fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 19 Agustus 2022  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Prestasi Internasional, Bukti Pelajar Indonesia Berpotensi
Redaksi Kompas

Jakarta, Kompas - Para anggota Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) yang baru saja meraih prestasi gemilang dalam Olimpiade Fisika Internasional XXXV di Pohang, Korea Selatan, diterima oleh Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar di Kantor Depdiknas, Senin (26/7).

Atas prestasi tersebut, Mendiknas menilai bahwa pelajar Indonesia sesungguhnya punya potensi untuk bersaing dengan pelajar negara-negara lain, termasuk dari negara maju. Potensi tersebut tersebar di seluruh wilayah Tanah Air.

"Saya bangga pada kalian yang telah mengharumkan nama bangsa di forum internasional," kata Malik Fadjar. Ia didampingi Direktur Pendidikan Menengah Umum, Zamroni.

Pada kesempatan itu, Mendiknas menyerahkan tabanas senilai Rp 10 juta kepada anggota TOFI peraih medali emas; Rp 7,5 juta kepada peraih perak; Rp 5 juta kepada peraih perunggu; dan Rp 2,5 juta kepada peraih honourable mention (penghargaan setingkat di bawah perunggu).

Peraih medali emas dalam olimpiade yang berlangsung tanggal 15-22 Juli itu adalah Yudistira Virgus (siswa SMA Xaverius I Palembang). Peraih perak Edbert Jarvis Sie (SMA Kristen I BPK Penabur Jakarta). Peraih perunggu Ardiansyah (SMA Plus Pekanbaru Riau) dan Andika Putra SMA Sutomo I Medan). Peraih honourabel mention adalah Ali Sucipto (SMA Xaverius I Palembang).

Mereka bersaing dengan 332 pelajar dari 73 negara. Persembahan medali emas oleh Yudistira mengantar Indonesia masuk lima besar dunia juara fisika setelah Belarusia, China, Iran, dan Kanada. Dalam ujian teori dan praktik, ia mampu mengumpulkan nilai tertinggi 44,8. Nilai tersebut di bawah nilai tertinggi pelajar dari Belarusia (47,7); pelajar China (47,4) pelajar Iran (45,5); dan pelajar Kanada (45,0).

Prestasi tersebut mereka raih di bawah binaan para leader (pelatih/pembina) yang terdiri atas Yohanes Surya, Rahmat Widodo Adi, Edi Gunanto, dan Hendra Kwee.

Staf Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas Maria Widiani menyebutkan, para pelajar Indonesia yang juga mengikuti olimpiade internasional bidang-bidang sains lainnya, tidak pulang dengan tangan hampa.

Pelajar yang mengikuti Olimpiade Biologi Internasional di Australia, 11-18 Juli, meraih tiga perunggu. Mereka adalah Budi Christanto (SMA Negeri 2 Kediri), Mulyono (SMA Negeri 2 Pare, Kediri), dan Komang Darmi Astini (SMA Negeri 1 Singaraja, Bali). Para pelajar yang mengikuti Olimpiade Matematika Internasional di Athena, Yunani, 13-18 Juli, meraih satu perunggu dan tiga honourable mention. Perunggu diraih Hendra Suratno (SMAK Karunia Jakarta), sedangkan honourable mention diraih Ignatius Ivan Janatra, Wahyu Perdana Yudistiawan (SMA Kristen I BPK Penabur Jakarta) dan Andre Yohanes Wibisono (SMAK St Louis I Surabaya).

Mendiknas menilai, prestasi bidang sains tersebut sudah sepatutnya menyadarkan semua pihak untuk tidak menyepelekan sektor pendidikan. Di tengah gencarnya penilaian miring terhadap perkembangan kualitas sumber daya manusia-termasuk sektor pendidikan-di Tanah Air, para pelajar Indonesia mampu mengukir prestasi global.

Mendiknas berharap, pada masa mendatang makin banyak pelajar unggulan dari berbagai daerah yang dijaring melalui kompetisi. Selain penyempurnaan sistem pembinaan, Mendiknas juga berharap agar kalangan swasta turut mendukung biaya pendidikan terhadap pelajar berprestasi dalam olimpiade, seperti yang dijanjikan Sampoerna Foundation. Yayasan tersebut siap memberikan beasiswa kuliah di luar negeri kepada dua peraih emas olimpiade internasional. (NAR)

Sumber : Kompas (27 Juli 2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 4 Agustus 2004

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2022 LIPI