gambaran iklim penelitian dosen di beberapa PTS dan PTN. Umumnya, iklim penelitian dosen di PTN jauh lebih kondusif. Bahkan, beberapa PTN di Bandung, seperti Unpad dan ITB sedang menggalakkan penelitian guna meraih titel universitas riset. Namun, tidak tertutup kemungkinan, beberapa PTS bonafid memiliki iklim penelitian yang tak kalah kondusifnya.

Hal itu diakui pasangan suami istri yang sama-sama berprofesi sebagai dosen, Kusnahadi dan Husneni. Kusnahadi merupakan Dosen Fisika Unpad, sedangkan istrinya adalah Dosen Luar Biasa Universitas Komputer. Bahkan, sebelumnya, Kusnahadi pun sempat menjadi dosen PTS.

Menurut Kusnahadi, iklim penelitian di Unpad saat ini, khususnya jurusan Fisika, sangat kondusif. Bahkan, akhir-akhir ini, Unpad, melalui program Penelitian Andalan Unpad mendorong para dosennya untuk berperan aktif dalam berbagai penelitian.

"Di Fisika sendiri, hampir 90osen aktif dalam penelitian. Umumnya, mereka cukup antusias. Bahkan, saat ini jurusan Fisika dan jurusan-jurusan lain di FMIPA telah merintis penelitian bersifat internasional. Seluruh hasil penelitian mulai dipublikasikan secara global," ujar pengajar di jurusan yang baru saja mendapat akreditasi A dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi) 5 Februari lalu.

Saat ini, dosen yang memulai kariernya sejak tahun 2005 itu telah menyelesaikan tiga tema penelitian. ”Pengukuran Atenuasi Gelombang Ultrasonik untuk Menentukan Tingkat Kematangan Buah Apel” menjadi tema salah satu hasil penelitiannya.

"Berdasarkan pengalaman saya yang sebelumnya juga mengajar di PTS, iklim penelitian dosen di PTS dan PTN memang cukup berbeda, baik dari segi jumlah penelitian maupun isi penelitian," kata Kusnahadi.

Menurut dia, penelitian PTS biasanya lebih cenderung mengarah pada hal-hal yang aplikatif untuk pengabdian pada masyarakat. Sementara, PTN umumnya menyajikan penelitian yang cukup lengkap, mulai dari penelitian dasar hingga aplikatif, sebagai landasan untuk persiapan menuju jenjang pendidikan selanjutnya.

"Sebenarnya, kesempatan penelitian di PTS hampir sama banyaknya dengan di PTN. Akan tetapi, saya tidak tahu pasti mengapa bebarapa dosen di PTS memilih untuk tidak melakukan penelitian," ujarnya.

Soal perbedaan iklim penelitian juga diakui istri Kusnahadi, Ny. Husneni yang juga berprofesi sebagai dosen. ”Iklim penelitian di PTS memang kurang. Umumnya, dosen memilih untuk mengajar atau bekerja di laboratorium. Kesan yang saya tangkap, sepertinya mereka masih kurang termotivasi untuk melakukan penelitian. Beda dengan Unpad dan ITB,” ujar perempuan yang menyelesaikan S1 di Unpad dan sedang menempuh pendidikan S2 di ITB itu.

Menurut Husneni, iklim penelitian dosen-dosen Unpad dan ITB sangat baik. Terlebih ITB. ”Penelitian di ITB itu sangat terarah. Umumnya, mereka melakukan penelitian-penelitian yang berorientasi selangkah lebih maju. Itu yang membedakan beberapa PTS dan PTN. Tetapi mungkin tidak semua PTS seperti itu,” ujarnya.

**

Minimnya minat dosen PTS untuk melakukan penelitian juga diakui Pembantu Rektor I Unisba, Prof. Dr. Edi Setiadi S.H, M.H. Menurut dia, dari 50 dosen di satu fakultas hanya sepuluh orang (20yang aktif melakukan penelitian. Sisanya? Masih berorientasi pada kegiatan mengajar. ”Sebenarnya, Unisba menyediakan peluang yang tinggi untuk penelitian. Terlebih, saat ini Dikti sedang gencar-gencarnya menyiapkan hibah kompetisi. Akan tetapi, mungkin karena minimnya budaya penelitian, banyak dosen yang kurang termotivasi dan masih terfokus untuk mengajar. Padahal, melakukan penelitian termasuk salah satu darma perguruan tinggi,” katanya.

Hal serupa juga diakui Andi Supangat, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama yang juga Dosen Luar Biasa Fikom Unpad. ”Kesempatan penelitian yang ditawarkan PTS dan PTN tak kalah banyaknya. Akan tetapi, semua berpulang pada pribadi masing-masing. Ada yang memang menyukai penelitian, tapi ada juga yang tidak,” tuturnya.

Menurut dia, saat ini persentase dosen yang aktif melakukan penelitian di PTS tempatnya bernaung masih kurang dari 25Padahal, PTS tersebut telah mewajibkan dosennya untuk melakukan minimal satu penelitian per tahun. Selain itu, dana penelitian dari Dikti, Kementrian Riset, termasuk PTS bersangkutan cukup besar.

"Dari tahun ke tahun, anggaran penelitian di Universitas Widyatama selalu berlebih. Tidak terpakai. Padahal, menurut saya, sosialisasi penelitian telah berjalan cukup baik. Tetapi ada juga dosen yang aktif. Bahkan, tak jarang mereka melakukan penelitian dengan menggunakan dana sendiri," ujar dosen yang tergolong aktif melakukan penelitian itu.

Dosen lainnya, menurut dia, terkadang hanya tertarik melakukan penelitian saat menjelang kenaikan pangkat. "Kalau tidak ada kepentingan yang mendesak, umumnya mereka malas, sehingga dana penelitian di universitas kurang termanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Namun, dia mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mendorong dosen lain mengikuti jejaknya. ”Semua kembali pada pribadi masing-masing, mau memanfaatkan peluang atau tidak? Tetapi, harus diingat, penelitian merupakan salah satu dari tri darma perguruan tinggi,” tuturnya. (Rika/”PR”)***

Sumber : Pikiran Rakyat (26 Februari 2007)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 26 Mei 2007

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI