fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Astronomi Masih Tren bagi Pemenang Nobel Fisika
ap/mer

Lagi, ilmuwan asal Amerika Serikat (AS) menerima anugerah Nobel. Kali ini untuk bidang fisika. John C Mather dan George F Smoot mendapat kehormatan itu berkat membantu kinerja astronom mempelajari asal-mula galaksi dan bintang-bintang. Mather dan Smoot telah menemukan apa yang disebut sebagai radiasi blackbody, radiasi yang melatari kosmik. Objek ini diyakini sebagai bagian dari Big Bang saat jagat raya tercipta.

Berkat temuan ini, NASA sukses merilis satelit Cosmic Background Explorer (COBE) pada 1989. Dengan peluncuran ini, mereka sukses mengobservasi jagat raya hingga ke tahap 380.000 tahun setelah terbentuk. Riak-riak pada cahaya yang terdeteksi membantu berjalannya demonstrasi bagaimana galaksi terbentuk dari waktu ke waktu. “Observasi yang sangat detail oleh satelit COBE memainkan peran penting dalam perkembangan kosmologi modern dan ketetapan sains,” demikian pernyataan Royal Swedish Academy of Sciences di Stockholm seperti yang dikutip AP belum lama ini.

Mather, 60 tahun, bekerja pada NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland. Smoot, 61 tahun, bekerja di Lawrence Berkeley National Laboratory, California. Temuan mereka dilakukan pada 1989, baru kemudian tahun ini mereka dianugerahi Nobel. Fakta ini membantah isu bahwa Nobel selalu diberikan pada ilmuwan setelah 10 tahun temuan dilakukan. Smoot mengaku sangat terkejut saat dihubungi komite Nobel tengah malam dan diberitahu bahwa ia adalah pemenangnya. “Saya terkejut mereka bisa tahu nomor telepon saya,” komentar Smoot.

Namun di lain, rekannya Mather mengaku tidak terlalu terkejut. Banyak orang yang berpendapat bahwa mereka memang layak dianugerahi Nobel sejak lama. Bagaimanapun juga saat melakukan studi, Mather sama sekali tidak menyangka bahwa temuannya sangat berperan besar dalam dunia astronomi masa kini. Nobel fisika tahun ini agaknya masih menitikberatkan pada kemajuan dunia astronomi. Ini tak jauh beda dengan tahun lalu saat John L Hall dan Roy J Glauber serta Theodor W Haensch memenangkan penghargaan serupa untuk temuan di dunia astronomi.

Mereka melakukan studi yang mendukung dilakukannya komunikasi jarak jauh dan navigasi yang lebih tepat di luar angkasa. Studi ini dikenal dengan fisika quantum modern yang dipakai untuk mempelajari optik. Temuan ini sampai sekarang dipakai untuk meningkatkan kinerja laser, teknologi Global Positioning System (GPS) dan instrumen lainnya.

Sumber : Sinar Harapan (5 Oktober 2006)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 2 Februari 2007

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI