fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Lewis Fry Richardson, Bapak Perhitungan Cuaca
Erkus

SEMUA siklus alamiah yang berlangsung di jagat raya ini merupakan "rahasia" Tuhan. Tapi, Tuhan juga menciptakan manusia disertai kemampuan berpikir lewat akal mereka untuk mempelajari siklus yang terjadi tersebut. Termasuk dalam siklus pergantian cuaca di permukaan bumi.

Bagaimana cara manusia memprediksi perubahan alam hingga akhirnya mampu memprakirakan (forecasting) terjadinya perubahan cuaca memiliki rentang panjang sebagai sebuah pencapaian keilmuan. Dari sejak masa awal peradaban, penemuan-penemuan peralatan sederhana di abad pertengahan, masa renaissance, hingga yang paling kontemporer dibuatnya satelit cuaca.

Salah seorang yang memberi kontribusi signifikan dalam penentuan perubahan siklus cuaca itu adalah ahli fisika dan matematika asal Inggris, Lewis Fry Richardson. Dia menjadi orang pertama yang mengaplikasikan teknik matematika untuk memprediksi cuaca secara akurat. Sebelumnya, dia juga membuat sumbangan cukup besar dengan memunculkan metode pemecahan masalah dalam bidang fisika. Namun yang paling terkenal adalah metode perhitungan matematis yang diaplikasikannya untuk bidang metereologi itu pada 1913 sampai 1922.

Richardson juga bukan hanya orang pertama yang memformulasikan integrasi numeris dalam persamaan permukaan atmosfer, tapi ia juga berupaya membuktikannya sendiri selama berkecamuk Perang Dunia I. Hasil kerjanya ini, yang menjadi presentasi visi besar pengembangan bidang ini di masa depan, disajikan dalam buku yang terkenal "Prediksi Cuaca dengan Proses Numerik" (Weather Prediction by Numerical Processes), yang terbit pada 1922.

Lewis Richardson lahir 11 Oktober 1881 di Newcastle, Inggris. Ia memasuki Sekolah Persiapan Newcastle dan pelajaran favoritnya adalah Euclid. Ia kemudian masuk ke sekolah di York pada 1894 dan lulus pada 1898 untuk kemudian bergabung dengan Durham Collega of Science selama dua tahun. Di sana ia mempelajari matematika, fisika, kimia, botani dan zoology. Pendidikannya dilengkapi di King's college Cambridge, dan lulus nomor satu untuk pengetahuan alam pada 1903.

Richardson kemudian menduduki banyak jabatan. Ia bekerja di Laboratorium Fisika Nasional (1903-04, 1907-09) dan Kantor Meteorologi (1913-16), juga menjadi pengajar di Universitas Aberystwyth (1905-06) dan Manchester College of Technology (1912-13).

Di sisi lain, ia juga menjadi peneliti kimia di National Peat Industries (1906-07) serta bertanggungjawab sebagai kepala laboratorium fisika dan kimia pada sebuah industri lampu. Pada 1920-1929 Richardson menjadi Ketua Jurusan Kimia di Westminster Training College. Pada 1929-1940, ia menjadi mengepalai Paisley College of Technology di Skotlandia.

Richardson akhirnya dikenal sebagai ilmuwan pertama yang menggunakan matematika untuk berbagai penggunaan. Dalam bukunya tentang prediksi cuaca, ia sebetulnya menggunakan data dari Vilhelm Bjerknes yang sbeelumnya dipublikasikan dalam "Dynamical meteorology and hydrography" (Meteorologi dan Hidrografi Dinamis).

Aplikasi matematika Richardson tak cuma terkait pada bidang eksakta. Beberapa studi sosial juga didekatinya lewat aplikasi metamatika itu, seperti studi tentang penyebab perang dalam buku Generalized Foreign Politics/Politik Luar Negeri Umumnya (1939), Arms and Insecurity/Senjata dan Ketidakamanan (1949), dan Statistics of Deadly Quarrels/Statistik Pertengkaran Mematikan (1950). Ia juga memberi kontribusi bagi kalkulus dan teori difusi, khususnya edi-difusi pada atmosfer. "Nomor Richardson" kemudian juga menjadi penghitungan fundamental bagi temperatur (suhu) dan kecepatan angin.

Sumber : Pikiran Rakyat (24 Juli 2003)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 17 Maret 2005

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI