fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 16 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Pengembang Radar Arthur R. von Hippel : Perangkat Pendeteksi yang Vital bagi Keamanan
merry magdalena

Dalam dunia yang dirudung teror, alat deteksi merupakan perangkat vital. Di antara perangkat pendeteksi yang cukup ampuh adalah radar yang merupakan kependekan dari radio detection and ranging. Setiap negara di dunia patut berterima kasih dan menyatakan belasungkawa atas meninggalnya Arthur R. von Hippel.

Ilmuwan kelahiran Jerman penyumbang pengembangan radar yang kita kenal saat ini meninggal pertengahan pekan silam dalam usia 105 tahun. Ia berpulang akibat komplikasi flu, demikian seperti yang dilansir Associated Press (AP). Tanpa jerih payah Von Hippel, radar yang dikenal tersebut tidak akan bisa sesempurna kinerjanya seperti saat ini. Selain dikenal sebagai ahli radar, Von Hippel juga populer sebagai pionir di bidang studi sains material. Ia juga telah mendirikan Laboratory for Insulation Research di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat (AS).

Pada 1948 Von Hippel pernah menerima anugerah sertifikat kehormatan dari presiden AS Harry Truman berkat kontribusi laboratoriumnya pada pengembangan radar selama Perang Dunia II. Setelah perang berakhir lelaki ini menjadi orang pertama yang mempelajari relasi bidang struktur molekul pada material. Pada 1976, Materials Research Society yang didirikannya memperoleh penghargaan tertinggi. Putra Von Hippel sendiri, yakni Eric von Hippel, sekarang menjabat sebagai profesor bidang inovasi di MIT.

Von Hippel yang lahir di Rostock, Jerman, sempat bekerja sama melakukan studi fisika dengan pemenang Nobel, James Franck. Ia kemudian menikahi putri Franck, Dagmar pada 1930. Tahun 1933 Hippel meninggalkan Jerman dan bekerja di Niels Bohr Institute, Copenhagen sebelum bergabung dengan MIT. Sejak 1963 ayah dari empat putra dan satu putri ini memensiunkan diri dari Department of Electrical Engineering, MIT.

Sesungguhnya apa yang dilakukan Hippel sehingga namanya begitu dikenal sebagai ilmuwan? Pakar bidang fisika elektrik material ini telah melakukan pelbagai riset termasuk ihwal ferroelektrik, ferromagnetik, polarisasi dielektrik, hingga fotosel, fisika solid dan sejenisnya. Risetnya yang paling dikenal adalah dalam bidang pengembangan teknologi radar semasa Perang Dunia II. Riset yang dilakukan di laboratorium radiasi MIT tersebut dipusatkan pada teknik pengukuran, manufaktur komersial dan aplikasi teknis bagi radar dielektrik. Dialah yang menciptakan standar teknik pengukuran dan piranti pengenal bagi semua properti dielektrik dari banyak material yang berfungsi sebagai pengukur temperatur.

Bukan yang Pertama

Setelah perang berakhir Hippel tidak berpangku tangan saja. Ia melanjutkan penelitiannya bidang riset material ke ranjangan molekuler pada material dan piranti. Bukunya yang pertama berjudul Dielectrics and Waves terbit pada 1954. Disusul kemudian dengan Dielectric Materials and Applications pada 1952.

Von Hippel bukanlah satu-satunya ilmuwan yang berkontribusi dalam perkembangan teknologi radar masa kini. Jauh sebelum Von Hippel ada Heinrich Hertz, ilmuwan yang juga berasal dari Jerman ini pada pertengahan 1880 ia melakukan eksperimen fisika sehingga bisa membuktikan keberadaan gelombang radio, demikian menurut data yang dikumpulkan dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia, 1997.

Penemuan Hertz ini dimanfaatkan ahli teknik Jerman Christian Hulsmeyer. Ia mengembangkan alat penggema radio sederhana yang digunakan untuk navigasi kapal laut. Ciptaan ini mendapat paten tahun 1904. Baru pada 1922 Guglielmo Marconi menggunakan pantulan gelombang radio sebagai pendeteksi. Ini sebabnya alat tersebut dinamakan radar. Tak lama kemudian Laboratorium Penelitian Angkatan Laut AS mencoba menggunakan radiasi gelombang kontinu untuk mendeteksi kapal yang lewat. Disusul kemudian pada 1925 dikembangkan prinsip pemakaian pulsa radio oleh dua orang fisikawan AS, Gregory Breit dan Merle A.Tuve. Mereka berhasil mengukur ketinggian lapisan ionosfer bumi dengan melambungkan pulsa-pulsa radio menuju lapisan ionosfer dan menghitung waktu yang dibutuhkan gelombang pantul untuk kembali.

Siluman Radar

Kini radar merupakan perangkat utama dalam pelayaran dan penerbangan. Keselamatan pada kedua bidang tersebut berkaitan dengan kondisi cuaca dan jarak pandang terbatas sehingga sangat tergantung pada radar. Bandar udara juga memanfaatkan radar untuk mengetahui posisi pesawat udara yang ada di sekitarnya. Selain untuk kegiatan sipil, radar juga sangat populer dalam dunia kemiliteran.

Pada operasi militer radar dipakai untuk mendeteksi dan melokalisasi pesawat terbang atau kapal milik pihak sendiri maupun musuh. Dalam teknologi kemiliteran dikenal pula radar beacon, sistem radar yang akan memancarkan isyarat tertentu apabila menerima sinyal dari radar lain. Alat ini biasanya dipasang pada kapal perang, pesawat tempur dan tank. Dengan alat ini maka pesawat dapat mengetahui bahwa dirinya berada dalam pelacakan radar lawan, mulai dari proses pembidikan hingga penembakan oleh kanon atau peluru kendali musuh.

Radar juga berguna bagi pengumpulan data intelijen. Selain itu alat canggih yang sudah dimiliki semua negara tersebut mampu pula mencari sasaran ke udara, darat maupun laut, pencarian dan penyelamatan serta pembidikan peluru kendali. Seiring dengan perkembangan zaman, kini setiap negara maju mempunyai teknologi radar andalan. AS misalnya mengandalkan radar berteknologi siluman alias stealth technology. Ini merupakan teknologi penangkal radar yang tak lain merupakan teknologi lacak radar rendah. Teknologi ini diterapkan pertama kali pada dua buah pesawat terbang Angkatan Udara (AU) AS, pesawat tempur F-117 A Stealth dan pembom B-2 Stealth.

Untuk menggunakannya dibutuhkan bentuk tubuh pesawat yang khusus sehingga gelombang radar terpantul dan diterima balik oleh radar lawan menjadi kacau dan sangat minim. Selain itu pesawat juga harus dicat dengan peredam gelombang radar yang akan menyerap sebagian besar gelombang radar yang menerpa badan pesawat.

Sumber : Sinar Harapan (7 Januari 2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 2 Februari 2007

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI