fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Bulan Enceladus: Surga Geologi di Sekitar Saturnus
newscientist.com/bbc.co.uk/wsn

Bulan kecil di Saturnus yang berwarna seputih salju, Enceladus, diduga pernah mengalami masa lalu yang keras. Hal ini terlihat dari foto-foto terbaru yang diambil oleh wahana ruang angkasa Cassini milik NASA.

Dalam foto yang diambil pada jarak 1.180 kilometer, tampak permukaan Enceladus dihiasi punggung-punggung bukit meliuk-liuk seperti ular, retakan-retakan dalam membentuk jurang, serta guratan-guratan, yang mungkin merupakan tanda-tanda bahwa bulan tersebut telah berulang kali mengalami pemampatan dan peregangan.

Cassini melewati Enceladus hari Kamis lalu (17/2), dan mengambil gambar-gambar detail permukaan bulan dengan bidang foto melingkupi area sepanjang 60 meter. Adapun foto-foto lansekap yang diperoleh luar biasa rumit untuk ukuran sebuah bulan kecil yang diameternya hanya 500 kilometer.

"Oleh karenanya bisa dikatakan Enceladus adalah surga bagi para peneliti geologi," kata William McKinnon dari Universitas Washington di St. Louis, AS. "Ia memiliki rangkaian retakan dan runtuhan yang berdekatan dan seolah tidak berujung, serta blok-blok dataran tinggi dan berbagai macam celah."

Tekanan gravitasi

Ini merupakan bukti adanya masa lalu yang gemuruh, begitu menurut Paul Schenk peneliti dari Lunar and Planetary Institute di Houston, AS. "Enceladus telah mengalami tarikan, regangan, dan tekanan dalam banyak episode deformasi dan relaksasi geologis," katanya.

Penyebabnya diduga adalah gaya-gaya gravitasi dari Planet Saturnus dan salah satu bulannya, Dione, yang secara bersamaan atau bergantian memberi gangguan pada interior Enceladus.

Proses-proses itu bisa menghancurkan kawah-kawah kuno, memanaskan permukaan bulan sehingga runtuh perlahan, bahkan hingga menghasilkan banjir lava es. "Saya juga yakin air amonia berperan dalam proses ini," kata McKinnon, yang mengaku melihat punggung-punggung vulkanis di sana.

Permukaan terang benderang Enceladus sendiri menimbulkan dugaan adanya vulkanisme yang aktif. Bulan ini sendiri adalah objek paling terang di tata surya, dengan warna putih bersih seolah tertutup salju. Enceladus diperkirakan mempunyai gletser yang menyemburkan sebagian saljunya di angkasa. Salju itulah yang disebut-sebut membentuk cincin E di sekitar Saturnus.

Sumber : Komapas (22 Februari 2005)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 24 Maret 2005

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI