fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 16 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Mestakung, Sori Ini Bukan Jurus Kungfu
Yohanes Surya

Apa hubungan antara Kejuaraan Olimpiade Fisika 2006 dan mestakung? Lalu, apa sih sebenarnya mestakung itu?

Apa yang terjadi ketika kita menuangkan pasir sedikit demi sedikit ke atas lantai? Ya betul, pasir akan membentuk suatu bukit pasir kecil. Jika kita terus menuangkan pasir, bukit pasir ini makin lama makin besar dan makin tinggi. Ketika bukit pasir mencapai suatu ketinggian tertentu yang kita sebut ketinggian kritis, terjadilah suatu keanehan.

Pada ketinggian kritis ketika kita menjatuhkan beberapa butir pasir terlihat butir-butir pasir ini mengatur dirinya. Ada yang jatuh mengenai bukit pasir, lalu bergulir terus dan berhenti di suatu tempat. Ada yang jatuh lalu mendorong butir-butir pasir lain untuk bergulir, butir-butir yang bergulir ini dapat mendorong butir-butir lain untuk bergulir juga sebelum berhenti pada suatu tempat. Ada pula yang hanya bergulir sedikit atau tidak bergulir sama sekali. Tiap butir pasir seolah-olah punya peran masing-masing. Mereka semua bekerja bersama-sama mempertahankan agar kemiringan bukit pasir tidak berubah. Aneh bukan? Sepertinya pasir-pasir ini punya otak untuk menghitung sehingga kemiringan bukit pasir tidak berubah.

Gambar 1: Bukit Pasir

Peristiwa pengaturan diri seperti yang terjadi pada pembentukan bukit pasir ini merupakan satu di antara ribuan, bahkan jutaan, peristiwa yang terjadi di alam ini. Peristiwa-peristiwa ini terjadi ketika suatu sistem berada pada kondisi kritis. Pada kondisi kritis, setiap individu berinteraksi dengan individu-individu lain. Kemudian, individu-individu ini secara bersama-sama mengatur dirinya sehingga mem-brojol-lah (emerge) sesuatu keadaan yang baru, yang berbeda dari biasanya. Dalam fisika, proses pengaturan diri pada kondisi kritis dikenal sebagai fenomena kritis (critical phenomena).

Gambar 2: Mestakung burung angsa

Apa yang terjadi ketika air dipanaskan pada tekanan sekitar 218 kali tekanan udara normal? Pada kondisi ini, ketika suhu air mencapai 374 derajat Celsius, terjadi keanehan. Air berada pada kondisi kritis, yaitu air berada dalam dua wujud cair dan gas secara bersamaan. Pada kondisi kritis ini, ketika suhu air dinaikkan sedikit saja, terjadilah pengaturan diri dalam molekul air. Semua molekul air (tidak hanya satu, tetapi semua molekul) mengatur dirinya secara serentak mengubah wujud air menjadi uap air.

Di sini kita lihat molekul-molekul air bekerja bersama-sama mengubah air dari wujud cair menjadi wujud gas. Jika hanya satu molekul yang bekerja, peristiwa perubahan wujud ini tidak akan terjadi. Kondisi kritis telah mendorong semua molekul mengatur dirinya, lalu mengubah air menjadi uap air. Saya namakan proses pengaturan diri secara bersama-sama ini dengan istilah mestakung, yang merupakan singkatan dari semesta mendukung. Di sini kita bayangkan semesta (dalam hal ini semua molekul air dan lingkungannya) bekerja bersama-sama pada kondisi kritis menghasilkan suatu perubahan yang tidak terduga.

Apa yang terjadi dengan angsa-angsa yang akan bermigrasi. Angsa-angsa ini merasa berada pada kondisi kritis, yaitu bagaimana mereka bisa survive untuk terbang ribuan kilometer. Mestakung terjadi, angsa-angsa ini terbang dalam bentuk huruf "V" yang sangat menghemat energi. Tidak ada yang merasa paling pintar, semua bekerja sama untuk mempertahankan posisi "V" yang paling ideal ini.

Segerombolan ikan yang bergerak bersama-sama akan mengatur diri ketika diganggu sedikit. Mereka secara bersamaan bergerak dalam kelompok tanpa bertabrakan satu sama lain. Mereka tanpa paksaan senantiasa berada dalam kelompok.

Gambar 3: Mestakung ikan

Dalam bukunya, Critical Mass: How One Thing Leads to Another, Phillip Ball mengatakan tentang hal yang unik dari suatu pertunjukan musik. Ketika pengunjung merasa puas dengan pertunjukan itu, mereka memberikan aplaus. Tiap orang terdorong untuk bertepuk tangan (kondisi kritis, yaitu ingin memberikan apresiasi, mendorong mereka melakukan ini), tetapi anehnya tepuk tangan mereka bisa terjadi secara serentak dan berirama. Tidak ada paksaan, tetapi bisa menghasilkan irama yang baik.

Ketika Gultom dikejar anjing, Gultom keringatan. Gultom berada pada kondisi kritis. Dan keanehan terjadi, secara serentak sel-sel tubuh mengatur dirinya (bermestakung) menghasilkan energi ekstra yang mengakibatkan Gultom dapat melompati pagar setinggi 1,5 meter. Padahal, dalam kondisi biasa belum tentu Gultom bisa melompat demikian tingginya.

Gambar 4: Mestakung ketika seseorang dikejar anjing

Alamsyah tidak pandai menyanyi. Ia sangat malu setiap kali disuruh menyanyi di kelas. Namun, suatu saat kepala sekolah memanggil Alamsyah untuk mengikuti lomba menyanyi. Alamsyah ketakutan, keringat dinginnya mulai keluar. Kondisi kritis. Terjadilah mestakung. Dari dalam diri Alamsyah ada dorongan untuk dia belajar nyanyi. Lingkungan (semesta) mendukung. Orangtuanya mencarikan ia guru les yang bagus. Guru-gurunya mendukung, semua memberi dukungan buat Alamsyah. Akhirnya, mau tahu apa hasilnya? Alamsyah keluar sebagai juara menyanyi tingkat Provinsi Aceh. Luar biasa\x{2026}.

Dalam pelatihan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), pikiran para peserta pelatihan senantiasa kami tempatkan pada kondisi kritis untuk membuat pilihan. Kami sering katakan bahwa mereka saat ini berada di titik point of no return. Hanya satu hal yang mereka harus lakukan, yaitu belajar keras dan kejar medali emas. Kalau mereka berhasil, masa depan mereka akan penuh harapan. Namun, kalau gagal, usaha mereka selama ini akan sia-sia.

Dorongan ini sangat memacu mereka untuk belajar dan belajar. Juga kami ingatkan bahwa untuk menjadi juara di Singapura adalah suatu kebanggaan luar biasa. Ini adalah olimpiade terbesar sepanjang sejarah. Ini juga menjadi pendorong mereka untuk berusaha keras. Ketika mereka sudah berada pada kondisi kritis, mereka belajar tanpa paksaan dan ajaibnya lingkungan mendukung. Terjadi mestakung.

Andika, peraih emas tahun 2005, secara full time membantu melatih siswa-siswa kita. Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak untuk membantu terselenggaranya program pelatihan ini. Seorang motivator datang untuk ikut memotivasi tim kita dan banyak lagi. Mestakung benar-benar terlihat. Akhirnya tim Indonesia meraih empat medali emas dan satu medali perak, sekaligus merebut gelar the absolute winner.

Jadi, sekarang tentu sudah tahu bagaimana kalau kita mau sukses? Betul\x{2026}, tempatkan diri kita pada kondisi kritis, yaitu dengan membuat sasaran setinggi mungkin dan bertindak sedini mungkin untuk mencapai sasaran itu. Nanti mestakung akan terjadi dalam diri kita dan lingkungan di sekeliling kita membuat kita mampu mencapai sasaran yang tinggi itu.

Sumber : KCM (21 Oktober 2006)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 3 Januari 2007

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI