fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Sabtu, 20 Oktober 2018  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Wernher Von Braun (1912-1977) : Memodernkan Roket untuk Menjelajah Antariksa
: Taufiq (Klub Astronomi Bondowoso)

DUNIA perlu berterima kasih pada "si jenius" Jerman bernama Wernher Von Braun. Berkat sumbangannya dalam teknologi roket, manusia mampu mencatatkan prestasi, menginjakkan kakinya di Bulan. Menggunakan pesawat Apollo 11, Neil A. Amstrong dan Edwin "Buzz" Aldrin, pada tanggal 20 Juli 1969 mampu mendarat di satelit yang berjarak lebih dari seperempat juta kilometer dari Bumi tersebut.

Von Braun adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang lahir pada 23 Maret 1912 di Wirsitz, Posen, Jerman. Ia adalah anak dari pasangan Baron Magnus von Braun dan Baroness Emmy von Quistorp. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan minatnya yang besar pada musik dan otomotif, bahkan pernah merakit ulang mobil tua menjadi mobil baru. Matematika dan fisika menjadi kegemarannya.

Buku "The Rocket into Planetary Space" karya Hermann Oberth, yang kemudian menjadi gurunya, merupakan buku yang memberi inspirasi bagi von Braun kecil dalam imajinasi petualangan antariksa. Apalagi kemudian ibunya memberi hadiah sebuah teleskop yang membuatnya "menjelajah antariksa " melalui pengamatan. Semua ini mengarahkan pada pilihan bahwa nantinya ia harus menjadi pionir penerbangan antariksa.

Tahun 1930, von Braun menyelesaikan tingkat sarjananya di Institut Teknologi Berlin dan menjadi staf Oberth. Dua tahun kemudian, di usia 22 tahun ia menyelesaikan tingkat doktornya di Universitas Berlin. Di tahun ini pula Von Braun dibajak oleh lembaga riset Angkatan Bersenjata Jerman untuk merancang roket dengan maksud--seperti keinginan Hitler--sebagai senjata ampuh PD II.

Program pun disusun amat rahasia dan diuji coba di Kepulauan Borkum, Laut Utara, lalu pindah ke Peenemunde di Kepulauan Usedom, Baltik. Model roket A-3 setinggi 137 cm berstabilisasi giroskopis sukses diluncurkan setahun kemudian mencapai ketinggian 2 km. Diikuti oleh roket-roket lainnya. A-3 dikembangkan setinggi 7 m berstabilisasi giroskopis 3 sumbu, dan berbagai macam peralatan canggih seperti servo, radio pengontrol bahan bakar, dan lainnya diluncurkan pada Desember 1937. Kesuksesan ini kian memantapkan Hitler untuk memasuki PD II.

Roket ini berkembang menjadi roket A-4 atau dikenal dengan V-2 (vengeance weapon number 2), jenis roket balistik jarak jauh yang mengguncangkan kota London pertama kali pada 7 Spetember 1944. Total sebanyak 4.320 V-2 ditembakkan ke London, menewaskan 2.511 orang, melukai sedikitnya 6.000 orang, meskipun hanya 1.120 V-2 tepat jatuh ke London. Saat itu betul-betul menghebohkan Kota London. Bayangkan saja, tiba-tiba datang besi berpijar dari langit, tanpa diketahui dari mana asalnya. Bisa dikatakan, waktu itu perang menggunakan roket adalah sesuatu yang baru sama sekali.

Sukses "menembak" London, ambisi Hitler kian melambung. Maka dikembangkan jenis roket setinggi 24,4 m berkekuatan 440.000 pon yaitu A-9 dan A-10 yang melaju hingga 4,4 mach untuk dikirim ke New York, menyeberangi lautan Atlantik! Ambisi ini tidak terwujud, karena Jerman harus bertekuk lutut di tahun 1945.

Secara berseloroh Von Braun mengatakan, "Roket telah bekerja sempurna dan mendarat di Planet yang salah." Di balik kalimat ini tersimpan keteguhan Von Braun bahwa rancangan roketnya ditujukan untuk penjelajahan antariksa. Sayangnya, niat mulia itu dinilai sebagai kejahatan oleh agen rahasia SS dan Gestapo. Hitler sendiri memerintahkan untuk menghukum mati von Braun dan seluruh tim yang terlibat.

Bukan sebuah kebetulan bila Von Braun beserta 500 stafnya hijrah ke AS, karena ia mengindari hukuman mati NAZI dan AS berkepentingan dengan keahliannya. Turut pula dibawa 300 gerbong V-2. AS beruntung membawa harta karun tak ternilai ini.

Agak sedikit terlambat dibandingkan AS, Uni Soviet pun memburu peranti roket yang masih tersisa karena sebagian besar dimusnahkan AS, untuk kemudian dirakit ulang dan dikembangkan. Banyak staf von Braun yang ditangkap Uni Soviet. Bisa dikatakan, di era PD II, Von Braun-lah salah satu ilmuwan yang berpengaruh dan paling dicari karyanya selain para ilmuwan fisika perancang bom atom.

Berkiprah di Paman Sam

Tiba di AS tanggal 20 Juni 1945, selanjutnya di interogasi. Oleh Robbert H. Goddard (Bapak Peroketan AS), von Braun dinilai meniru habis permikirannya mengenai roket. Namun, von Braun membuktikan tidak ada penjiplakan dan tuduhan Goddard hanyalah bualan. Von Braun beserta 126 stafnya (disebut "Peenemunders") ditempatkan di Fort Bliss, Texas dan diminta terus mengembangkan roket V-2, yang berhasil meluncur perdana pada 16 April 1946. Setahun kemudian pada 1 Maret 1947, von Braun menikah dengan gadis berusia 18 tahun, Maria von Quirstorp.

Oleh pemerintah AS, pengembangan roket dijadikan sarana dalam penelitian antariksa. Karenanya, kemudian von Braun dikaryakan dalam program antariksa. Bahkan pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Penerbangan Antariksa Marshall NASA.

Selama tahun 1950 hingga 1970, von Braun tinggal di Huntsville, Alabama. Selama di kota ini dan sebelum dipindahkan ke Washington DC, beberapa peninggalannya yang penting adalah membentuk institusi riset di Universitas Alabama, Huntsville, Pusat Roket dan Antariksa Alabama dan Von Braun Civic Center.

Gagasannya yang berpengaruh yaitu pembuatan stasiun antariksa di Bulan dan Mars yang dituangkan di majalah ilmiah Collier edisi 22 Maret 1952. Deskripsi futuristik berjudul "Crossing the Last Frontier" menggambarkan sebuah stasiun antariksa bergravitasi buatan berbentuk roda mengorbit Bumi dan sebuah pesawat ulang-alik bersayap delta sedang menghampirinya. Lukisan tersebut dikukuhkan sebagai impian bangsa Amerika.

Hingga tahun 1952 sudah 64 buah roket V-2 diluncurkan. Roket ini dikembangkan bertingkat dua bumper lalu menjadi Super V-2 Redstone. Enam tahun kemudian, persisnya tanggal 31 Januari 1958, salah satu variannya yang diberi nama Jupiter C berhasil menempatkan Explorer I, yang merupakan satelit pertama Amerika, di orbit Bumi. Explorer I berhasil mencatat keberadaan sabuk radiasi yang menyelimuti Bumi, Sabuk Van Allen.

Perlombaan antariksa

Keberhasilan Uni Soviet meluncurkan satelit Sputnik pada 4 Oktober 1957 yang mengorbit Bumi memacu pemerintah AS membentuk Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA pada 1958 atas prakarsa Senator Lyndon Johnson dan didukung oleh presiden Eisenhower. Tahun 1959, sang presiden memerintahkan von Braun membuat roket yang lebih besar yaitu Saturn.

Ternyata Uni Soviet menohok lebih keras dengan mengorbitkan manusia pertama mengelilingi Bumi yaitu Yuri Gagarin pada 12 April 1961. Sebagai balasan, pada 5 Mei 1961 AS mengorbitkan Allan Sheppard mengelilingi Bumi melalui projek Mercury. Disusul dengan astronot Gus Grisson, dan John H. Glenn (berhasil tiga kali mengelilingi Bumi). Kalah dua kali berturut-turut membuat presiden John F. Kennedy (pengganti Eisenhower) mencanangkan projek lebih ambisius yaitu mengirimkan manusia ke Bulan.

Ke bulan

Projek Mercury berakhir pada 15 Mei 1963 dan dilanjutkan Projek Gemini untuk melatih astronaut melakukan misi di antariksa sebanyak 10 peluncuran hingga 15 November 1966. Lalu dilanjutkan dengan projek Apollo di mana von Braun mengambil peran menentukan dengan membuat roket tiga tingkat Saturn V setinggi 110,6 m, terdiri dari 5 mesin, berbobot 2.700 ton dan berbahan bakar 560.000 galon.

Projek Apollo di awali dengan tragedi saat peluncuran Apollo 1 pada 27 Januari 1967 sehingga menewaskan tiga orang astronaut. NASA tetap berkeras melanjutkan projek. Puncak keberhasilan projek Apollo terjadi ada peluncuran Apollo 11 pada 16 Juli 1969 dan menorehkan sejarah pendaratan Neil Amstrong dan Edwin Aldrin ke Bulan pada tanggal 20 Juli 1969. Tuntas sudah ambisi bangsa AS. Misi Apollo ditutup pada misi Apollo 17.

Setelah program Apollo, von Braun mengundurkan diri dari program antariksa NASA tahun 1972 karena memiliki visi yang berbeda. Lantas menjadi usahawan di perusahaan Fairchild, Germantown, Maryland sambil mempromosikan pendirian National Space Institute.

Di puncak kegiatannya, ia terkena kanker dan memaksa berhenti dari seluruh kegiatan. Tanggal 16 Juni 1977 Wernher von Braun meninggal dunia di Alexandria, Virginia, AS, meninggalkan seorang istri, tiga anak, dua saudara dan karya-karyanya, baik dalam konstruksi roket, lembaga ilmiah maupun visi mengenai penerbangan antariksa.***

Sumber : Pikiran Rakyat (20 Juli 2006)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 30 November 2006

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI