fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 17 Juli 2018  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Peluncuran Buku: Mestakung, Rahasia para Juara Fisika
SP/H-1

Apa yang terjadi ketika pasir dituangkan sedikit demi sedikit ke atas lantai? Pasir tentunya akan membentuk suatu bukit pasir kecil. Dan jika terus dituangkan, bukit pasir akan semakin tinggi dan semakin besar.

Anehnya, pada ketinggian tertentu atau dalam kondisi kritis, pasir selalu akan mengatur dirinya sendiri. Hingga, pasir selalu terjaga kemiringannya walaupun bertambah tinggi dan besar.

Peristiwa pengaturan diri seperti dialami pasir hanya satu contoh di antara ribuan bahkan jutaan peristiwa yang terjadi di alam. Peristiwa tersebut biasanya terjadi ketika suatu sistem berada pada kondisi kritis atau dalam istilah alam dikenal sebagai fenomena kritis.

Lebih mudah lagi, ketika seseorang dikejar anjing galak, dia yang biasanya hanya bisa melompat 1 meter, tiba-tiba mampu melompat 1,5 meter. Fenomena inilah yang ditunjukkan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) 2006 pada ajang Olimpiade Fisika Internasional, Juli 2006 lalu. Pada ajang itu, TOFI 2006 menyabet juara dunia. Selain itu, salah satu anggota tim Jonathan Pradana Mailoa meraih gelar the absolute winner.

Tentunya untuk menyabet gelar bergengsi ini, anggota tim punya kiat khusus. Menurut Ketua TOFI 2006 Yohanes Surya, selain belajar dan berlatih soal selama 10 bulan, mereka juga belajar 'Mestakung'.

Apa itu? Menurut Yohanes, dalam peluncuran bukunya yang berjudul Mestakung: Rahasia Sukses Juara Dunia Olimpiade Fisika di Jakarta, Senin (6/11), adalah singkatan dari 'se-MESTA mendu-KUNG'.

Artinya, ketika sesuatu sistem berada pada kondisi kritis, segala sesuatu di dalam sistem itu akan mengatur dirinya sendiri tanpa paksaan. Di dalam pengaturan tersebut, tiap-tiap bagian sistem itu secara serentak bergerak bahu-membahu untuk keluar dari kondisi kritis, sehingga menghasilkan suatu terobosan baru yang luar biasa.

Alam sekitar pun turut mendukung. Ini berlaku pada setiap makhluk hidup serta alam sekitar pada kondisi kritis. "Mestakung menjadi rahasia sukses TOFI selama 13 tahun. Dengan buku ini, semua orang dapat menerapkan ide Mestakung untuk menjadi orang yang luar biasa."

Ada tiga hal utama agar Mestakung itu terjadi. Pertama, menciptakan kondisi kritis. Yakni, dengan memasang target atau sasaran setinggi mungkin, sebagai upaya untuk merangsang Mestakung bekerja.

Kedua, ketika sudah berada pada kondisi kritis, harus melangkah. Sambil melangkah itu, juga harus sering dibicarakan sasaran atau mimpi sebanyak mungkin pada orang lain. Ketiga, selama proses keluar dari kondisi kritis, harus bersikap tekun dan jeli, untuk melihat bagaimana semesta mendukung. "Jadi, kalau mau sukses, ciptakan kondisi 'KRI-tis, me-LANG-kah, dan te-KUN', disingkat 'Krilangkun'," ujar Yohanes pada acara yang juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo serta Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro.

Sumber : Media Indonesia (8 November 2006)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 21 November 2006

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI