fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 16 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Thomas Alfa Edison : Tantangan Fisika
dee/belia

KENCAN chat belia kali ini, namanya terkenal ke seantero dunia. Rasa-rasanya, nggak ada anak sekolahan yang nggak kenal namanya. Nggak percaya? Boleh-boleh aja. Tapi, bagaimana dengan nama Thomas Alfa Edison? Betul sekali, belia berhasil mengencani pemilik nama ilmuwan terkenal ini.

Tunggu dulu, Thomas Alfa Edison yang ini masih hidup. Orang Indonesia lagi. Tepatnya, anak SMAN 3 Bandung. Tapi, jelas bukan anak sembarangan. Setidaknya, dengan medali emas Olimpiade Nasional Fisika yang diraihnya di Balikpapan tahun 2003, Thomas yang ini sama sekali nggak malu-maluin Thomas penemu lampu bohlam yang dulu.

Pengen tau 'kan apa aja yang dilakuin belia bareng Thomas? Ini dia ceritanya.

Tempat janjian yang dipilih pertama yakni rumah kontrakan Thomas di kawasan Jln. Ganesha Bandung. Di rumah yang bercat hijau itu Thomas tinggal bareng kakaknya. Percaya atau nggak, nama kakaknya... Albert Einstein. Ketika ditanya mengapa namanya diambil dari nama-nama ilmuwan dunia, ia menyebutkan bahwa kedua nama itu diberikan bapaknya yang kini tinggal di Karawang. Anak kedua dari lima bersaudara ini hijrah ke Bandung meneruskan untuk sekolah di SMA. Menurut pengakuannya, pada awalnya dia bingung memilih antara sekolah di Bandung atau Jakarta. Tapi akhirnya pilihannya jatuh ke Bandung.

"Setelah pikir-pikir, enak di Bandung, soalnya udaranya dingin. Lagian sekalian mau kuliah di ITB," tambahnya.

Di rumahnya, Thomas sempet ngeliatin medali emas yang pernah diraihnya. Ternyata ia juga sempat akan mengikuti Olimpiade sejenis tingkat Asia di Vietnam bulan lalu. Tapi batal karena nggak enak sama sekolahnya karena harus dispensasi selama 6 bulan.

Ngomong-ngomong liburan, cowok kelahiran Karawang, 3 Juni 1986 ini menyebutkan kegiatannya kalau libur adalah membaca buku dan tidur yang juga termasuk hobinya. Selain itu, Thomas sedang tertarik dengan desain web dan bahasa Java.

Mendekati pukul 11.30, ngobrol barengnya dipotong. Karena Thomas harus shalat Jumat di masjid yang terletak tepat di depan rumahnya.

Nggak berapa lama, Thomas sudah kembali lagi dari mesjid dengan baju koko putihnya. Ia lalu mengajak belia ke kampus ITB. Maksudnya untuk ketemuan sama temannya sekaligus makan siang.

Dari rumah kontrakannya, Thomas dan belia jalan kaki. Sambil jalan, ia menceritakan tentang rencana reuni SMP yang akan dialakukan di tempat asalnya, Karawang. Thomas juga menceritakan bahwa ia termasuk orang yang pendiam, terutama jika berada di lingkungan yang besar. Ia juga mengaku lebih suka belajar sendiri, dalam artian belajar yang sebenarnya.

Cowok yang pernah menjadi ketua kelas ini mengaku tertarik dengan fisika karena banyak orang yang menganggap fisika itu susah. "Di situ saya melihat ada sebuah peluang dan tantangan," lanjutnya.

Akhirnya, belia dan Thomas sampai di Fakultas Biologi ITB. Dan ternyata, teman yang dimaksud Thomas adalah cewek manis berkerudung. Nah, lo. Setelah belia dikenalin, kita lalu ngobrol bareng-bareng. Nggak enak juga sih sebenernya ada di antara mereka berdua. Untungnya, cewek yang akrab dipanggil Risma itu orangnya ramah dan baik banget.

Perjalanan pun berlanjut untuk mencari makan siang. Berhubung perut sudah tidak tahan menahan lapar, kita memutuskan untuk mencari makan di daerah kampus. Tak disangka, menu yang dipilih belia, Thomas, dan Risma ternyata sama: hot beef kebab! "Saya kurang begitu suka makanan beginian," akunya.

Sambil duduk santai di sebuah pojokan, terlihat beberapa teman Risma datang ikut mengobrol.

Bagi Thomas, belajar itu merupakan bagian dari proses yang nggak bisa dalam satu hari aja. "Saya pernah stres ketika ada satu soal yang nggak bisa dipecahin dalam 5 bulan," ujarnya lagi.

Wah, nggak kebayang ya kalau kita yang ada di posisinya. Kalau belia sih, mungkin itu soal udah belia tinggalin gitu aja.

Sampai juga belia pada tujuan terakhir yakni sebuah warnet yang terletak di dalam perpustakaan di salah satu sudut kampus ITB. Di sana, Thomas ngebuka e-mail dan melihat passing grade untuk adiknya yang akan menyusul ke Bandung tahun ini.

Sumber : Pikiran Rakyat (13 Juli 2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 17 Maret 2005

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI