fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 16 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Yohanes Surya, Ketua TOFI
Dody Hidayat

Tahun 2005 disepakati oleh komunitas fisika sedunia sebagai Tahun Fisika. Tahun ini dipilih berkaitan dengan ulang tahun ke-100 tiga karya besar Albert Einstein.

Seratus tahun silam, komunitas fisika menjadikan tahun 1905 sebagai Tahun Keajaiban Einstein (annus mirabilis), saat Einstein mempublikasikan tiga makalah penelitiannya dalam waktu yang berdekatan. Tiga makalah itu adalah tentang gerak Brown, foto listrik, dan teori relativitas khusus.

Yohanes Surya, pria yang lahir di Jakarta, 6 November 1963, merupakan figur yang tak terlepaskan dalam perkembangan fisika di Indonesia. Ia bersama koleganya, seperti Roy Sembel dan Agus Ananda, pada 1992 merintis terbentuknya TOFI.

Kala itu, ia sedang menempuh pendidikan di College of William and Mary di Virginia, Amerika Serikat, yang menjadi kampus penyelenggara Olimpiade Fisika Internasional ke-24 pada 1993.

Dalam proses yang terbilang singkat, dibantu teman-teman dan almamaternya di Universitas Indonesia, ia dapat menyiapkan siswa-siswa SMA yang terseleksi sebagai cikal bakal TOFI pertama. Hasilnya pun bukan main, Indonesia dapat meraih medali perunggu meski baru bergabung lewat Oki Gunawan dari SMA 78 Jakarta.

Tak hanya TOFI, Yohanes yang guru besar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Banten, ini juga orang di balik munculnya ilmuwan-ilmuwan muda. Sebut saja Septinus George Saa, yang tahun lalu meraih medali emas dalam kompetisi karya ilmiah bidang fisika internasional, The First Step to Noble Prize in Physics ke-12.

Oge--begitu siswa SMAN 3 Jayapura, Papua, itu disapa--adalah siswa Indonesia kedua yang menang di ajang tersebut setelah I Made Agus Wirawan dari SMA Negeri Bangli, Bali, pada 1999.

Tahun 2005 ini, dalam kompetisi yang sama, Yohanes Surya berhasil mengantarkan dua siswi Indonesia lainnya ke level tertinggi di kompetisi yang sama. Mereka adalah Dhina Pramita Susanti dari SMA Negeri 3 Semarang, Jawa Tengah, dan Anike Nelce Bowaire dari SMA Negeri 1 Serui, Papua, yang dalam membuat makalah penelitian mereka mendapat arahan dan bimbingan dari Yohanes.

"Tahun ini dapat kita katakan sebagai Tahun Fisika Indonesia," kata Yohanes. "Ada banyak prestasi yang kita buat tahun ini. Kalau dalam OFI ke-36 ini ada siswa yang berhasil memperoleh medali emas, lengkaplah rangkaian prestasi di Tahun Fisika ini."

Momen Tahun Fisika ini hendak dijadikan Yohanes sebagai awal berdirinya lembaga baru yang ia namai TOFI Center. "Saya berharap peletakan batu pertamanya akan dilakukan oleh Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla sekitar Agustus nanti," dia menambahkan.

TOFI Center, menurut Yohanes, merupakan pusat penelitian bagi alumni dan tim TOFI. Terletak di kawasan Lippo Karawaci karena Mochtar Riady, salah satu pembina TOFI, telah menyerahkan sebidang tanah untuk lembaga tersebut.

Sumber : Koran Tempo (9 Juli 2005)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 3 Desember 2005

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI