fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Sabtu, 15 Desember 2018  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Gerhana Bulan 2007
Moedji Raharto (Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA ITB)

Matahari mempunyai diameter sekitar 400 kali lebih besar dari diameter Bulan, sedang jarak Bumi – Matahari 400 kali lebih jauh dari Bumi – Bulan, menyebabkan penampakan Bulan dan Matahari di langit seolah hampir sama besar, yaitu sekitar setengah derajat. Posisi itu juga menyebabkan gerhana Bulan Total (Bulan berada di kawasan umbra Bumi) bisa berlangsung selama 1 jam 47 menit sedang gerhana Matahari Total (bundaran Matahari di langit di blok Bulan bila dilihat oleh pengamat di Bumi yang berada di jalur yang disapu umbra Bulan paling lama hanya sekitar 7 menit. Kedudukan bidang orbit Bulan mengelilingi Bumi yang membentuk sudut sekitar 5 derajat terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari menjadi penyebab tidak terjadi gerhana Bulan maupun gerhana Matahari setiap bulan. Namun setiap tahun terjadi gerhana Bulan maupun gerhana Matahari. Jumlah dan jenis fenomena gerhana bervariasi. Jumlah maksimum gerhana Bulan dan gerhana Matahari dalam setahun ada 7 gerhana yaitu 3 gerhana Bulan dan 4 gerhana Matahari atau 2 gerhana Bulan dan 5 gerhana Matahari. Tidak semua fenomena gerhana dalam setahun bisa diamati dari salah satu titik atau tempat di permukaan Bumi. Pada tahun 2007 terjadi 4 gerhana dengan 2 kali gerhana bulan total dan 2 kali gerhana matahari sebagian. Dua gerhana bulan total dapat disaksikan dari wilayah Indonesia dan dua gerhana Matahari sebagian tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Bagi kita yang berdiam di Indonesia akan mendapatkan kesempatan istimewa yaitu berkesempatan mengamati dua gerhana Bulan Total pada tahun 2007 ini.

  1. Musim gerhana pertama tahun 2007

    Pada musim gerhana pertama tahun 2007 akan berlangsung Gerhana Bulan Total 4 Maret 2007 (GBT – 4 Maret 2007) dan Gerhana Matahari Sebagian 19 Maret 2007 (GMS – 19 Maret 2007).

    1. GBT – 4 Maret 2007

      GBT pertama tahun 2007 akan berlangsung pada pertengahan bulan Safar 1428 H (3-4 Maret 2007). GBT 3-4 Maret 2007 (di Indonesia GBT – 4 Maret 2007) merupakan Gerhana Bulan seri Saros 123 dan merupakan Gerhana Bulan ke 52 dari 73 GB seri Saros 123. Pada waktu gerhana Bulan berlangsung, kedudukan Bulan di arah rasi Leo dan Matahari di arah rasi Aquarius. GBT – 4 Maret 2007 ini dapat disaksikan bagi pengamat yang berada di wilayah Indonesia. Pada saat Bulan terbenam, Bulan dalam keadaan gerhana.

      Jadual gerhana GBT – 4 Maret 2007 adalah sebagai berikut : Bulan memasuki Penumbra pada hari Ahad tanggal 4 Maret 2007 dinihari jam 03:16 wib. Sekitar 1 jam 14 menit kemudian yaitu pada tanggal 4 Maret 2007 jam 04:30 wib Bulan memasuki Umbra Bumi, momen tersebut pertanda dimulainya gerhana Bulan Sebagian. Sekitar 1 jam 14 menit kemudian yaitu pada tanggal 4 Maret 2007 jam 05:44 wib seluruh Bulan memasuki Umbra Bumi pertanda dimulainya gerhana Bulan Total. GBT akan berlangsung selama 1 jam 14 menit atau GBT berakhir pada tanggal 4 Maret 2007 jam 06:58 wib. Seluruh Bulan meninggalkan umbra pada tanggal 4 Maret 2007 jam 08:12 wib dan seluruh Bulan meninggalkan penumbra pada tanggal 4 Maret 2007 jam 09:25 wib.

      Lama GBT 1 jam 14 menit, bukan tergolong yang paling lama. GBT yang pernah berlangsung pada 16 Juli 2000 dengan lama GBT 1jam 47menit tergolong GBT yang terlama dalam selang selama 2 abad antara tahun 1900 hingga tahun 2100.

      GBT 3-4 Maret 2007, awal gerhana dapat disaksikan di Afrika, Eropa, beberapa kawasan Asia, Indonesia, barat Australia, Queen Maud Land di Antarctica, sebagian timur amerika Selatan, Greenland, lautan India, Selatan lautan Atlantik, dan timur Utara Lautan Atlantik .

      Akhir gerhana Bulan Total dapat disaksikan di Afrika, Europa, barat Asia, Queen Maud Land di Antarctica and Semenanjung Antarctic , Selatan Amerika, bagian timur Amerika Utara, Greenland, lautan Atlantic, barat lautan India, and timur lautan Pasifik Selatan .

      Mudah – mudahan bagi kita di Indonesia ada kesempatan melihat wajah Bulan Purnama yang sedang gerhana di sela-sela awan tebal di musim hujan di Indonesia. Gerhana Bulan tidak berbahaya untuk dilihat secara langsung dan relatif mudah untuk diabadikan dengan teleskop kecil yang dilengkapi dengan kamera yang sederhana. Cari lokasi di barat kira – kira 15 derajat di utara titik lokasi Matahari terbenam (kalau kita menghadap ke barat arah tangan kanan adalah arah Utara) harus cukup lapang tidak ada halangan bangunan atau pohon agar bisa menyaksikan gerhana Bulan sampai bulan terbenam.

    2. GMS - 19 Maret 2007

      GMS - 19 Maret 2007 merupakan gerhana Matahari seri Saros 149 dan merupakan Gerhana Matahari ke 20 dari 71 GM seri Saros 149. Pada waktu gerhana Matahari berlangsung kedudukan Bulan dan Matahari berada di arah rasi Pisces (dekat perbatasan Aquarius). GMS - 19 Maret 2007 dapat disaksikan di kawasan Cina, Asia Tengah, Jepang, India. GMS - 19 Maret 2007 tidak dapat disaksikan bagi pengamat yang berada di wilayah Indonesia.

  2. Musim gerhana kedua tahun 2007

    Pada musim gerhana kedua tahun 2007 akan berlangsung Gerhana Bulan Total 28 Agustus 2007 (GBT – 28 Agustus 2007 dan Gerhana Matahari Sebagian 11 September 2007 (GMS – 11 September 2007).

    1. GBT – 28 Agustus 2007

      GBT – 28 Agustus 2007 merupakan gerhana Bulan seri Saros 128 dan merupakan Gerhana Bulan ke 40 dari 71 Gerhana Bulan dalam seri Saros 128. Pada musim gerhana kedua ini kedudukan Bulan dan Matahari seolah bertukar tempat kalau pada GBT 3-4 Maret 2007 Matahari berada di arah rasi Aquarius maka pada GBT 28 Agustus 2007, Bulan berada di arah rasi Aquarius dan Matahari di arah rasi Leo. Gerhana Bulan ini bisa disaksikan bagi pengamat yang berada di wilayah Indonesia. Pada sore hari Bulan terbit dalam keadaan gerhana.

      Jadual gerhana Bulan Total adalah sebagai berikut : Bulan memasuki Penumbra atau momen gerhana Penumbra dimulai pada hari Selasa tanggal 28 Agustus 2007 jam 14:52 wib. Sekitar 59 menit kemudian, Bulan memasuki umbra atau momen gerhana Bulan Sebagian dimulai pada tanggal 28 Agustus 2007 jam 15:51 wib. Sekitar 61 menit kemudian GBT dimulai, seluruh Bulan memasuki umbra Bumi pada tanggal 28 Agustus 2007 jam 16:52 wib. Setelah sekitar 1 jam 31 menit berada pada momen GBT, sebagian Bulan memasuki penumbra Bumi pada tanggal 28 Agustus 2007 jam 18:23 wib. Seluruh Bulan meninggalkan umbra Bumi atau gerhana Umbra Bulan berakhir pada tanggal 28 Agustus 2007 jam 19:24 wib. GBP akan berakhir saat seluruh Bulan meninggalkan penumbra pada tanggal 28 Agustus 2007 jam 20:22 wib.

      GBT 28 Agustus 2007, awal gerhana dapat disaksikan di Amerika Utara, sebagian Amerika Selatan, Antarctica , New Zealand, Australia bagian timur, timur laut Asia, lautan Pacific, lautan Atlantic bagian barat; Indonesia, Asia Timur, lautan India. Akhir gerhana Bulan Total dapat disaksikan di Afrika, Europa, Asia Barat, Queen Maud Land di Antarctica, Semenanjung Antarctic, America Selatan, eastern North America, Greenland, kawasan Arctic, lautan Atlantik, barat lautan Indian. Bagi yang tinggal di Indonesia untuk mengamati gerhana Bulan 28 Agustus 2007, cari lokasi lapang di kaki timur langit. Daerah lapang kira – kira 20 derajat di selatan titik lokasi Matahari terbit (kalau kita menghadap ke timur, arah tangan kanan adalah arah Selatan) harus cukup lapang tidak ada halangan bangunan atau pohon agar bisa menyaksikan gerhana Bulan mulai Bulan terbit.

    2. GMS – 11 September 2007

      GMS – 11 September 2007 merupakan gerhana Matahari seri Saros 154 dan merupakan Gerhana Matahari ke 6 dari 71 GM dalam seri Saros 154. Bila pada musim gerhana pertama Bulan dan Matahari berada di arah rasi Aquarius, pada musim gerhana kedua Bulan dan Matahari berada di arah rasi Leo. GMS - 11 September 2007 dapat diamati di sebagian negeri Amaerika Selatan dan kawasan kutub Selatan. GMS - 11 September 2007 tidak dapat disaksikan bagi pengamat yang berada di wilayah Indonesia.

Fasa Bulan dan Gerhana Bulan

Tahun 2007 terdapat 13 fasa Bulan Purnama. Yang pertama pada 3 Januari 2007 dan yang terakhir 24 Desember 2007. Bulan Juni 2007 terdapat 2 fasa bulan Purnama yaitu 1 Juni 2007 (pertengahan Jumadil Awal 1428 H) dan 30 Juni 2007 (pertengahan bulan Jumadits Tsani). Dua diantara 13 fasa Bulan Purnama berlangsung pada musim gerhana yaitu 3-4 Maret 2007 dan 28 Agustus 2007.

Dalam 19 tahun terdapat 235 kali Bulan Purnama. Bulan Purnama itu tersebar 7 tahun dengan setiap tahun terdiri dari 13 Bulan Purnama ( total 91 Bulan Purnama) dan 12 tahun dengan setiap tahun terdiri dari 12 Bulan Purnama (144 Bulan Purnama). Pada tahun 2007 terdapat 13 bulan Purnama, Purnama pertengahan bulan Dzulhijjah 1427 H (3 Januari 2007) sampai Purnama pertengahan bulan Dzulhijjah 1428 H (24 Desember 2007). GBT pertama akan berlangsung pada pertengahan bulan Safar 1428 H ( 3-4 Maret 2007) dan pertengahan bulan Sya’ban 1428 H (28 Agustus 2007).

Fasa Bulan dan Gerhana Matahari

Tahun 2007 selain terdapat 13 fasa Bulan Purnama juga terdapat 12 fasa Bulan Baru. Yang pertama 19 Januari 2007 (ijtimak akhir Dzulhijjah 1427 H)dan yang terakhir 9-10 Desember 2007 (ijtimak akhir Dzulhijjah 1428 H). Dua diantara 12 fasa Bulan Baru berlangsung pada musim gerhana yaitu 19 Maret 2007 (ijtimak akhir Safar 1428 H) dan 11 September 2007 (ijtimak akhir Sya’ban 1428 H). Lokasi musim gerhana mendekati titik Aries atau titik Musim Semi 21 Maret 2007 dan titik Musim Gugur 23 September 2007.

Gerhana Bulan 2007 di Indonesia

Secara umum di Indonesia tidak bisa menyaksikan keseluruhan momen rangkaian gerhana Bulan Total baik untuk GBT 4 Maret 2007 (GBT Maret 2007) atau GBT 28 Agustus 2007 (GBT Agustus 2007). Dari kedua momen gerhana yang bisa disaksikan di Indonesia Bulan Terbenam dalam keadaan Gerhana dan Bulan Terbit dalam keadaan Gerhana. Kondisi dibeberapa kota misalnya: Yogyakarta

GBT Maret 2007, Bulan Terbenam di Yogyakarta akan berlangsung jam 05:46 wib atau pada waktu sekitar 2 menit setelah GBT dimulai pada jam 05:44 wib. Momen awal gerhana GBT Maret 2007 bisa disaksikan dari Yogyakarta hingga terbenam Bulan jam 05:46 wib.

Sedang untuk GBT Agustus 2007, Bulan terbit di Yogyakarta sekitar 11 menit sebelum pertengahan gerhana Bulan Total dimulai 17:37 wib. Momen – momen akhir gerhana GBT Agustsu 2007 bisa disaksikan dari Yogyakarta. Medan

GBT Maret 2007, di Medan Bulan baru terbenam pada jam 06:40 wib atau 56 menit setelah GBT dimulai. Momen GBT akan berakhir pada jam 06:58 wib. Di Medan kesempatan lebih baik untuk mengamati GBT Maret 2007 dibanding dengan di kota bagian Timur seperti di Yogyakarta. Sedang untuk GBT Agustus 2007, di Medan Bulan terbit sekitar jam 18:32 menit momen gerhana Bulan Total berakhir jam 18:23 wib. GBS akan berakhir pada jam 19:24 wib. Jadi kondisi kesempatannya kurang menguntungkan dibanding dengan kota dibagian Timur, seperti di Yogyakarta. Banda Aceh

GBT Maret 2007, di Banda Aceh Bulan baru terbenam pada jam 06:53 wib atau 5 menit menjelang akhir GBT. Momen GBT akan berakhir pada jam 06:58 wib. Sedang untuk GBT Agustus 2007, Bulan terbit sekitar jam 18:46 menit momen gerhana Bulan Total berakhir jam 18:23 wib. GBS akan berakhir pada jam 19:24 wib. Mataram

GBT Maret 2007, di Mataram Bulan baru terbenam jam 05:22 wib atau pada waktu sekitar 22 menit sebelum GBT dimulai pada jam 05:44 wib. Sedang untuk GBT Agustus 2007, di Medan Bulan terbit sekitar 26 menit sebelum pertengahan gerhana Bulan Total dimulai 17:37 wib. Surabaya

GBT Maret 2007, di Surabaya momen Bulan Terbenam akan berlangsung jam 05:36 wib atau pada waktu sekitar 8 menit sebelum GBT dimulai pada jam 05:44 wib. Sedang untuk GBT Agustus 2007, di Surabaya Bulan terbit sekitar 11 menit sebelum pertengahan gerhana Bulan Total dimulai 17:37 wib. Bandung

GBT Maret 2007, di Bandung momen Bulan Terbenam akan berlangsung jam 05:58 wib atau pada waktu sekitar 14 menit setelah GBT dimulai pada jam 05:44 wib. Sedang untuk GBT Agustus 2007, di Bandung Bulan terbit sekitar 10 menit setelah pertengahan gerhana Bulan Total dimulai 17:37 wib. Jakarta

GBT Maret 2007, di Jakarta momen Bulan Terbenam akan berlangsung jam 06:01 wib atau pada waktu sekitar 17 menit setelah GBT dimulai pada jam 05:44 wib. Sedang untuk GBT Agustus 2007, di Jakarta Bulan terbit sekitar nol menit sebelum pertengahan gerhana Bulan Total dimulai 17:37 wib.

Manfaatkan kesempatan momen GBT 2007 untuk pendidikan anak mempelajari sains tentang gerhana, fenomena alam yang menakjubkan dan terdapat tantangan intelektualitas manusia bagi yang mau memikirkannya. QS 25 (al Furqan) ayat 45 dan 46 yaitu Ayat 45: Apakah kamu tidak memperhatikan (ciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan Matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu Ayat 46: Kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan.

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 3 Maret 2007

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI